30. Kehadiran seseorang

269 14 4
                                        

"Kehadirannya seperti sebuah kebahagian yang dinanti-nanti"
- LDR

Seperti biasa, matahari hadir memulai pagi. Memulai aktivitas kewajiban sebagai seorang pelajar yaitu ke sekolah. Aku telah tiba disekolah. Dan kini aku tengah jalan di koridor menuju kelas. Tiba-tiba saja telepon ku berdering.

"hallo"

haii Aleya, how are you?

Aku menjauh kan ponsel itu dari telingaku lalu melihat layar yang menampakkan layar telepon dengan nama Tiffany.

"Tiffany!!"

Pulang sekolah lo temuin gue di rumah ya!! Gue udah di indonesia

"Woow? Really?"

Big real

"I miss you so much beb" ucapku sok-sok manja saat Arga lewat disampingku.

miss you too

"Nanti lagi ya sayang" ucapku lalu mematikan telepon dan segeran mengantungi handpone.

"Teleponan sama siapa?" tanya Arga jutek namun penasaran.

"Sama pacar. Kenapa?" jawabku lebih jutek.

Arga melanjutkan jalannya tanpa menatapku "bisa minggir?"

"Bi-bisa"

"Buat kemarin, gak usah difikirin. Aku juga udah ngelupain" balas ku.

-LDR-

Aku tertidur sebentar. Jam pelajaran kali ini kosong karena guru-guru akan mengadakan rapat dadakan. Walau rapatnya sebentar hanya satu jam pelajaran tapi itu berharga bukan? Iya kan pejuang jamkos?

"Arga" panggilku pelan.

Arga menoleh "gua gak bisa anter lo pulang. Ada acara sama Rena"

"Iya gak apa-apa. Gue juga mau ke rumah temen" ucapku memberitahunya.

"Jangan pulang malam-malam"

Aku bangkit dari kursi lalu menuju ke meja Mara.

"Ramee bener" sahut ku lalu duduk menyempil diantara mereka.

"Arga, sini lu ikut kumpul! Diem-diem bae" ucap Mars mengajak Arga yang kemudian ikut ngumpul kesitu.

"Ada si Arga ntar si Aleya gak bisa fokus! Hadehh" ucap Gilang menepuk-nepuk dahinya.

Riko mendorong Gilang sampai Gilang jatuh dari kursinya "ahaha gak sengaja gua!"

Kami semua terkekeh melihat Gilang yang tergeletak kesal dilantai bersama bangkunya.

"Anjing! Gak ada akhlak lu Riko bego!!" pekik Gilang kesal seraya bangun dibantu oleh Arga.

"Yang waras cuman Arga doang. Bebep gua emang" ucap Gilang memeluk Arga yang sejak tadi risih menghindar.

"Apaansih lu" risih Arga.

"Bebep bebep, awas Aleya ngamuk" ujar Mara.

"Eh yayang Mara. Kangen abang Riko gak?" tanya Riko genit membuat Mara menempeleng kepala Riko.

"Jiji gue Riko!!!"

Lelah Dilatih Rasa [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang