Fünfunddreißig

5.7K 645 128
                                        

!Warning!
2464 Word hati-hati bosan

Pagi-pagi sekali, bahkan ketika Lisa baru saja membuka matanya dari mimpinya yang indah gadis itu langsung disuguhi sebuah pemandangan yang mampu membuatnya terkena serangan jantung secara mendadak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi-pagi sekali, bahkan ketika Lisa baru saja membuka matanya dari mimpinya yang indah gadis itu langsung disuguhi sebuah pemandangan yang mampu membuatnya terkena serangan jantung secara mendadak. Sang nenek tiba-tiba saja sudah terduduk di dekat ranjangnya sambil mengupas sebuah apel dengan raut wajah andalannya—datar. Lisa bahkan hampir menjerit saking terkejutnya namun untungnya dengan cepat tangannya tergerak untuk membekap mulutnya sendiri agar jeritan memalukan itu tak keluar dari bibir plumnya.

Jadi, saat ini gadis itu hanya dapat pasrah dengan atmosfir canggung yang begitu kental antara sang nenek juga dirinya mengingat sang ayah juga sang kakak yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana. Beberapa kali bibirnya mencoba terbuka untuk mengucapkan sepatah dua patah kata namun hasilnya sama sekali tak ada kata yang keluar dari mulutnya hingga akhirnya Lisa kembali mengatupkan bibirnya rapat.

Sejujurnya, ada banyak hal yang ingin Lisa bicarakan dengan sang nenek tetapi sejak kecil sang nenek selalu menghindari dirinya dan hanya fokus pada sang kakak yang saat itu sudah hapal perkalian lima sementara Lisa masih kesulitan dalam pengurangan. Lisa kerap iri pada Rosè karena kakaknya itu dapat merasakan kehangatan dari sang nenek sementara Lisa hanya bisa merasakan jarak membentang yang dibuat oleh sang nenek untuk dirinya.

Tapi, setelah mengetahui alasan bahwa sang mamah meninggal karena melahirkannya membuat Lisa dapat memaklumi tindakan sang nenek. Siapa orang yang akan sudi bertatap muka dengan seseorang yang telah merenggut kebahagian putra yang sangat ia sayangi?. Di tambah lagi otak Lisa yang tak secerdas sang kakak pasti membuat sang nenek tambah jijik padanya.

"Makanlah, kau harus banyak makan buah agar cepat sehat" suara serak sang nenek membuat Lisa terlonjak kaget.

Gadis itu langsung menolehkan kepalanya bertemu pandang dengan mata tajam yang sangat persis dengan milik sang ayah lalu beralih pada sepiring apel yang telah sang nenek kupas juga potong.

"U-untukku?" Lisa sangat meruntuki pertanyaan bodohnya itu, namun sungguh ia masih tak percaya bahwa apel yang sedaritadi sibuk di kupas oleh sang nenek adalah untuk dirinya. Apa Lisa harus membawa sang nenek keruang Ctscan takutnya kepala sang nenek terbentur semalam atau jangan-jangan yang ada dihadapannya itu adalah arwah yang menyamar menjadi sang nenek?.

"Jangan berpikir aneh-aneh, cepat di ambil. Kau mau tanganku patah karena terus menyodorkan piring padamu?" suara sang nenek lagi-lagi membuat Lisa terlonjak, dengan segera Lisa mengambil piring tersebut dan langsung memasukkan sebuah apel ke dalam mulutnya namun sialnya karena terburu-buru gadis itu malah tersedak dan terbatuk-batuk.

"Ck, kau kenapa ceroboh seperti mamahmu sih?" ucap sang nenek sambil menepuk-nepuk punggung Lisa, setelah Lisa selesai dari batuknya sang nenek pun menyodorkan segelas air putih yang langsung diteguk oleh Lisa, "Makanlah pelan-pelan, seorang wanita harus bisa makan dengan anggun"

D I V E R G E N TCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang