"... terimakasih sudah datang kemari hari ini, (Name)!" ucap Fuyumi sambil tersenyum pada lelaki di depannya. "Yah, karena kita akhirnya makan bersama dengan ayah, kupikir situasinya akan sangat-sangat tegang, tapi berkat kau aku bisa merasakan situasinya jauh lebih hangat!"
"Tidak benar, situasinya masih saja tegang," ucap (Name) pelan. "... dan mestinya aku yang berterimakasih karena sudah diberikan makan malam. Maaf merepotkan, Todoroki-san."
"Tidak, kau sama sekali tidak merepotkan! Dan, walau situasinya tidak banyak berubah, tapi karena kehadiranmu di sini... aku bisa merasa bahwa ada yang berubah sedikit di antara kami, dan Shoto... berkat kau, aku bisa melihat bahwa dia sudah berubah banyak! Lain kali mainlah lagi kesini, (Name)! Omong-omong, kau boleh memanggilku Fuyumi saja, kok!"
"Terimakasih, sekali lagi," ucap lelaki itu, dia lalu menatap keluar. "Tapi ini sudah sangat malam... aku gak merasa bisa pulang sekarang."
"Kalau begitu, menginap saja denganku," ucap Todoroki sambil melesat mendadak dan menggenggam tangan (Name). "Ayo kita ke kamarku sekarang."
"Ah, tapi, Shoto..." ucap Fuyumi sambil coba mengontrol jiwa fujo di dalam dirinya. "Kamar tamu kan, ko—"
"Ayo langsung jalan kesana!" Todoroki memotong dengan sengaja sambil menyeret (Name). "Aku sudah siapkan futon untukmu juga, jadi jangan kelamaan. Apalagi udaranya dingin banget, kau gak takut masuk angin?"
(Name) mah nurut dan ikut saja sama bendera merah putih yang menariknya itu, "... eh? Apa-apaan sikap mendadak pedulimu itu, Shoto?!"
"Mereka cepat sekali akrab," komentar Natsuo mendadak muncul. "Tapi, Nee-san... aku merasa agak risih."
"Risih?" ucap Fuyumi bingung.
"Ya... sejak gak sengaja liat ff Hawks X Endeavor kemarin, aku jadi trauma. Aku gak mau kalau sampai adik kita juga jadi salah satu bahan fujoan orang-orang... aku sangat khawatir, Nee-chan..."
Mendengar perkataan adiknya itu, Fuyumi tersenyum saja. "Jangan khawatir, Natsuo..." ucap gadis itu. "... aku nge-shipnya Hawks X Zero, kok!"
Natsuo diam saja menatap sosok kakak satu-satunya—Dabi dilupakan—yang ia miliki itu. "Haah, sudahlah..." gumam lelaki itu sambil berbalik. "Hapus aja gue dari KK..."
***
"... apa yang Hawks, Hero No.2 itu, berikan padamu, (Name)?" tanya Todoroki ketika aku baru keluar dari kamar mandi. "Kalian cukup dekat selama kau magang di tempatnya, yah?"
"Aku gak bisa bilang dekat, tapi dia memang pernah menolongku sekali," gumamku sambil mengeringkan rambut pake kain pel dan menuju ke arah kotak yang Hawks berikan itu. "... dan hanya dari itu, aku sudah tahu dia pasti memberikan hal tidak benar padaku-_-"
Untungnya aku salah, ternyata isi kotak itu cuman nastar satu toples gede doang. "Lah? Emang lagi lebaran?" ucap Todoroki sambil menghampiri nastar-nastar tersebut. "... eh? Kau kelihatan gak suka?"
"Aku memang gak begitu suka makanan manis," gumamku pelan. "... kalau mau, kau ambil saja, Shoto. Aku akan merasa gak enak kalau gak dimakan sama sekali."
Todoroki terdiam dan menatapku, "... seriusan kau memberikan ini padaku?"
"Ya, ada apa?"
"Tidak," ucap lelaki itu sambil nyomot satu. "... tapi... ini akan kuhargai dan kusimpan selamanya karena ini adalah hadiah pertama yang temanku berikan padaku..."
"Simpan aja dalam perutmu-_-" gumamku sambil memasukan benda itu ke dalam mulut Todoroki. Sang lelaki pun terdiam dan mengunyah selama beberapa saat, kemudian terdiam. "Kenapa? Dikasih racun yah, itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Fujo/Fudanshi
RomanceYaoyorozu (Name) adalah adik dari Yaoyorozu Momo yang sering sekali dijadikan bahan untuk berfujo ria oleh siswi-siswi di Yuuei. Awalnya hanya di kelas 1-A, tapi perlahan semuanya mulai mengenal (Name) Masalahnya, karena kekuatan dan juga sikapnya i...
