Duplication

2.3K 128 54
                                        

"M-Mirio, hentikan...!" ucap Tamaki ketika teman dari oroknya itu mendorong dirinya menuju ke tempat lelaki bermata dan rambut hitam—tapi berkulit putih indah. bersinar, dan cemerlang kek piring abis dicuci pake Mama Lemo*—berada. "A-Aku gak bisa melakukannya! Kau saja yang bilang pada (Name)! Aku pastu akan langsung mati sebelum bisa mengatakannya!!"

Mirio mengabaikan amukan sedemikian rupa Tamaki yang bahkan menyebabkan tentakelnya Koro-sensei lepas dan mengacaukan laboratorium itu dalam upaya memperlambat langkah Mirio yang sudah gada remnya.

"Ayolah, Tamaki! Ini gak akan sesulit itu!" ucap Mirio meyakinkan lelaki itu. "Kau cuman harus menghampiri (Name), mengatakan hal itu dengan senyum dan percaya dirimu, kemudian mengulangnya tiap pagi lagi dan lagi! Setelah itu, aku pastikan—eh, ini kenapa laboratoriumnya mendadak udah kek kapal pecah, yah?"

Tamaki masih saja coba menahan tangan supaya tidak ditarik Mirio, tapi sudah terlembat dan mendadak (Name) udah ada di depan mereka. "Amjiki-sensei, Togata-sensei, apa ada masalah?" tanya (Name) dengan tanpa—padahal banyak—dosanya. "... btw ini kenapa laboratoriumnya mendadak berantakan dan kenapa Amajiki-senpai tentakelnya aktif?"

"Ahaha! Itu sama sekali gak penting!" ucap Mirio sambil tertawa. "Tapi Tamaki ada sesuatu yang mau dikatakan padamu!"

"Gak penting ndasmu, nanti malem gue gada tempat tidur kalo di sini ancur," gumam lelaki berambut hitam itu sinis, tapi ia lalu menatap Tamaki dengan datar-datar alus gimana gitu. "... apa yang mau kau katakan, Amajiki-sensei?"

"U-U-Uh! Anu! Tolong jangan pa-panggil aku Amajiki-sensei lagi..." ucap Tamaki sambil menunduk dengan kurang ajarnya dan bukannya menatap ke arah wajah (Name). "... aku... aku emang gak berguna, gak bisa bicara sama orang lain! Aku emang kentang... maaf... aku cuman kentang yang gak ada gunanya... maafkan aku... maaf..."

"... kenapa sih, ini orang satu?" gumam (Name) masih mencoba sabar dan sopan. "... Ama—ah, kalau aku gak boleh memanggilmu Amajiki-sensei lagi, aku mesti memanggilmu apa?"

"Maaf... aku memang payah... kentang yang payah dan berguna... kentang... kentang... kentang..." ulang Tamaki dengan tidak jelasnya. "Tapi... g-gak berlebihan kalau aku minta padamu untuk memanggil nama depanku saja... kan?"

"Tentu saja gak berlebihan sama sekali. Eh, tapi... nama depanmu siapa yah, Amajiki-senpai...?"

"... Tamaki," ucap lelaki itu kelewat pelan sambil menunduk dalam-dalam dan menolak menatap wajah lelaki yang berdiri tepat di depannya. Tamaki kemudian meraih lengan baju (Name) dan mengangkat tangan lelaki itu sedikit. "Mulai sekarang... tolong panggil aku Tamaki saja... Yaoyorozu... san..."

"Baik," ucap (Name) sambil menunduk ikutan menunduk untuk menatap Tamaki yang entah kenapa menunduk juga sambil menjabat tangannya. "... tapi kalau aku memanggilmu Tamaki, maka sebaai temanku kau gak perlu—"

"TEMEN!?" seru Tamaki sambil termundur kaget, membuat (Name) juga kaget. "Teman... kau bilang? A-Aku hanya... kentang yang gak berguna dan bahkan gak bisa bersosialisasi, aku... aku gak pantas jadi temanmu!!"

"Kenapa sih, emangnya?" tanya (Name) lagi, rada bingung dia ngadepin rekan kerja sekaligus kakak tingkatnya yang susah sosialisasi ini. "... Onee-sama suka-suka aja sama kentang, jadi aku juga cukup suka kentang, kok. Kalaupun Tamaki adalah kentang... aku akan dengan senang hati memakanmu, kok."

Tamaki membeku dengan perkataan (Name) yang seolah menusuk telinganya dengan rasa panas yang tauh-tauh menjalar ke seluruh wajahnya. "A-A-A-Aku!" ucap Tamaki gagap banget sambil puter balik dan langsung saja lari. "Aku mau pulang sekaraang...!!"

"A-Ah, Tamaki!" panggilan (Name) pun bahkan diabaikan oleh sang lelaki. "... duh, salahku dimana sih, yah...?"

Mirio yang ngeliat temennya kabur begitu saja pun cuman mendesah. "Bukan kau yang salah, (Name), Tamaki cuman... butuh waktu," ucap Mirio. "Tapi aku masih gak paham apa susahnya menyapa orang yang kau suka dengan kata-kata 'selamat pagi' normal aja..."

Dear Fujo/FudanshiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang