BAB 1 PERTEMUAN KITA

2.4K 523 459
                                        

“Ini adalah pertemuan kita, rasa itu kapan akan tumbuh dengan sendirinya?”

—Nathania Angela.

Sampai di SMA Nusa Bangsa, terlihat gerbang yang cukup tinggi itu sudah tertutup rapat dan dikunci dengan gembok serta rantai bewarna coklat karat. Nathania dan Steven berhenti di depan gerbang. Biasanya, ada Pak Mael satpam SMA ini yang menjaga di pos. Tapi, sekarang tidak ada. Kemana Pak Mael? Mungkin itu yang sedang di pikirkan Nathania dan Steven.

“Astaga, Stev. Kita telat lagi, lo si,” ucap Nathania dengan kesal turun dari motornya.

Steven melepaskan helm,“Lo nyalain gue Tan? Jelas-jelas yang ngajak balapan motor tadi lo 'kan?”

“Ahhh!” Nathania berdecak kesal, mundar-mandir memikirkan cara.

“Manjat!”

What? Lo mau modus 'kan? Supaya lo bisa ngintip celana dalam gue, iya 'kan? Ngaku lo!” pekik Nathania di luar gerbang sekolah.

“Astaga Nathania.” Steven menggelengkan kepalanya. “Lo udah ngenal gue dari dulu, trus sekarang lo malah nuduh gue yang nggak-nggak. Betapa kotornya pikiran lo,” sambungnya.

“Harus ya?” tanyanya.

“Bukan harus lagi, tapi wajib!” jawab Steven geram. “Manjatnya barengan apa sendiri-sendiri nih?”

“Barengan lah, ntar yang ada lo ngintip lagi,” jawab Nathania sambil memanjat pagarnya.

“Brisik lo.” Steven memanjat dengan cepat sampai-sampai pagar tinggi itu tergoyang.

“Stev pelan-pelan dong. Kalo jatoh gimana?” ujar Nathania yang sudah duduk di atas pagar tersebut.

“Lebay,” jawab Steven.

“Eeeh,” lirih Nathania bingung kenapa pagar ini bisa terbuka? Padahal tidak ada siapa-siapa dan lagi pula hanya Pak Mael yang mempunyai kunci gerbang. Nathania dan Steven terdiam kikuk menyeimbangi pagar itu agar mereka tak jatuh. Perlahan pagar itu terbuka. Mereka masih terduduk di atasnya.

“Turun.” suara berat mengejutkan Steven dan Nathania.

“Eeh ketos, ini mau turun kok,” jawab Nathania tersenyum getir. Steven langsung loncat meninggalkan wanita ini di atas pagar itu.

“Bisa?” tanya ketos itu pada Nathania.

“Bi-bisa kok, bisa.” walaupun gugup Nathania langsung melompat ke bawah, untungnya ia tak tersungkur. Jika tersungkur, mau taruh di mana wajah yang cantik dan imutnya itu?

Sampai di hadapan ketos yang dinginnya minta ampun!

“Ini udah yang ke berapa kali lo telat?” tanya ketos dengan wajah tanpa ekspresi.

“Gue apa Steven?” sahut Nathania mulai santai berhadapan dengannya.

Steven menoleh kearah Nathania,“Berdua woy!”

“Lari,” ucapnya.

“Ha? Lari? Kemana?”

“Lapangan.”

“Yang ngomong jelas dikit dong! 'Kan emosi gue jadinya. Lo ngomong hemat bener, emang kalo orang kaya ngomong harus bayar, yah? Sampe-sampe lo ngomong satu kata dua kata.” kesal Nathania terhadap sikap dingin ketos itu. Wanita sangat benci jika ada yang cuek pada dirinya.

“Lari 15 putaran,” ucapnya lagi Semakin membuat Nathania emosi.

“15? Lo tuh yah-”

“20 putaran,” sambungnya.

Tentang NathaniaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang