fünfundzwanzig

6K 776 118
                                        

Rasanya Namjoon seperti di tarik kembali ke moment tergelap dalam hidupnya kala sang istri meninggalkannya untuk selama-lamanya dengan dua buah pertama kecilnya, si kembar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rasanya Namjoon seperti di tarik kembali ke moment tergelap dalam hidupnya kala sang istri meninggalkannya untuk selama-lamanya dengan dua buah pertama kecilnya, si kembar. Ia menjadi Kim Namjoon enam belas tahun lalu, pria menyedihkan yang seolah-olah tak memiliki gairah sama sekali untuk melanjutkan hidupnya. Ia sama sekali tak keluar dari kamarnya meski Rosé kerap kali mengetuk pintu dan memintanya untuk keluar dan menemaninya makan malam, botol soju tergeletak dimana-mana dan kamarnya lebih layak di katakan kapal pecah daripada tempat untuk tidur.

Ini sudah hampir seminggu Lisa menghilang, tak ada kabar apapun mengenai si anak bungsu meski Namjoon sudah melaporkannya pada polisi. Ia bahkan rela mengeluarkan uang lebih untuk menyewa dektektif handal juga memasang banyak sekali berita soal hilangnya sosok sang anak bungsu.

Topik tentang hilangnya salah satu anak dari keluarga Namjoon yang jelas sangat berpengaruh itu menjadi perbincangan hangat masyarakat, mereka sama sekali tak menyangka bahwa Kim Rose ternyata memiliki sosok adik kembar bernama Kim Lisa. Semua orang ikut penasaran kemana gerangan perginya si bungsu. Rumor-rumor miring mengenai Namjoon pun mulai bersebaran dimana-mana namun Namjoon tak mau peduli, yang dirinya pedulikan hanyalah dimana sebenarnya keberadaan si bungsu.

Menyesal?.

Tentu saja Namjoon merasa sangat menyesal, kehilangan telah menamparnya dengan telak seberepa berartinya sosok Kim Lisa dalam hidupnya. Ia merasa dirinya benar-benar konyol karena menyalahkan Lisa untuk sesuatu yang sebenarnya tak anak itu lakukan. Ia pasti telah sangat mengecewakan Jisoonya di atas sana. Ia lebih cocok di sebut iblis daripada seorang ayah. Bagaimana bisa ia memperlakukan Lisa sekejam itu yang padahal merupakan darah dagingnya sendiri?. Lisa jelas sudah sangat muak padanya, anaknya pasti tak ingin bertemu lagi dengannya.

Namjoon kembali terisak, membayangkan tak akan bertemu lagi dengan Lisa menjadi salah satu mimpi paling buruk yang ingin ia hindari. Ia tak ingin merasakan kehilangan lagi, ia ingin menebus segala dosa-dosanya pada Lisa. Ia ingin menjadi sosok ayah yang pantas untuk si kembar.

Seandainya waktu dapat terulang, Namjoon berjanji akan memberikan afeksi yang sama pada si kembar, tak menuntut banyak hal pada mereka dan membiarkan mereka melakukan hal-hal yang mereka sukai. Namun, itu tentunya hanya akan menjadi angan-angan Namjoon saja. Semuanya sudah terlalu terlambat untuk di lakukan

Mengusap wajahnya kasar dan menegak segelas soju lagi, Namjoon bangkit berdiri meski sedikit terhuyung-huyung. Ia berjalan menuju rak buku, mengambil buku bersampul merah dan membukanya, tangannya lantas mengambil selembar kertas yang telah berubah warna menjadi sedikit kekuningan. Ia tersenyum lirih, memandang angka 75 yang terpatri disana. Itu adalah ujian pertama milik sang anak bungsu yang tidak harus mendapatkan perbaikan.

Namjoon sangat ingat seberapa berusahanya Lisa demi mendapatkan nilai itu, demi membanggakannya. Namun, ia malah berpura-pura tak tahu enggan mengapresiasi sedikit saja usaha si bungsu. Ia hanya dapat memberikan penderitaan pada Lisa dan anak itu masih mau sabar dan menganggapnya sebagai seorang ayah.

D I V E R G E N TTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang