saved or trapped

40 0 0
                                        

Allan memberikan jaket hitamnya pada Harley yang masih terdiam di kursi penumpang. Sedangkan Slava sibuk menyetir menghindari kejaran anak buah Aaron. Allan terus menembak beberapa anak buah Aaron dengan senjata. Merasa bosan Harley mengambil granat di bawah kakinya dan menarik atas granat itu.

"Allan berlindung" titah Harley menarik bawah baju Allan dan Allan menunduk begitu juga dengan Slava. Harley melemparkan granat itu tepat di mobil hitam itu.

'duarr'
2 mobil hitam terkena ledakan granat. Harley tersenyum seringai melihat nya.
"Leganya" Harley duduk kembali dan memakai sepatu cadangan Slava.

"Harley sebentar lagi kita dekat dengan ayah dan suamimu. Mereka menunggu mu" lapor Slava yang masih menyetir mobilnya.

"Baiklah. Terimakasih" ucap Harley sambil tersenyum lega.
"It's okay my friend"balas Allan disampingnya. Mereka berkendara di jalanan sambil melihat sekelilingnya.

Sementara itu

Belle mengendarai mobilnya untuk mengelabui orang suruhan Aaron yang sedang berusaha menangkapnya.  Alfredo, Suri dan Akira menembak orang-orang suruhan Aaron dengan senjata mereka. Sungguh banyak sekali anak buah Aaron itu.

"Bell, bisakah lebih cepat kau mengendarai mobil ini?" Tanya Alfredo sambil menembak musuh. Tiba-tiba mobil itu mati sendirinya.

"Sial, bensinnya habis" umpat Belle berusaha menyalakan mobilnya tapi tidak bisa.

" Peluru ku habis" ujar Akira dan Suri melihat isi pelurunya.

"Benar-benar habis total" seru Suri. Tiba-tiba beberapa mobil mengepung mereka sambil menodongkan senjata. Beberapa dari mereka yang berpakaian hitam itu membuka pintu mobil itu dan memaksa mereka keluar dari mobil sambil menodongkan senjata.

"Keluarlah nyonya Belle" seru salah satu dari mereka. Tak lama kemudian Belle menendang salah satu dari mereka dan merebut senjatanya. Belle menodongkan senjata itu kearah orang-orang berpakaian hitam itu.

"Jangan sentuh kami" ancam Belle menodongkan senjatanya. Alfredo menghantam salah satu anak buah Aaron dan mengambil senjatanya. Begitu juga dengan Akira dan Suri yang melakukan hal yang sama seperti Belle. Mereka menghajar anak buah Aaron yang sangat banyak.

"Mereka banyak sekali" umpat Suri menembak salah satu dari anak buah Aaron.

"Belle, seberapa banyak anak buah Aaron?" Tanya Akira menebas mereka dengan katananya yang selalu dia bawa dipunggung nya. Belle melirik Akira sekilas.

"Setara dengan Harley yang aku tahu" jawab Belle menembak mereka.
"Dan parahnya, anak buah sepupu sialku adalah kebanyakan adalah mantan tentara" sabung Belle membela dirinya.

"Sial! Kita bertarung dengan mantan tentara" umpat Alfredo mematahkan leher mereka dengan tangannya. Tiba-tiba ada seseorang yang menembak lengan Belle.

'dor'
"Arghh. Sial" umpat Belle menahan lukanya. Tiba-tiba ada yang tertawa dari belakang orang-orang berpakaian hitam itu.

"Akhirnya aku bisa mencelakai sepupu ku" ternyata itu Aaron yang menembak Belle. Beberapa anak buah Aaron menahan Akira, Suri dan Alfredo. Aaron berlutut didepan Belle.

"Sudah lama aku ingin menembak mu sepupu sialku" ucap Aaron menjambak rambut Belle.

"Lebih baik kau bunuh aku orang gila daripada kau mengejar Harley" geram Belle menatap Aaron sinis. Aaron menarik rambut Belle sehingga dia berdiri.

"Jadikan mereka umpanku" titah Aaron melempar Belle di atas aspal. Anak buah Aaron menghajar mereka sampai tak berdaya. Tak lama kemudian sebuah mobil biru datang meminggirkan mobilnya. Ternyata itu Liam yang menyusul Belle. Dia mengambil senjata nya.

"Kau apakan mereka orang gila?" Tanya Liam menodongkan senjata revolvernya pada Aaron. Pria berambut hitam itu tersenyum seringai.

"Wah kau suami kekasihku bukan? Akhirnya kita bertemu" ucap Aaron memberikan tangannya. Liam menepisnya.

"Kau memiliki obsesi yang sangat parah Aaron. Kau memiliki mental yang sangat haus akan keberadaan Harley.  Aku tahu kau menyentuh istri ku orang gila" geram Liam menggenggam senjatanya. Tiba-tiba Aaron menembak perut Liam dengan senjata nya.

'dor'
"Arghh kau bedebah" umpat Liam menahan sakit diperut nya. Aaron tertawa dan menendang Liam sampai tersungkur.

"Hahaha apa bedanya aku dan dirimu Liam? Kau terobsesi padanya sampai masuk rumah sakit? Ckckck kau lebih menyeramkan dariku" balas Aaron memukul wajah Liam sampai babak belur.

"Biarkan dia bebas Aaron. Dia bukan boneka" ucap Liam menahan sakitnya. Aaron tersenyum dan mencengkram kerah baju Liam dan menatap mata abu-abu nya.

"Dia selalu milikku kau tahu. Dia sudah menyerahkan dirinya demi keselamatan keluarganya. Aku tidak mau usahaku yang mencintai nya selama 17 tahun itu sia-sia" geram Aaron meninju wajah Liam lagi. Aaron menyudahi perbuatannya.

"Bawa dia sebagai umpanku" ucap Aaron menaiki mobil Liam dan mengendarai nya dengan kecepatan penuh.

Eddy berada di pinggir jalan tol dengan beberapa anak buahnya. Sementara Ray melihat keberadaan Harley lewat tab Ray. Tak lama kemudian ada tanda merah di sekitar tab Ray yang berarti Harley sudah hampir sampai di tempat Eddy.

"Tuan, nona hampir sampai" lapor Ray pada Eddy.
"Baiklah, kerahkan keamanan sekitar" suruh Eddy keluar dari mobilnya. Tak lama kemudian Harley sudah sampai ditempat Eddy menunggu. Slava memarkirkan mobilnya dipinggir kanan jalan.

"Ayah" Harley membuka pintu mobil dan menurunkan kakinya yang terluka diatas jalan beraspal. Eddy membuka kaca mata hitamnya dan melihat Harley yang berlari pelan menghampiri nya. Dia melihat kedua kaki Harley yang terluka dari kejauhan.

'kakinya kenapa?' tanya Eddy dalam hatinya. Dia merenggangkan kedua tangannya untuk menyambut Harley.

"Anakku" seru Eddy melihat Harley yang berlari pelan menahan sakitnya itu. Saat Harley setengah menghampiri Eddy, tiba-tiba ada yang menembak Eddy dan anak buahnya.

'dor...dor...dor..'
Eddy tersungkur menahan tembakan di dada kanannya. Ray yang tersungkur menahan tembakan di paha dan bahunya.  Harley terkejut melihatnya.

"Ayahhhh" teriak Harley berusaha menghampiri Eddy tapi ada suara yang menahannya.

"Diam ditempat atau mereka mati ditanganku" ternyata itu Aaron menodongkan senjatanya pada Harley 10 meter dari tempat dia berdiri. Harley melihat Slava dan Allan ditahan oleh anak buah Aaron. Harley terkejut mendapati anak buah Aaron membawa teman-teman nya dan Liam berlutut dalam keadaan babak belur dan berdarah-darah.

"Teman-teman... Liam.." teriak Harley histeris melihat orang-orang yang dia sayangi disandera oleh Aaron.

"Apa yang kau inginkan Aaron? Apa?!! Kau tidak puas melihat diriku menderita karena dirimu?" Geram Harley menatap Aaron yang sedang menodongkan senjatanya. Aaron tersenyum seringai. 

"Kau tahu yang aku inginkan sayang" ucap Aaron menurunkan senjatanya.
"Aku hanya ingin kau"

Like Harley Quinn 2 ( End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang