"Om Rama ---"
"Hmmm...?"
Aku naik ke atas pangkuannya. Aku tidak peduli, kalau dia lagi serius dengan laptop dan pekerjaannya.
"Kamu jangan mulai. Nanti saya yang nafsu, kamu malah kabur lagi."
"Jadi boleh ya undang-undang perayaan rumah barunya?"
"Masih banyak tukang disana-sini. Kamu memangnya tidak dengar suara berisik di luar?"
"Yaah, gak seru."
"Kalau kamu mau yang seru ---" Om Rama tiba-tiba merobek kaosku. Dia langsung memelukku, dan mencium bibir, leher, dan pipiku.
"Tolong-tolong, aku dicabuli sama om-om jomblo yang lagi merana!!"
Om Rama menghentikan aksinya. Dia malah mengajakku beradu hidung.
"Kaosku jadi robek, Om Rama. Kan ini harganya mahal."
"Salah siapa yang mancing-mancing duluan?"
"Ihhh, keras...!!" aku pun lompat turun dari pangkuannya. "Jangan mendekat!"
"Yasudah, kalau begitu gak jadi perayaan rumah barunya."
"Jangan gitu dong, Om Rama."
"Sini --" dia menepuk-nepuk pahanya.
Aku mendekatinya dan duduk lagi dia atas pahanya. Tapi kali ini aku duduk dengan posisi memunggunginya. Tangan Om Rama pun melingkar di pinggangku. Dia mencium dan menjilati leher dan telingaku.
"Om Rama --"
"Hmmm..?"
"Memangnya kulitku manis kayak permen ya?"
"Kalau tidak manis, mana mungkin saya terpikat denganmu."
"Boleh ya undang-undang Gilbert sama temanku yang lain?"
"Satu ronde dulu bagaimana?"
"Yaahhh -- iya deh."
Om Rama menaikkanku ke atas meja kerjanya. Dia singkirkan semua barang-barangnya di atas meja sampai jatuh berantakkan.
"Saya akan mencoba gaya baru denganmu. Apa kamu siap?"
"Gaya kodok ya, om?"
"Kamu --- nikmatin saja permainan saya."
•
•
•
•
•
"Ody...!!" Gilbert semangat sekali begitu turun dari mobilnya.
Aku berlari menghampirinya, tapi bukan dia tujuanku. Melainkan Om Panda yang sangat jantan dan tangguh itu.
"Om Panda...!!"
"Duhhh, kayaknya ada yang kangen banget."
"Hei-hei, gak usah peluk lama-lama!" Om Rama selalu aja ngirian jadi orang. Padahal hampir sepanjang hari dia selalu memelukku dimana pun dan kapanpun.
"Beli rumah nih ceritanya?" ucap Om Panda.
"Aku yang paksa, Om Panda. Soalnya Om Gerald aja punya rumah yang kayak istana. Masa om-om jomblo itu masih tinggal di apartemen?"
"Seorang Rama --- ternyata takluk dan nurut dengan mulut seorang bocah unyu rupanya."
"Kalau kamu cuma mau cari ribut, mending pergi saja."
"Hhahaa. Tersinggungan kali kamu jadi orang."
Aku langsung mengajak Gilbert menuju kamarku. Daripada kita harus mendengarkan pertengkaran dua pria dewasa itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLOUDY 2
Fiksi RemajaOm Gerald sama Om Rama sekarang musuhan. Jika Om Rama memiliki Lee Company, maka Om Gerald pun memiliki GE Company sebagai tandingannya. Lama kelamaan, tingkah mereka semakin kayak anak kecil dan membuat kepalaku hampir pecah. Bagaimana kalau misaln...
