Zweiunddreißig

5.5K 726 74
                                        

Tubuh Lisa meliuk-liuk dengan mudahnya mengikuti musik yang mengema di studio tari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tubuh Lisa meliuk-liuk dengan mudahnya mengikuti musik yang mengema di studio tari. Peluh telah menghiasi seluruh wajah cantiknya pun rasa lelah yang seolah tengah memeluk erat dirinya rasanya masih tak cukup membuat Lisa berhenti dari latihan tarinya itu. Hampir selama enam hari gadis itu terus memforsir dirinya sendiri, apalagi besok adalah hari kompetisi dance.

Ambisi seolah menjadi bahan bakarnya untuk tetap berlatih meskipun sebenarnya ia telah merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Bahkan Mina juga Jennie yang selalu menemaninya latihan terlihat begitu cemas, beberapa kali mereka meminta Lisa untuk beristirahat namun memang dasarnya sifat keras kepala Namjoon mengalir dalam nadinya, Lisa sama sekali tak mau beristirahat barang semenit terhitung gadis itu sudah menari hampir lima jam lamanya tanpa berhenti.

"Mina-ya, bisakah kau panggilkan Rosè?. Aku rasa Lisa tak akan pernah berhenti kalau bukan kakaknya itu yang menghentikan" bisik Jennie tepat di telinga Mina.

Mina tanpa basa-basi langsung bangkit berdiri dan melangkah keluar dari studio tari. Gadis itu hendak melangkahkan kakinya menuju sekre OSIS yang berada di sebelah lift namun langsung urung kala dari kejauhan ia melihat sosok Rosè yang nampak tengah kelimpungan membawa dua kresek besar yang sepertinya berisi makanan. Dengan segera, Mina mendekati Rosè dan mengambil alih salah satu kresek dari tangan gadis itu.

"Loh, Mina sunbae?. Kenapa kau ada disini?, tak menemani Lisa latihan?"

"Adikmu, dari tadi tak mau menghentikan latihannya. Aku dan Jennie sudah angkat tangan memberitahunya"

"Benarkah? Ya ampun anak itu benar-benar" ucap Rosè langsung berlari menuju studio tari meninggalkan Mina yang berjalan santai di belakangnya.

"Kim Lisa, istirahat sekarang!" pekik Rosè kala ia baru saja membuka pintu pintu studio tari. Jennie yang melihat kehadiran Rosè dapat bernapas dengan lega sementara Lisa mengerucut sebal sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai.

"Eonnie, satu jam lagi saja yah?. Gerakanku masih kurang, besok sudah hari kompetisi aku ingin membanggakan ayah"

"Istirahat sekarang atau aku adukan pada ayah kalau kau terlalu memforsir dirimu, mau?" ucap Rosè penuh ancaman

"Sudah sini, ayo makan dulu" ucap Mina yang baru saja tiba, gadis itu kembali duduk di sebelah Jennie dan membuka kresek serta mengeluarkan isi yang ada di dalamnya, "Lihat ada jjangmyeon juga ice lemon tea, makanan kesukaanmu Lisa-ya"

"Ayo cepat sini makan dulu, Rosè-ya juga ayo duduk disini" ucap Jennie sambil menepuk-nepuk sisinya yang kosong.

"Aku tak akan duduk sebelum Lisa juga duduk, sunbae" ucap Rosè sambil memberikan pelototan mautnya pada Lisa

Lisa pada akhirnya menghela napas pelan, jelas ia kalah telak disini tiga melawan satu. Tungkai rampingnya pun tergerak menuju speaker dan mematikan music yang selama lima jam ini mengema di dalam studio tari. Setelahnya ia langsung menjatuhkan dirinya di sebelah Mina.

D I V E R G E N TTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang