Part 8 : Intrik

625 95 5
                                        

"Stop Blaming other People."


°°°

"Gita!"

Nagita menoleh ke arah orang yang memanggilnya dan ternyata adalah Al Ghazali.

"Ada apa kasep?"

"Antum lihat Milla gak?"

"Lo nyari antum apa Milla sih?"

"Hadeeh,.. nih cewek belum pernah di batu batain kali ya!" Al mendelik ke arah Nagita.

"Iya-iya, canda elah. Gitu aja marah. Milla mulu di cariin, sekali-kali cariin gue napa," ledek Nagita.

"Woi! Gue bilangin Badrun nih," teriak Surti.

"Brisik bawel! gue plester koyo cabe juga tuh mulut!" Nagita melotot ke arah Surti.

Surti hanya terkekeh ria dan sekarang pandangan Surti, sudah beralih memandang Al Ghazali cowok keturunan arab tampan, dengan segala pesonanya.

"Abang Al, kapan Antum mau halalin Ana Bang," Surti memasang senyuman manisnya untuk Al, dan mengerlingkan matanya.

"Mau banget di halalin, emangnya?" Tanya Al Ghazali.

"Mau. pake banget nget nget," Surti tersenyum manjah pada Al.

"Ya udah nanti, gue daftarin dulu ke MUI, biar dapet setifikat halal," celetuk Al Ghazali.

"Emang gue makanan," Surti mencebikkan bibirnya.

"Lo mah gak bakalan dapet sertifikat halal," seru Tejo pada Surti, yang sedari tadi menyimak percakapan tiga orang manusia.

"Lah emangnya kenapa?" Tanya Surti heran.

"Soalnya elo mengandung babi."

"Dasar! anak gak ada akhlak lo!"
Ucapan Tejo mendapat kejaran dari Surti, dan Tejo berlari dengan kencang sekuat tenaga.

"Mengandung maksudnya hamil? apa gimana sih? lah terus hamil anaknya babi? ah elah Tejo! Bikin gue mikir lo!" Teriak Al Ghazali.

Nagita pun terpingkal seketika, sampai mengeluarkan air mata, melihat sepasang romeo dan juliet versi Surti Tejo, sedang berlarian di lapangan, dan Al Ghazali yang sedang bicara sendiri karena bingung dengan ucapan Tejo.

Tinggallah Al Ghazali hanya bisa melongo, karena saat ini hanya Al satu-satunya manusia paling waras, diantara tiga orang anak manusia gak ada akhlak.

"Serius nih, Camilla dimana dah," Al Ghazali mulai tidak sabar.

"Tadi sih, Dia bilang ke toilet tapi kok udah lama banget gak balik-balik, jangan-jangan lagi makan di kantin sama Enzo atau Jaasin," jawab Nagita sambil mengelap air mata, karena terlalu banyak tertawa.

"Oh gitu, ya udah deh, coba gue cari dulu."

"Bye, ganteng," Nagita melambaikan tangan pada Al Ghazali, yang sudah melangkah menjauh.

°°°

Al Ghazali pun berjalan menuju tempat pertama yang Nagita sebutkan, ke toilet cewek sebenarnya hal yang sangat risih buat Al Ghazali lakukan, tapi karena hari ini ada janji untuk belajar, maka Al Ghazali harus mencari keberadaan Camilla.

Tidak berapa lama Al Ghazali berpapasan dengan Anindita, Beatrix, Aleta dan Ratu.

"Beatrix! Lo liat Camilla gak?"

Beatrix bukannya menjawab, malah lari dengan terburu-buru, di susul dengan ketiga temannya yang lain.

Al Ghazali mengernyitkan dahi nya, sepertinya ada yang aneh, Al Gahzali segera berjalan menuju toilet cewek.

EnzoCamilla (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang