Sesampai dirumah Harley menurunkan Agnes dan menyuruhnya masuk. Harley membawa semua belanjaannya kedalam rumah dan menaruhnya diatas meja makan. Tak lama kemudian suara bel rumah mengagetkan nya.
'siapa yang bertamu hari ini?' tanyanya dalam hati. Dia melihat layar kamera disamping pintu rumahnya yang berguna untuk mengetahui siapa yang mengunjungi rumah nya. Ternyata itu adalah Eddy dan Noah. Harley segera membuka pintu rumahnya.
"Ayah" girang Harley memeluk Eddy. Pria itu memeluk putrinya dengan erat.
"My daughter" ucap Eddy bertemu dengan anak kesayangannya. Harley menyuruh masuk dan membuatkan minuman dan kue untuknya.
"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Eddy sambil meminum teh lemon nya.
"Baik ayah. Kau sendiri bagaimana?" Tanya Harley memberikan teh untuk Noah. Agnes datang menghampiri Eddy dengan girang.
"Kakek..." Girang Agnes kedatangan kakeknya. Eddy dengan senang hati menggendong cucu terakhir nya.
"Hai sweety..." Eddy mencium pipi tembam Agnes dengan gemas. Dia lalu duduk kembali.
"Aku baik-baik saja" sambung Eddy memangku Agnes. Noah tersenyum melihat Eddy dengan cucunya.
"Nona apa Ivan sudah siap menjadi pemimpin klan Martinez?" Tanya Noah pada Harley.
"Anak itu bilang dia siap tapi aku menyuruhnya menunggu sampai dia 17 tahun untuk memimpin. Aku hanya membantu sedikit anak itu untuk menjadi pemimpin" jawab Harley memainkan liontin hatinya. Eddy menurunkan Agnes dipelukan nya dan balita itu berlari bermain di kamarnya.
"Nak mungkin ini saatnya aku memberikan cincinku untukmu" Eddy melepaskan cincin yang dia kenakan dan memberikan itu pada Harley. Harley menatap cincin emas dengan batu emas berukir mahkota tertusuk pisau.
"Kenapa kau menyerahkan ini padaku ayah?" Tanya Harley kebingungan.
"Usiaku tidak semuda dulu lagi nak. Aku sudah tidak memimpin klan Quinn lagi. Sekarang aku mewarisi untukmu" jawab Eddy mengelus rambut panjang Harley.
"Apa ada masalah sebenarnya?" Tanya Harley curiga pada ayahnya sendiri.
"Sebenarnya nona, selama sebulan ini tuan diawasi oleh seseorang. Kita sudah mengumpulkan penjaga untuk menjaga tuan besar" jawab Noah menegakkan badannya. Harley menaikkan alis kiri nya.
"Siapa orang itu yang berani mengawasi ayahku?" Tanya Harley dingin. Eddy menggelengkan kepalanya.
"Kita tidak tahu sayang. Jika itu adalah pencabut nyawa ku aku siap mati dalam keadaan apapun" jawab Eddy memasang kan cincin kebanggaan nya.
"Anggap saja ini pelindungmu my daughter" ucap Eddy mencium tangan kanan Harley yang sudah dipasangi cincinnya. Harley menggelengkan kepalanya.
"Ayah, kau tidak boleh berbicara seperti itu. Jika kau mati ditangan orang itu,aku akan membunuh orang itu"ujar Harley dengan tatapan dingin.
"Tapi untuk berjaga-jaga pakailah rompi anti pelurumu yang pernah aku rakit untukmu ayah" sambung Harley dengan tatapan memelasnya. Eddy mengangguk sambil tersenyum.
"Selalu sayang aku memakainya. Begitu juga dengan Noah" balas Eddy melihat kekhawatiran putrinya itu.
"Dimana Axel dan Alexa sayang? Aku merindukan mereka bermain di mansion sambil menembak" tanya Eddy menoleh kepalanya disekeliling rumah Harley.
"Anak-anak itu sedang disekolah. Katanya mereka harus berlatih mengikuti lomba yang diadakan besok" jawab Harley menangkap Agnes yang berlari kepadanya.
"Semoga anak-anak itu menjadi juara seperti mamanya" ucap Eddy melirik Agnes yang berada dipangkuan Harley. Tak lama kemudian pintu terbuka dan masuklah Axel dan Alexa berlari menghampiri Eddy.
"Kakek..." Girang mereka dan memeluk Eddy.
"Oh... Cucu-cucu ku" ucap Eddy mengacak rambut anak-anak itu.
"Hei, katanya kalian ada kelas tambahan?" Tanya Harley curiga pada anak kembarnya.
"Yup, tapi pas pelajaran pertama dan terakhir kita diizinkan untuk tidak mengikutinya" jawab Axel dan dibalas dengan anggukan Alexa.
"Tapi kita diperbolehkan untuk berlatih untuk perlombaan pada pelajaran pertama sampai terakhir oleh guru kami" balas Alexa berlari menuju kamarnya dan disusul dengan Axel. Harley menggeleng kepalanya melihat tingkah anak kembarnya itu.
"Anak-anak" kekeh Eddy melihat kelakuan cucu kembarnya itu.
Seorang pria berjalan didalam mansionnya yang seperti kastil berbatu dipinggir lautan. Dia memasuki ruangannya yang penuh berisikan foto seorang wanita dengan mata biru. Dia mencium foto besar wanita itu tepat dibibirnya.
"Tunggu aku my darling"
KAMU SEDANG MEMBACA
Like Harley Quinn 2 ( End)
Action7 tahun meninggalkan dunia merah, tiba-tiba seseorang dari hidupnya yang lalu menculiknya dari keluarga kecilnya dan ayahnya. Harley berusaha melepaskan diri dari seseorang itu tapi selalu tidak berhasil dan selalu ditangkap dan dibawa ke tempat y...
