"... Twice, Mr. Compress!" panggil Toga. "Ini sudah malam dan kata Shigaraki, aku dan Dabi ada misi! Apa kalian tahu dimana Dabi!?"
"Tidak, tuh! Tadi aku lihat dia ke gudang! Gak tahu dia kemana!" ucap Twice sambil menunjuk ke arah gudang. "Kayaknya dia lagi keluar, deh! Aku gak tahu ngapaian dia gudang, lama banget, tahu!"
"Oh, ya udah, bay!" ucap Toga sambil meluncur ke gudang pake gaya-gaya Narto, gadis itu kemudian membuka pintu gudang sampai menjeblak terbuka. "Dabi! Cepetan, kita abis ini ada misi, lho!"
"... haa... To-Toga! Aku sedang sibuk!" ucap Dabi kesal sambil menoleh ke arah Toga yang mukanya santuy ae lihat Dabi dan (Name). "... nanti saja! Pergi sana kau! Aah... kau ketat sekali yah, Zero~?"
"Eeeh!? Tapi aku mau menonton kalian berdua!" ucap Toga sambil menatap (Name) yang tengah bersujud sambil mendesah pelan saat dua jari Dabi memasuki lubangnya. "... pantesan ada suara-suara aneh! Gak tahunya ada yang ****!"
"Ya sudah, pergilah sekarang!" usir Dabi. "Nanti kususul, tutup pintunya!"
Toga cemberut, tapi kemudian membanting pintunya dan langsung lari ke arah para Villain lainnya, "Man-Temaan!! Ada yang lagi ****!!"
"Woy, Toga!" seru Dabi kesel, pengen rasanya dibakar aja tuh cewek satu. Lelaki itu kemudian mendesah kesal dan kembali fokus pada (Name) yang sejenak terbaikan, padahal dua jari Dabi sudah ada di lubang lelaki itu. "... nah... sampai dimana kita tadi?"
"Si... al..." gumam (Name) pelan. "... aah... be-berhentilah main-main... dan hilangkan hausku segera..."
Melihat tubuh (Name) bergetar di bawahnya, Dabi nyaris tertawa puas. "... Zero... kau sungguh gak sabaran, yah?" gumam Dabi pelan, dia kemudian menggunakan kedua tangannya untuk memegangi bokong (Name) dan membuka lubang lelaki itu selebar-lebarnya. "... baiklah... akan kupuaskan kau, Bocah..."
"... ahhh!" seru (Name) saat mendadak sebuah benda yang sangat besar memasuki lubangnya. Lelaki itu langsung terengah-engah, seluruh tubuhnya bergetar karena rasa sakit. "... D-Dabi... sialan kau..."
1,5 X punyaku ini mah! ingin rasanya (Name) berseru. Ukh... kepalaku pusing... apa ini maksud Onee-sama soal... efek buruk Quirk-ku di malam hari...?
"... apakah rasanya nikmat?" gumam Dabi tepat di telinga (Name), dia kemudian menusukan penisnya makin dalam di lubang (Name) dan tangannya menjangkau penis (Name) dan perlahan mengusapnya pelan.
"Hnggh..." merasakan suara Dabi di telinganya membuat lelaki itu merasa agak geli. Dabi kemudian menarik dirinya sedikit, sebelum menusukan penisnya dalam-dalam. "Aaah! Haa! Ahh! J-Jangan menggerakannya mendadak begitu... hnnh!"
"... kau terdengar sangat menikmatinya..." gumam Dabi sambil mengocok penis (Name), dan perlahan tangan satunya pun menyelinap di kaos (Name) dan mengurut pelan puting sang lelaki.
"Nggh... ahh..." (Name) mendesah pelan. "... haah... ah! Jangan... memainkan semuanya sekaligus, Bodoh! Aaah...!"
"Di saat begini justru kau terdengar sangat cabul, kau tahu?" gumam Dabi sambil tertawa kecil, dia kemudian menambah kecepatan pergerakannya. "... kau sangat menikmatinya, huh?"
"Aah! Haa... ahh! Lebih... nggh! Aku tidak tahan, lebih dalam lagi!"
"... sangat cabul dan lemah kalau malam hari, sangat mudah tergoda saat matahari sudah tenggelam... itu semua sungguhan, hah?"
Dabi kemudian menyeringai dan menyodok (Name) sekali lagi, menabrak titik yang sungguh nikmat bagi (Name), "Aaah! Be-Berhenti menggodaku! Aku... nggh... ta-tahu kau juga paham..."
(Name) menggemertakan giginya saat Dabi terus saja bergerak dan menabrak titik ternikmat itu. Lelaki itu kemudian menolehkan kepalanya dan memandang Dabi tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Fujo/Fudanshi
RomanceYaoyorozu (Name) adalah adik dari Yaoyorozu Momo yang sering sekali dijadikan bahan untuk berfujo ria oleh siswi-siswi di Yuuei. Awalnya hanya di kelas 1-A, tapi perlahan semuanya mulai mengenal (Name) Masalahnya, karena kekuatan dan juga sikapnya i...
