BAB 37 SELEMBAR KERTAS

427 84 89
                                        

“Silakan baca, dan silakan dipahami. Semua ini akan muncul suatu hari nanti.”

—Egi Saputra untuk Nathania Angela.

Hari ini, Egi mengajak Nathania untuk mengenal apartment yang ia miliki. Egi memarkirkan motornya di halaman depan rumah Nathania, Mang Reno sedang mencuci mobil, Bik Tata sedang menyirami tanaman. Egi izin pada Bik Tata untuk mengajak Nathania pergi, lelaki ini segera memasuki rumah mewah yang bernuansa itu.

Kaki nya terhenti saat suara piring pecah terdengar dari arah dapur, bergegas cepat ia menghampirinya. Dapur begitu kacau saat ini, satu wanita menggunakan kaus biru langit sedang memegang pisau. Dampar putih yang biasanya untuk memotong tempe. Kini dijadikan untuk memotong ikan.

Egi menarik napas kasar,“Lo ngapain?! Jantungan gue dengernya!” kesal Egi mendekati Nathania.

Wanita ini menoleh,“Gue mau masak ikan, gue pikir lo lama datengnya. Jadi, masak dulu, buat ganti ikan gosong waktu itu,” balas Nathania menyengir.

“Gak usah, sini. Biar gue aja yang lanjutin,” ujar Egi mengambil alih pemotongan daging ikan.

“Lo beresin pecahan piring itu, hati-hati. Jangan sampe luka,” lanjut Egi dibalas dengan anggukan oleh Nathania.

Nathania bukanlah wanita yang begitu cepat terluka karena pecahan beling, wanita ini mudahnya terluka di hati. Karena, luka yang timbul setiap saat selalu sangat menyakiti hidupnya. Hingga, penyebab hati terluka masih di kenang saat ini.

Wanita ini dengan cepat membersihkan pecahan-pecahan yang berserakan di lantai dapur, ia memasukan pecahan itu ke dalam plastik. Lalu di buang ke kotak sampah yang tersedia di dapur. Nathania segera mengambil tissue yang tersedia di atas meja, lalu mengelap keringat yang ada di pelipis kening Egi.

“Mas pacar, kalo cape gantian aja,” katanya.

“Ini udah selesai goblok! Tinggal di masak,” balas Egi menghidupkan kompor.

“Dihh, anjing lo! Gue 'kan cuma mau bantu doang, gak mau juga gak masalah,” tutur Nathania.

“Ambilin dua piring,” titah Egi.

“Males.”

“Katanya mau bantuin, buruan! Gue mau ngajak lo ke apartment,” ucap Egi.

“Seriuuss?!” Egi mengangguk.

Setelah mendapatkan anggukan dari sang pacar, wanita ini segera mengambil dua piring putih bersih, tanpa noda yang menempel. Nathania dan Egi segera memakan ikan itu, tidak terlalu lama, mereka bersih-bersih lalu pergi meninggalkan rumah. Di perjalanan, Nathania bernyanyi lagu berjudul ‘cinta monyet’ Egi hanya mendengarkan.

Nathania turun dari motor Egi, sepasang kekasih yang masih remaja ini di sambut ramah oleh pegawai apartment. Egi mengajak Nathania untuk mengelilingi ruang-ruang yang ada di dalam apartment, lelaki ini menggenggam jemari tangan gadisnya.

Nathania menoleh kearah Egi,“Langsung ke kamar lo aja, gue mau liat isinya.”

“Nanti, lo harus liat apartment mewah gue. Kalo udah, baru lo bisa liat kamar gue,” balas Egi.

“Enggak gitu, dong! Lo harus liatin kamar dulu, kalo udah baru deh, ruangan yang lain!” imbuh Nathania.

“Nurut sekali aja, bisa nggak? Diem! Jangan banyak omong lagi, okeh?” usul Egi di balas dengan anggukan malas dari Nathania.

Tentang NathaniaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang