6; Spongebob dan Patrick

2.1K 360 46
                                        


"Are you ready kids?!"

"Aye Aye captain!"

"I can't hear you?!"

"Aye Aye Captain!!"

"Oooh, who lives in a pinapple under the sea?"

"Spongebob Squarepants!!!"

Menurut Aerin, tidak ada keadaan yang lebih damai ketika ketiga alien perusak bumi itu sedang duduk manis di depan tv dan dia duduk di ruang tamu, mengawasi dari jauh sambil melanjutkan tugasnya.

Saat sedang fokus-fokusnya bekerja, salah satu pintu terbuka membuat Aerin refleks menoleh.

Seharusnya Aerin tak perlu menoleh untuk mengetahui siapa gerangan yang keluar dari kamarnya di siang bolong seperti ini. Hoseok tidak ada di rumah, Yoongi tak akan pernah membuka pintu kamarnya selain di pagi dan malam hari berhubung kerjanya hanya di depan komputer. Ya siapa lagi selain si pengangguran Namjoon?

"Tugas ya?"

Aerin berdeham. "Lanjutan yang kemarin."

Namjoon mengangguk-angguk. "Mau aku bantu?" tawarnya.

Aerin langsung saja menatap tajam. Hoho, cukup sudah ia mengulang empat lembar, jangan sampai ia harus mengulang keseluruhan tugasnya.

Alih-alih menolak, Aerin malah tersenyum manis. "Haha, tidak apa-apa kok, ini sudah selesai." Ujarnya sambil mensave pekerjaannya lalu mematikan laptop.

Setelah memasukkan laptopnya ke dalam tas, tungkai Aerin bergerak ke arah si tiga termuda yang sedang cekikikan tak jelas. Kemudian duduk di salah satu sisi sofa yang menampung ke tiga bocah itu. Maniknya mengarah ke-TV yang sedang menampilkan Squidward dengan hidung kembang kempis.

"Wah, Spongebob dan Patrick benar-benar mengesalkan ya?"

Tiba-tiba saja Namjoon telah berada di belakang mereka, ikut menonton dengan siku bertengger di bahu sofa.

"Mengesalkan seperti Taehyung dan Jimin," lanjutnya lalu tertawa. Sedangkan kedua kembar itu langsung menatap tak suka.

"Kookie, Namjoonie? Kookie mirip siapa?" Tanya si bungsu terlihat sangat tertarik.

Sebenarnya siapa sih yang mau disama-samakan dengan karakter kartun? Apalagi Spongebob yang karakternya idiot semua. Tapi ini Jungkook, Aerin bertaruh jika alasan Jungkook bertanya bukan benar-benar ingin mengetahui karakter apa yang mirip dengannya, melainkan hanya sebatas 'ingin diperhatikan juga' oleh Namjoon.

Namjoon sejenak berpikir. "Hm, siapa ya?"

"Plankton? Mungkin." Lanjutnya.

Jungkook mengerucutkan bibirnya, tidak suka dengan jawaban Namjoon. "Tapi Kookie suka Spongebob."

Namjoon tertawa, kemudian mengacak rambut Jungkook gemas. "Iya-iya, mirip Spongebob. Memangnya kenapa sih suka sama Spongebob?" Ujar Namjoon, mengubah pernyataannya agar Jungkook tidak merajuk.

"Karena Spongebob warnanya kuning! Kookie suka warna kuning!"
Jimin dan Taehyung langsung saja memandang Jungkook dengan tatapan aneh. "Bukannya Kookie suka merah ya?"

Baru saja Jungkook hendak menyangkal, pintu rumah terbuka dengan gebrakan yang sangat dahsyat. Disusul dengan Hoseok yang datang dengan wajah berkeringatan. Ia dengan segera mengambil remote dan menukar siaran TV yang tentunya mendapatkan erangan tak suka dari tiga bocah itu.

"Ish! Apa-apaan!"

"Hoseokie bodoh! Seperti Patrick!"

"Ah tidak seru, Hoseokie mengalah sama kami dong!"

Sedangkan yang sedang diumpat—Hoseok, tetap mengarahkan pandangannya ke-TV. Masih dalam keadaan berdiri dan memakai seragam sekolah, tak perduli dengan ketiga sosok kecil yang sedang berkacak pinggang di bawahnya.

"Hoseokie, kami mau nonton!"

Hoseok sedikit melirik, "Sebentar, hyung mau lihat comeback Hyuna dulu. Cuma lima menit kok!"

"Tidak mau! Nanti Spongebobnya habis duluan!"

Pertengkaran pun terjadi. Bermula dari Jungkook yang tiba-tiba saja melompat dan menjambak rambut Hoseok, diikuti si kembar yang mencabut satu persatu bulu kaki Hoseok.

Aerin dan Namjoon hanya bisa menonton dari belakang, tidak berniat untuk ikut campur atau melerai.

Namjoon menghela napas dalam, "Hah, aku tidak mau ikut campur. Tunggu saja pawangnya datang,"
Aerin mengangguk sebagai jawaban. Jika diminta pun ia tak akan mau melerai perang antara tiga bocah dengan satu orang remaja yang sedang dipertanyakan dimana sisi remajanya. Lebih baik dia membaca ratusan buku matematika dibanding melakukan hal tersebut. Sesuai perkataan Namjoon, mereka hanya perlu menunggu 'pawang' ke-empat manusia itu datang.

"Jungkook! Aduh rambut Hyung baru dicuci kemarin!"

"Biarin! Biar Hoseokie botak!"

"Ih! Kenapa di kaki Hoseokie Ada uban? Keriting pula!"

"Astaga jangan dicabut!"

'Brak!'

Aerin dan Namjoon saling tukar pandang, lalu mengangguk bersamaan. Setelah itu mereka langsung mengambil langkah mundur—menjauhi lokasi kejadian. Seperti biasa, Yoongi keluar dari kamarnya dengan wajah sangar.

Hoseok dengan gelagapan mematikan TV dan mengembalikan remote ke tempat asalnya. Kalau dipikir-pikir, kenapa dia selalu berurusan dengan remote ya?

Yoongi memandang ke sekeliling, kemudian memandang tajam ke arah Aerin dan Namjoon. Aerin segera menunduk, Namjoon hanya dapat berdehem sambil menggaruk-garuk kepala. Aerin berani bertaruh, pasti kepalanya benar-benar gatal karena sudah tidak keramas berhari-hari.

"Sudah beli remote baru, ya?" Yoongi menggumam.

Ah iya, sebenarnya kejadian seperti ini sudah pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, dan selalu berakhir dengan remote yang hancur di tangan Yoongi.

Aerin juga bingung, sebenarnya otak Yoongi ini terbuat dari apa? Kenapa seenak hati menghancurkan remote? Namjoon yang suka menghancurkan barang saja tidak pernah berpikir untuk menghancurkan remote dengan sengaja.

Yoongi melangkah maju, membuat Hoseok melangkah mundur, sekaligus menyeret tiga bocah yang sedang bergantungan di kakinya. Sekarang, Yoongi itu sudah terlihat seperti pembunuh bayaran yang sedang mengincar mereka berempat. Apalagi Yoongi sedang memegang gunting.

Tunggu sebentar! Gunting?!

'Cttak'

"Menghancurkan remote sepertinya tidak mempan," Ujar Yoongi terakhir kalinya lalu kembali masuk ke kamar.

Percaya tidak percaya, Yoongi baru saja menggunting kabel TV. Haha, menggunting, sampai putus, kabel TV.

Dia gila ya?!

Jungkook mengerucutkan bibir, matanya mulai berlinangan air. "Spongebob habis, tidak bisa nonton lagi. Hyungie kejam."

Disusul Taehyung yang ikut ikutan menangis. "Harta kita satu-satunya."

Hoseok tersenyum kecut, lalu masuk ke kamar. "Ya begitu saja terus-terus. Aku yang salah, iya aku saja yang salah. Kalian semua suci aku penuh dosa."

Aerin dan Namjoon masih diam terpekur hingga suara Jimin memecah keheningan.

"Hyungie mirip sama Squidward, ya?"

[Hyungie]

Note!

Apakah masih ada yg berminat dengan cerita ini? (•ω•)

HyungieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang