"Mencintai itu seperti lilin, rela terbakar demi memberikan cahaya penerangan."
°°°
"FIX! Dia suka sama lo!" Teriak Nagita, yang membuat Camilla lagi-lagi reflek menutup mulut Nagita.
"Jangan berisik pea ih," Camilla mendelik ke arah Nagita.
"Udah terima aja, kapan lagi di deketin cowok seganteng Kak Jaasir."
"Enggak ah, mana mungkin Kak Jaasir suka sama gue, gue mah apah atuh, cuma babu."
"Yeee!, pede dikit knapa jadi cewek, lo tuh cantik, kapan sih lo nyadarnya."
"Kapan ya? kapan-kapan deh." Camilla menjawab sambil tersenyum ke arah Nagita.
"Ayolah, kalau lo jadian sama Kak Jaasir, gue bisa numpang tenar," Nagita terlihat senang sekali, sambil tertawa kecil.
"Mulai deh, ngehalu," Camilla mentoyor kepala Nagita, yang masih saja mulutnya terbuka lebar, karena bahagia.
Tiba-tiba ada notif pesan masuk ke ponsel Camilla.
Enzo Julian :
Jangan pernah deket sama Jaasir, kalau hidup lo gak mau ada masalah.
Camilla Eshal :
Iyah.
Enzo Julian :
Nanti jam istirahat jangan telat nyamper ke kelas gue.
Camilla Eshal :
Iyah.
Read
"Siapa?" Tanya Nagita.
"Enzo."
"Kenapa lagi tuh Dajjal?" Tanya Nagita kesal.
"Dia ngelarang gue deket sama Kak Jaasir," ucap Camilla, sambil melirik ke arah Nagita.
"Hah! Makin gila aja tuh orang, atau jangan-jangan?"
"Jangan-jangan apa?"
"Enzo suka sama lo."
"Hah!, gak mungkin banget," jawab Camilla dengan mata membelalak.
"Gak ada yang gak mungkin di dunia ini," jawab Nagita.
"Udah ah, jangan ngomongin cowok terus, pusing kepala gue."
"Ya terus, Kita harus ngomongin cewek gitu, ogah banget gue mah."
"Eh ntar lo ke kantin gak?" Tanya Camilla pada Nagita.
"Gue ada janji sama Badrun."
"Anjrit! Seriusan lo? Kok bisa?" Camilla cukup terkejut mendengar ucapan Nagita.
"Bisalah, abis Badrun lucu, selalu bikin gue ketawa, udah gitu orangnya royal gak pelit."
"Kalau lo seneng, gue ikutan seneng pastinya."
Tanpa sadar Camilla dan Nagita saling berpelukan ala ala teletubbies. Dan Nagita membisikkan sesuatu ke telinga Camilla.
"Gimana rasanya, di perebutkan dua orang cowok tampan, paling famous di sekolah?" Tanya Nagita.
"Rasanya kayak lagi makan ciki, terus lo dapet hadiah uang lima puluh ribu, seneng banget pastinya, tapi pas lo buka ternyata uangnya sobek," jawab Camilla.
Nyesekkan!
"Gak nyambung bege!" Ucap Nagita.
"Bodo amat," ujar Camilla.
Seketika Camilla dan Nagita terpingkal, sungguh persahabatan yang sangat receh.
°°°
Camilla sudah menunggu di depan kelas Enzo, sambil sesekali Camilla melihat ke dalam kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
EnzoCamilla (Terbit)
Novela JuvenilTerbit di Doveline Publisher =============================== "Sayang. Pokok nya sampe tua. Aku mau nya makan di suapin. Mandi di mandiin sama Kamu," pinta Enzo Julian, setengah merajuk. "Astaga, di amputasi aja ya tangan nya. Gak guna juga, 'kan?" C...
