Sudah 1 bulan berlalu Setyo tidak mengalami perubahan, dirinya tetapterbaring lemah dengan napas teratur dan mata tertutup dengan rapat. Seperti lem yang dioleskan dikelopak matanya, pria paruh baya sehingga tidak dapat dibukanya. Aira juga sudah mendaftar ulang dengan berbagai syarat yang menurutnya cukup memusingkan. Untungnya, ia mempunya dua kakak yang pintarnya tidak ketulungan. Alhasil, ia tinggal terima jadi.
"kak," panggil Aira.
"ape ?" Sahut Ayman.
"Dih bukan lo." Mereka masih suka ribut, walaupun pada akhirnya berbaikan tanpa meminta maaf. Sehari tidak berdebat seperti ada yang kurang diantaranya, dan karena itulah mereka menjadi sedekat sekarang.
"Kak, kalo LDR tuh gimana si ?" tanya Aira.
"Ya kamu pacarana jarak jauh lah, Cuma lewat WA, IG, VC gak ketemu langsung. Kalau salah satunya sibuk ya pasti overthinking takut yang aneh – aneh. Tapi kalau mereka berdua saling percaya terus gak ada yang khianat selama apapun tetep berjalan dengan mulus, walaupun nantinya ada waktunya mereka bosen. Tinggal keputusan keduanya mau lanjut atau mengakhiri," jelas Farzan.
"Tapi aku sendiri gak yakin kak." Aira menghelai napas Panjang.
"Ya gak usah LDR, gak usah punya hubungan, biar gak saling berharap. Gitu aja repot lo," timpal Ayman.
"Nah betul, sejauh apapun kamu pisah sama Sea, pasti kalian bakal balik lagi kalau jodoh. Dan sebaliknya sedeket apapun kaya lo sama Nasla, kalau gak jodoh mah ditinggal juga." Farzan melirik sertaa tersenyum mengejek kepada Ayman.
"yeuh kurang ajar lo bang."
Ngomong – ngomong soal Ayman, ia dia kan sudah sempat menawarkan diri buat nikahin Nasla karena dia hamil sama pria brengsek yang sampe sekarang gak ketauan itu siapa. Ayahnya Nasla gak setuju karena dia mau anaknya nikah sama pria yang ngehamilin sebagai bentuk tanggung jawab orang itu aja. Sedangkan ayahnya itu gak mau Ayman jadi tumbal, dan rumah tangganya gak bertahan lama. Sebelum ketemu Ayman pun, Nasla sudah punya pacar, mau gak mau Ayman harus ngerelain gadis itu dengan pacar sebelumnya. Emang nasibnya gitu.
"Assalamualaikum." Aira bangkit dari duduknya lalu berlari ke depan pintu.
"Seaa." Aira memeluk Sea sangat erat.
"Waalaikumsalam, Ai." Aira hanya cengengesan lalu melepaskan pelukannya itu. Mata Aira tertuju pada koper yang dibawa oleh Sea.
"Lo mau nginep di rumah gue ? diusir lo ?" ledek Aira.
"Gak lah anjir, ini gue mau pamitan sama lo, bang Farzan, Bang Ayman, Tante Lestari, sama nenek," jawab Sea.
"Ah kenapa cepet banget si, gue gak pernah kepikiran hari kaya gini bakal ada dihidup gue."
"makin cepet gue perginya makin cepet pula pulangnya, bener kan ?" Sea berusaha melegakan segala pikiran rumitnya Aira.
"Tapi lo tau gak si, gue gak sanggup, gue gak tau bisa jalaninnya atau enggak. Gue gak pernah ngejalanin LDR sebelumnya." Sea tersenyum merespon ucapan gadisnya itu.
"Tenang aja, lo percaya sama gue, gue gak akan macem – macem, gue disana buat belajar bukan nyari jodoh karena jodoh gue ada disini, dirumah ini." Tangan Sea mengelus pelan rambut Aira.
"Janji ya jangan macem – macem, jangan deket sama cewe lain, jangan lama – lama. Sering – sering telpon ya," ungkap Aira dengan suara parau.
"Iya sayang, jangan nangis atuh. Nanti geulisna ilang." Sea menerobos masuk kedalam tanpa kopernya, iya kopernya ditinggal didepan rumah.
"Bang, mau pamit nih gue. Doain gue ye biar cepet lulus, adek lo udah ngebet banget sama gue nih, guenya juga si hahaha," ucap Sea seraya terkekeh.
"Hati – hati bro disana, cewe cakep cakep banget, asal jangan salah pilih aja." Sea hanya tertawa renyah.
"Tante, Sea mau pamit buat nuntut ilmu, tante jagain bidadari saya ya tante, kalau ada yang bikin nangis apalagi abang – abangnya, usir aja tan. Makasih ya tante udah ngelahirin dan ngejaga Aira. Saya pamit nek, tante, bang Ay, bang Far, dan Aira." Sea tersenyum tulus.
"Hati – hati kamu disana, cari makanan yang halal, jangan lupa solat. Belajar yang bener jangan ngecewain orang tua kamu." Sea melambaikan tangannya dengan mereka semua lalu masuk ke dalam mobil berwarna hitam legam.
Saat mobil itu berlalu dari hadapan mereka semua, Aira nangis sejadi – jadinya. Farzan dan Ayman kelimpungan hingga memilih untuk membopongnya ke kamarnya. Aira membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan dan tempat gelap dikamarnya adalah tempat favoritnya.
***
Sudah 1 minggu Aira mengurung diri, tidak nafsu makan dan lainnya. Teman – temannya juga sudah mencoba membujuk, gadis itu tetap tidak mau, ia menunggu kabar Sea yang sejak hari dimana ia pamitan, ia tidak mengabari lewat social media apapun. Ahh brengseknya.
"Udahlah ai, positif thinking aja. Dia juga lagi sibuk pendaftaran dan lain – lainnya. Gak mungkin dia santai – santai. Gak usah ngeliatin hp mulu sakit nanti mata lo. Ayo jalan – jalan," ajak Misha.
"Gak mau." Jari Aira terus menelusuri social media semua orang yang mendapatkan beasiswa ke Thailand. Ia menemukan beberapa postingan disana, Sea terlihat mengenakan kemeja berwarna navy, lengan yang sedikit digulung, dipadukan dengan celana jeans hitam.
"Ah dia baik – baik aja disana, tapi kenapa gak ngabarin si ?" grutu Aira.
"Udahlah ah, kesel banget gue liat lo kaya vampire gini. Keluar, ayok makan," ucap Zigo.
Aira manut aja diseret keluar sana Zigo dan Dino. Emang manusia akhlakless begitu tuh.
"abis makan lo mandi, terus kita happy – happy sebelum kita semua ospek kuliah." Aira menuruti saja apa yang dikatakan walaupun Sea masih menyelimuti pikirannya.
Aira sudah rapi mereka berbelanja, memasuki segala toko, ke salon, membeli beberapa baran couple, makan es krim bersama, foto – foto, main tiktok hingga saling menjaili satu sama lain. Mereka rela menghabiskan uang banyak hanya untuk menghibur sahabatnya. Menurut mereka, sahabat itu lebih dari segalanya, sebab ketika suka maupun duka sahabat selalu ada, rela menolong tanpa pamrih, semua dilakukan dengan tulus. Tanpa mereka hidupnya akan kosong, tak berwarna, tak seindah ini. Gadis itu benar – benar bersyukur, memiliki sahabat seperti mereka sehingga ia sadar gak selamanya kebahagiaan datang dari seorang pacar.
"Makasih semua." Aira tersenyum kembali setelah 1 minggu menangisi kepergian Sea.
Aira gak akan pernah bosan terus mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan teman yang baik, dan berterima kasih kepada teman - teman karena ia tidak meninggalkan dirinya walaupun ia pernah berbuat berbagai kesalahan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*hargailah karya seseorang dengan tidak menjiplak ceritanya serta jangan lupa tinggalkan jejak kalian. terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekolah Militer
Teen FictionSekolah dengan peraturan super ketat, guru super killer dan olahraga yang tak ada hentinya. selain itu, murid disana harus kuat fisik maupun mental. sekolah itu terlihat biasa saja. Namun, begitu mencengkeram jika terjadi sebuah kesalahan. peraturan...
