Harley bersiap-siap untuk bertemu dengan Belle pagi harinya. Aaron melihat Harley yang sedang merias diri dengan makeup natural.
"Kau hanya berias dikit saja membuatku jatuh cinta padamu sayang" puji Aaron menaruh kepalanya dibahu Harley. Harley menyunggingkan senyumannya dan membalikkan badannya kearah Aaron.
"Terimakasih sayang" ucap Harley mencium bibir Aaron. Tak lama kemudian Belle datang dan memasuki kamar Harley.
"Upss ada yang bermesraan disini" ucap Belle jahil melihat pemandangan yang sangat tidak masuk akal itu. Harley dan Aaron menyudahi nya dan Harley menghampiri Belle.
"Oh maaf, aku tidak tahu kau masuk kesini" sesal Harley polos merapikan bajunya kembali. Aaron melipatkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Sudah main masuk saja kau sepupu sialan. Kau menganggu percintaan ku" geram Aaron melirik Belle benci. Belle tersenyum dan menarik tangan Harley turun dari kamar nya.
"Sudahlah, aku ingin mengenal lebih dekat dengan calon sepupu ku ini. Lebih baik berikan kartu mu untuk calon pengantin mu ini" ucap Belle menatap Aaron kesal. Aaron memberikan kartu hitam untuk Harley dan mencium kening nya.
"Belanja lah sesuka mu sayang. Anak buahku akan mengawasi mu" ucap Aaron mengelus pipi Harley.
"Baiklah" balas Harley meninggalkan Aaron dan memasuki mobil Belle yang diikuti oleh anak buah Aaron. Mereka berdua menghela nafasnya lega.
"Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan sepupu gilaku" tanya Belle penasaran didalam mobil. Harley menghembuskan nafasnya pelan dan melirik kebelakang melihat mobil anak buah Aaron mengikuti nya.
"Baiklah begini ceritanya" Harley menceritakan dari awal pertemuan dan penculikan dirinya pada Belle. Betapa terkejutnya Belle mendengar cerita Harley yang diculik karena obsesi seorang Aaron Constantine.
"Oh my God" umpat Belle kesal mendengar bahwa sepupunya menculik Harley.
"Ini benar-benar keterlaluan. Dia tahu kau sudah bersuami tapi pria gila itu tetap mengajakmu untuk bercinta dengannya? Sumpah atas nama Tuhan dia memang gila" geram Belle didalam mobilnya. Harley menoleh ke arah Belle penasaran tentang hubungan dirinya dan Aaron.
"Tapi kenapa kau membenci dirinya? Padahal kau sepupu nya" tanya Harley penasaran. Belle melihat handphonenya sebentar.
"Kau tahu pria itu sudah tidak waras saat kau meninggalkan nya. Dia mati-matian bela diri dan mengantikan posisi ayahnya menjadi seorang mafia yang lebih unggul darimu. Aku tidak setuju kalau orang itu memiliki obsesi untuk menjadi lebih hebat dengan cara kotor. Maka terjadilah aku dan dia saling membenci" jawab Belle memberikan senjata dessert eagle untuk Harley.
"Ini untukmu. Sudah aku isi penuh dengan peluru" ucap Belle menyerahkan senjatanya.
"Apa kau masih mahir memakainya walau kau tidak melakukannya lagi?" Tanya Belle khawatir. Harley tersenyum dan memegang tangan Belle.
"Walau aku tidak turun tangan lagi,tetapi aku selalu memakainya untuk berlatih di mansion" jawab Harley menaruh senjatanya di pahanya.
"Tolong jelaskan sebenarnya kemarin kenapa kau mencium orang itu sampai kau mengatakan sayang padanya" tanya Belle tentang kejadian kemarin itu. Harley tersenyum seringai.
Sebelumnya
Sesampai di Paris, Harley memikirkan sesuatu sebelum dia tidur. Dia melihat sekeliling yang dipenuhi oleh foto dirinya yang dari usia 10 tahun sampai sekarang. Dia memutar otaknya untuk keluar dari sini.
'Seperti nya aku harus mengikuti apa yang orang ini inginkan. Walau itu hal yang menjijikkan bagiku. Tapi hanya cara ini agar aku bisa keluar dari sini. Baiklah aku akan melakukannya' pikir Harley sambil tersenyum dan dia pergi tidur.
Off
Belle mengangguk mengerti dengan rencana temannya ini.
"Kau terlalu terpaksa melakukan ini Harley" ucap Belle mengambil sesuatu dari tasnya. Harley tersenyum hambar.
"Hanya cara ini aku bisa pergi dari orang gila itu. Sekarang kita mainkan saja" ujar Harley menyuruh Belle membawa sesuatu berbentuk tabung.
"Beruntung Alfredo memberikan ini sebulan yang lalu" balas Belle melemparkan tabung itu keluar dan bergelinding dibawah mobil anak buah Aaron.
'duarr'
Ternyata yang dilempar oleh Belle itu adalah bom. Mobil itu meledak dan terbakar.
"Syukurlah" syukur Harley memeluk Belle.
"Terimakasih Belle. Kau menyelamatkan ku" ucap Harley terharu.
"Sama-sama sayangku. Itulah tugas seorang sahabat bukan. Sekarang kau pergi. Anak buah tuan Eddy menunggumu disana" ucap Belle membuka pintu mobilnya yang sudah sampai di lapangan luas. Disana ada helikopter dan beberapa anak buah Eddy Quinn yang menunggunya.
"Nona, akhirnya anda selamat dari bahaya" ucap salah satu dari mereka memberikan penutup telinga untuk Harley.
"Terimakasih kalian menjemputku" balas Harley dan menghampiri Belle.
"Bagaimana dengan dirimu bell? Nanti kau dibunuh oleh Aaron karena ketahuan membantuku melarikan diri" tanya Harley pada Belle khawatir. Belle menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa sayangku. Aku sudah memberitahu suamiku untuk pergi dari Perancis saat ini. Nanti aku akan menyusul dirinya dibandara. Kita akan berlindung di Australia" jawab Belle bergegas memasuki mobilnya.
"See you soon darling. Kami akan berpihak padamu" teriak Belle melambaikan tangannya dan pergi dengan mobilnya. Harley membalas lambaian tangan nya dan segera memasuki helikopternya.
"Segera kita keluar dari sini" ucap Harley duduk di bangku helikopter nya.
"Bagaimana dengan ayah?" Tanya Harley pada salah satu anak buahnya. Harley mengetahui jika Eddy masih hidup. Dia sengaja berakting sedih saat Eddy berdarah.
"Tuan besar baik-baik saja nona. Dia menunggu kehadiran anda" jawab mereka menerbangkan helikopternya menuju bandara. Harley menghembuskan nafasnya lega mendengar kabar dari ayahnya itu. Sesampai di bandara Harley dikawal memasuki pesawat pribadinya dan duduk di kursi penumpang.
"Bawakan aku makanan dan minuman. Aku sangat lapar" pinta Harley pada pramugari.
"Baik nona" ucap pramugari itu sopan melaksanakan tugasny. Harley menatap kedua cincin yang dia kenakan dan mencium batu cincinnya.
"Aku menunggu kalian" ucap Harley tak sabar untuk pulang.
Sementara itu.
Aaron melemparkan handphonenya kesal karena anak buah yang dia suruh mengawasi Harley tewas karena ledakan bom.
"Arghhhh.... Berani-beraninya wanita itu kabur dariku" geram Aaron melemparkan guci dan vas kesembarang arah. Dia benar-benar kesal jika Harley lari darinya. Juga Belle sudah pergi meninggalkan negara ini 2 jam yang lalu.
"Aku akan mendapatkan mu Harley bagaimanapun juga" ucap Aaron tersenyum seringai mengambil foto Harley.
KAMU SEDANG MEMBACA
Like Harley Quinn 2 ( End)
Action7 tahun meninggalkan dunia merah, tiba-tiba seseorang dari hidupnya yang lalu menculiknya dari keluarga kecilnya dan ayahnya. Harley berusaha melepaskan diri dari seseorang itu tapi selalu tidak berhasil dan selalu ditangkap dan dibawa ke tempat y...
