"... ah!" berseru ketika Dabi menusukan penisnya dalam-dalam di lubang lelaki itu. "Mmgh.. D-Dabi..."
"Ayo cepatlah bergerak, (Name)," gumam Dabi tidak sabaran. "Lubangmu ini... menelanku bulat-bulat... ah... tahu..."
(Name) kemudian menatap Shigaraki yang ada di bawahnya. Lelaki itu menutup matanya dengan lengan sementara lengannya yang satu memegangi seprai kasurnya. "... sial..." bisik Shigaraki. "... ini menyakitkan... sialan..."
"... maaf, Shigaraki," gumam (Name) pelan, lelaki itu kemudian mengambil nafas dan perlahan bergerak mundur, kemudian dengan kekuatan penus menusuk ke dalam lubang Shigaraki.
"SIAL!" seru Shigaraki mengumpat saat rasa sakit kembali menghantamnya, tapi (Name) tidak berhenti di sana, lelaki itu terus saja bergerak. "Aahh! Itu menyakitkan! Sialan! (Name)!"
"... tahanlah... ah... S-Shigaraki..." (Name) mendesah keras-keras saat Dabi ikut bergerak mundur tiap kali (Name) bergerak maju, dan bergerak maju tiap kali (Name) bergerak mundur, membuat penisnya bertabrakan dengan lubang (Name). "A-Aah... Dabi..."
"Teruskan..." bisik Dabi sambil mendesah nikmat saat lubang (Name) betul-betul mencengkram penisnya erat-erat. "Bagian dalammu sangat panas dan sempit yah, Zero~"
"D-Diam..." gumam (Name), lelaki itu kemudian kembali mendesah keras-keras sambil terus bergerak maju dan mundur makin cepat.
"Haah!" Shigaraki menggenggam erat seprai kasurnya dengan kedua tangan untuk mengurangi rasa sakitnya. "... (Name), kau... aah... ujung penismu... bergetar di dalamku. Tidak bisa... ini... terlalu menyakitkan... akh!"
"Shigaraki," panggil (Name) pelan sambil mengaktifkan Quirk [Decay], lelaki itu kemudian menggenggam erat tangan Shigaraki, merasakan jari keduanya bertautan. "Lihat... tidak sesakit itu..."
Shigaraki merasakan dirinya seolah akan terobek saking besarnya penis (Name), maka lelaki itu pun menggenggam erat jari-jari lelaki itu atasnya. "Ahh!" serunya saat penis (Name) menabrak sebuah titik, rasa sakit pun lenyap dan Shigaraki terengah-engah. "... (Na-Name)..."
"Di sini?" tanya (Name) pelan, dia kemudian menarik diri sampai penisnya keluar dari lubang Shigaraki, kemudian menusukan miliknya dalam-dalam dan kuat-kuat. "... rasanya enak di sini!?"
"Ahh!" seru Shigaraki. "(Name)! Y-Ya... sangat... kumohon! Ahh! Lebih..."
Shigaraki merentangkan kakinya lebih lebar lagi, memberikan akses lebih pada (Name) untuk menusuk masuk. "Huh," gumam (Name) sambil menyeringai. "... sesuai keinginanmu..."
(Name) kemudian menggerakan tubuhnya lebih keras dan lebih cepat lagi, menyebabkan Shigaraki melupakan rasa sakit di awal dan terus saja mendesah tanpa henti. "(Name)! (Name)! (Name)!" seru lelaki itu sambil menggenggam erat tangan (Name). "Lebih keras lagi... aah... a-aku akan segara... ah!"
"Tunggu sebentar Shigaraki..." ucap (Name) dengan nafas terengah-engah, rasa sakitnya kini sudah hilang, baik bagian depan dan belakangnya diserang habis-habisan oleh kedua Villain ini...
"... (Name)," panggil Dabi dingin saat melihat (Name) dan Shigaraki fokus berduaan dan mengabaikannya. "... lihat sini..."
(Name) agak bingung, tapi akhirnya memutuskan untuk menoleh ke arah Dabi, hanya untuk mendapati bibir lelaki itu mendadak menutupi bibirnya. Sang lelaki yang menjadi korban terbengong, tapi Dabi tidak membuang waktu dan menempelkan tubuh mereka sambil memasukan lidahnya ke dalam mulut (Name)...
"... aah... mmh..." gumam (Name) sambil memejamkan matanya dan pasrah saja pada lidah Dabi yang bergerak di dalam mulutnya, benda hangat dan basah yang bergerak bebas itu tanpa sadar membuat penis (Name) makin keras. "... D-Dabi..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Fujo/Fudanshi
RomanceYaoyorozu (Name) adalah adik dari Yaoyorozu Momo yang sering sekali dijadikan bahan untuk berfujo ria oleh siswi-siswi di Yuuei. Awalnya hanya di kelas 1-A, tapi perlahan semuanya mulai mengenal (Name) Masalahnya, karena kekuatan dan juga sikapnya i...
