“Kenangan yang sudah berbulan-bulan kita lalui, itu udah cukup belum? Kalo belum, mau gue tambah.”
—Nathania Angela.
Kedatangan Nathania di sekolah, sangat membuat Egi terusik. Ujian hari ini telah berakhir 20 menit yang lalu, Egi melihat kedatangan Nathania bersama Steven. Tetapi, lelaki ini membuang muka dengan beralih tatapan pada Bara dan Arga yang sedang menunggunya.
Sekarang, di koridor kelas sangat sepi. Menyisakan beberapa manusia di sini dengan keheningan. Saat Nathania berlari kecil dan langsung meraih pergelangan tangan Egi, lelaki ini menepis kasar. Ia menatap wajah Nathania yang sedang kacau, sangat berbeda di hari-hari kemarin. Nathania menatapnya sendu, sangat sendu hingga Egi tak tega beranjak pergi.
Egi menarik tubuh Nathania ke dalam dekapannya. Memeluk erat tubuh wanita ini dengan bertanya,“Lo kenapa?”
Steven yang dari tadi diam tak bersuara, kini menatap kesal ke arah Egi.“Cih! Pertanyaan konyol yang belum pernah gue denger,” gumam Steven terdengar ditelinga Bara dan Arga.
“Konyol apa maksud lo?” balas Bara serius.
Steven menoleh,“Punya otak 'kan? Pikir sendiri,” balas Steven beranjak pergi ke parkiran sekolah.
“Astaghfirullah, semua berubah jadii macan. Cuma gue yang masih berhati mulia, baik, sopan dan gak pernah ngegas,” timpal Arga menepuk pundak Bara.
“Lo bener, Ga. Sejak Nia selalu dekat sama Steven dan masih berstatus pacar Egi, semuanya berubah. Gak kayak dulu, apa-apa kita jadiin candaan,” ungkap Bara.
“Lo baru tau kalo semua berubah? Gue mahh udah lama,” imbuh Arga.
“Yeee, kenapa jadi sedih gini sih, Ga? Buruan, kita nyusul Steven di parkiran. Biarin aja sepasang kekasih bucin ini menyelesaikan masalah mereka,” cibir Bara.
“Ahsiaapp!” tandas Arga dengan suara kencang membuat Bara menggelengkan kepalanya.
“Alhamdulilah, Tuhan telah memberikan manusia aneh seperti Arga. Tapi, cukup satu saja ya, Tuhan? Bara capeeeee ngadepinnya.” batin Bara berucap dengan menatap atap koridor.
“Baraaaa! Guee duluaan!” pekik Arga yang sudah sedikit jauh dari hadapan Bara.
“Mana bisa, keburu kecoa terbang, Ga!!!” jerit Bara menggema di koridor kelas.
Egi menuntun Nathania untuk ke kantin, dua remaja yang masih duduk di bangku SMA ini saling memandang. Nathania berjalan di samping Egi dengan berdiam diri dari tadi, lelaki ini sudah pusing ingin berbuat apa. Ini semua salah Egi, kah? Tidak seharusnya Egi marah gara-gara Nathania dekat dengan Steven. Mereka bersahabat, sudah wajar jika sangat dekat.
Nathania dan Egi duduk berhadapan, dua remaja ini saling melemparkan pandangan. Nathania menunjukkan wajah emosi, sedih, semuanya bercampur. Sedangkan Egi biasa-biasa saja, ia merasa tidak ada yang salah pada dirinya. Cowok memang gitu bukan? Selalu marah kalo ceweknya dekat sama cowok lain.
Walaupun hanya bersahabat.
“Nia, lo kenapa, sih?” tanya Egi.
“Gue kenapa? Kok lo nanyanya gitu, Gik?” balas Nathania. “Gak ada pertanyaan lain apa?” lanjutnya.
“Ya udah, iya. Kita ada masalah apa, ya? Padahal, gue cuma cemburu aja. Trus kita jadi canggung gitu,” ucap Egi berkata dengan sangat jujur.
“Lo juga sih, Gik! Kenapa harus cemburu sama Steven?”
“Lahhh, cowok mana yang rela ceweknya selalu dekat sama cowok lain, Nia? Gak ada, kalo ada lo boleh potong telinga gue!” cela Egi.
“Yaa, gak gitu juga. Kalo lo cemburu, kita selesain masalahnya baik-baik. Jangan kabur, dong!” jawab Nathania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Nathania
Ficção Adolescente(Tamat) [Belum revisi sama sekali] ••• Tentang Nathania Angela. Sosok wanita nakal yang kerap dipanggil Atan, Nia dan Beo. Wanita ini mempunyai sahabat lelaki, Steven Gioliem dan Toni Afriando. Awalnya, Nathania menjalin hubungan dengan lelaki yang...
