Raya berdiri memandangi rintik-rintik hujan dari kaca jendela kamarnya sambil menyesap segelas kopi hangat.
---
Rayn tiba di mansion sambil melirik ruang keluarga lalu ruang makan. Ia tersenyum getir ketika melihat tidak ada makan malam seperti keluarga harmonis.
Rayn menaiki undakan tangga hendak menuju kamarnya. Didalam kamar bernuansa dark ia melangkah kearah ranjang lalu menghempaskan tubuh nya diatas ranjang sambil memandangi langit-langit kamarnya ia memikirkan apa yang telah ia perbuat hari ini, melenyapkan nyawa seseorang.
Rayn memang sudah biasa akan tetapi ia merasa takut bila suatu hari nanti Raya akan mengetahui segala nya bahwa ia membuat Rama meninggal dunia.
Rayn bangkit dari atas ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian Rayn keluar dari kamar mandi berpakaian boxer hitam pendek tanpa memakai baju dengan mengeringkan rambutnya sambil melangkah kearah balkon.
Rayn melempar handuknya asal ketika ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk.
Fernando
Tuan, Narendra mempunyai bukti
Ketika Ifan masuk kedalam ruangan
Rumah sakit, Rama di rawat.
Rayn
Saya serahkan padamu.
Jangan sampai terulang
Lagi, kau mengerti!?
Baik tuan.
Read
Rayn mengengam dengan kasar ponselnya. "Berani menghalangiku akan aku hancurkan," desis Rayn sambil tersenyum miring lalu meninggalkan balkon hendak menuju ranjang membaringkan tubuhnya diatas ranjang hingga terlelap.
---
Suara pintu dibuka menyadarkan Raya dari pikirannya ia melihat ayahnya menghampirinya dengan wajah sedih.
"Papa ingin memberikan kamu buku diary dan surat yang Rama titipkan. Tapi hanya surat yang dia ingin kamu membacanya ketika suatu saat sudah pergi dan buku diary nya kamu baca ketika kamu merindukan dia, Rama meminta papa untuk memberikan nya kepada kamu," terang Gaishan kepada putrinya sambil memberikan buku diary dan surat yang di lipat kepada putrinya itu.
Raya langsung mengambil surat itu dari ayahnya. "Jangan terlalu sedih nak, semua sudah di atur kita sebagai manusia hanya menerima ketika takdir sudah di tentukan," ujar Gaishan lalu berlalu pergi keluar dari kamar meninggalkan Raya yang pasrah menatap punggung ayahnya, lalu ia membuka lipatan surat itu.
From Rama.
Aku sungguh bersyukur bisa memilikimu, walau hanya sebentar bersamamu, aku sudah mencintaimu.
Kamu memberikanku kebahagian.
Tanpamu, aku hanya langit tanpa bintang.
Jika suatu saat aku pergi, maka
Ikhlaskan aku. Aku tak ingin melihat dirimu menanggis ulah diriku.
Cukup dirimu melepasku,
Dengan senyummu.
Aku hanya meminta satu padamu,
Tolong jaga kedua orangtuaku, seperti dirimu menjaga kedua orangtuamu.
Dan jangan lupa bahwa aku mengawasimu dari langit
Berbentuk bintang, yang kau sukai.
I Love You So Much♡
For My Heart Raya.
Raya menutup surat itu setelah selesai membaca isi nya. Ia menangis sambil memegang kertas itu menghadap kearah kaca menunjukan hujan sudah mulai reda.
"Aku rindu kamu," lirih Raya.
---
Guzaila melihat wajah putrinya berwajah pucat turun dari undakan tangga ia langsung menghampirinya.
"Ray, kalau sakit gak usah sekolah dulu nak," kata Guzaila menuntun putrinya kemeja makan lalu menarik kursi makan. Ia menuangkan segelas susu untuk putrinya dan roti tawar yang sudah diolesi coklat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rayn&Raya
Mystery / ThrillerRaya tidak sengaja bertemu dengan Rayn yang saat itu sedang tawuran dengan sekolah lain justru membuat Rayn jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Raya. Akan tetapi, ketika mengetahui Raya telah bertunangan perasaan Rayn mulai berubah menjadi Obs...
