Min Seok, namja yang memiliki kulit putih bak salju yang cukup populer di sekolahnya, ia tidak percaya jika cinta bisa datang saat pandangan pertama. Baginya, cinta itu tumbuh di antara dua orang yang saling mengenal satu sama lainnya. Akan tetapi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sehun berdiri mematung setibanya di depan area Olympic Gymnastics Arena. Ia terpukau karena banyaknya orang yang berada di area ini. Begitu antusias para penggemar Byun Baek Hyun. Seorang namja yang ia kenal walau tidak terlalu dekat. Seorang namja yang ia ketahui selalu bersama-sama dengan Min Seok dan Jong Dae.
"Kajja!" seru Ha Na menuntun tangan Sehun untuk masuk ke dalam.
Keduanya tak perlu repot-repot harus mengantri seperti yang lain. Mereka punya jalur khusus. Jalur yang memang disediakan untuk orang-orang tertentu. Orang-orang yang di undang langsung oleh sang idol tanpa harus berebut tiket secara online.
"Whoa.. Daebak!" takjub Sehun memandang sekeliling yang penuh dengan lautan orang. Orang-orang yang begitu memberikan banyak cinta untuk seorang Byun Baek Hyun.
"Wae geurae?"
Sehun menurunkan kepalanya sejajar dengan telinga Ha Na, suaranya kalah telak dari suara penggemar Baek Hyun yang ada di sana. "Sunbae-nya noona keren. Aku tak menyangka dia akan sepopuler ini."
Sebuah senyum penuh kebanggaan mengukir indah di wajah mungil Ha Na, "Nado. Baek Hyun sunbae sudah melakukan yang terbaik selama ini. Dia pantas mendapatkan semuanya."
- Aku tahu kau akan datang, Ha Na-ya, gumawo ^^,Sebentar lagi aku akan tampil. Selesai konser, datanglah ke belakang panggung, aku menunggumu. Ayo bertemu kembali. - Baek Hyun -
Lagi-lagi segaris bibir terangkat melengkung naik ke atas setelah selesai membaca pesan singkat yang dikirim Baek Hyun untuk Ha Na.
Keduanya menikmati konser tersebut yang berlangsung begitu meriah. Alih-alih menikmati konser, konsentrasi Sehun terpecah saat matanya mendapati sosok yang sangat ia kenal duduk tak jauh dari tempat duduknya sekarang. Entah Ha Na menyadari kehadiran namja tersebut atau tidak tapi yang pasti, Sehun tahu, namja itu beberapa kali kedapatan mencuri pandang tepat ke arah Ha Na yang memang duduk di sampingnya.
Sehun tidak melepaskan pandangannya terhadap namja kulit putih salju itu. Ia sangat yakin, ada yang salah di sini. Ia memang tidak menyukainya karena yeoja yang duduk disebelahnya ini lebih memilih namja tersebut. Sehun sudah rela melepaskan Ha Na, tapi ia bersumpah tidak akan pernah tinggal diam jika yeoja mungil ini disakiti lagi oleh orang yang sama.
"Bukankah setelah ini, noona harus ke belakang panggung untuk menemuinya?" tanya Sehun masih memantau seluruh gerakan namja yang tengah ia awasi.
"Ne. Waeyo?"
Sehun menatap Ha Na sejenak lalu mengembangkan senyumnya. "Gwenchana. Aku ingin ke toilet. Tak apa 'kan jika noona pergi sendiri?" ujar Sehun mencari sebuah alasan melihat namja tersebut bangkit dari tempat duduknya.
Bersamaan perginya Sehun, konser Baek Hyun pun selesai. Seluruh penggemar satu per satu mulai meninggalkan gedung konser dengan tertib.
Sehun melangkah mantap mengikuti namja yang sedari tadi sudah dalam pengawasannya. Ia terus mengekor ke mana pun langkah kaki di depannya melangkah.