3. New Friend

420 31 6
                                        

"Tringg tringg" (suara alarm)

"Aleya bangun, sudah jam berapa inii" teriak sembari mengetuk pintu. Diva, bunda Aleya.

"Sebentar lagi bun" balas Aku yang memutuskan berlanjut dalam mimpi.

"Bunda suruh Fawaz dobrak pintu ya?" Teriak sebal Bunda.

"Iya iya bundaa. Leya bangun" ucap ku seraya bangkit dari posisi tidur dengan terpaksa.

Aku berjalan sembari mengucak mata dan sesekali menggeram karena pusing dengan teriakan bunda di balik pintu. Entah itu teriakan ke berapa kalinya.

"Cepet buka pintu. Bunda waspada Leya belum bangun" teriak bunda sekali lagi.

Tangan ku membuka pintu dan menampakkan diriku yang masih setengah sadar "udah bundaa cantik"

Bunda menjewer telinga ku "Kamu nih masih belum bangun?"

Aku meringis "aaw sakit bun"

"Biarin! Biar kamu bangun!" Kesal bunda kemudian melepas jeweran nya.

"Emang jam berapa sih?" Ucap ku sembari berharap mendapat jawaban masih pagi.

"Jam enam" ucap bunda lalu beranjak pergi meninggalkan kamar ku.

Mata ku membelalak sempurna "astagfirullah bundaa"

20 menit kemudian..

"Bun, Leya berangkat ya!" Pamit ku dengan heboh.

"Lagian suruh siapa telat?" Goda kembaranku, Fawwaz. Aku sih biasa panggil bang Faz karena dia lahir lebih dulu dari ku.

"Jangan ledek adeknya. Anterin kek" sindir ku balik.

"Engga ah. Gue mau jemput pacar aja" ucap kakak seenak jidat.

Memang itu jok motor selalu ditumpangi pacar nya. Kak Fira, namanya. Cantik sih, tapi bawel nya subhanallah. Leya pusing.

"Kalo gak mau anter. Jangan banyak omong! Jadi telat kan!" Ucapku lalu beranjak pergi dengan ragu.

Aku memundurkan langkahku dan tersenyum menatap Fawwaz "bang, anterin Leya ya?"

"Enggak!" Tolak Fawwaz spontan.

Aku bergeser mendekat ke arah bunda yang tengah menyiapkan tas Fawwaz.

"Bundaa, liat abang! Gak mau anter Leya" pinta ku sembari menunjukkan ekspresi manja ala anak-anak.

Bunda melihat ke arah Fawwaz "Faz, anterin adeknya! Kasian udah telat"

"Iyaiya"

Akhirnya ia mau mengantarku berangkat ke sekolah. Yaa walaupun waktunya sebentar lagi habis.

"Kok berhenti?" tanya ku.

"Tuh sekolah lo didepan. Jalan aja, gue telat!" balas Fawwaz.

"yaudah makasih"

Aku menuruni motor dan berlari menuju gerbang sekolah. Dan ternyata gerbang sudah ditutup.

Aku memegang sela gerbang sekolah "pak bukain donk!" Pinta ku.

"Tidak bisa. Ini sudah jam 7 pas" jawab pak satpam.

Aku membuka tas dan meraih kotak bekal lalu menyodorkan nya ke arah pak satpam "bapak ambil bekal Leya tapi Leya boleh masuk" tawarku.

"Tidak bisa. Kamu mau nyogok bapak ya?" Tegas pak satpam.

"Bukan pak. Ahh, bukain donk" kekeh ku sembari terus mendorong-dorong gerbang sekolah.

Lelah Dilatih Rasa [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang