Kuala Lumpur, Malaysia

365 46 0
                                        

Aira sudah berdiri dihadapan sang papa. Namun belum juga membuka obrolan. "Apa keperluan Anda, Tuan Setyo yang terhormat ?"

"Apa kamu sudah berubah pikiran, na ?" tanyanya dengan lemah lembut. Aira memandang remeh, hebat juga pencitraannya, ucap Aira dalam hati.

"Saya tidak akan mengubah keputusan saya," jawab Aira tegas.

"kamu mau jadi anak durhaka, Hah ?!" bentak Setyo tetapi tak membuat Aira gentar.

"kamu anak saya, jangan berbicara layaknya orang asing, Aira." Setyo mulai geram.

Aira menyeringai menanggapi ucapan sang papa. "tidak ada seorang papa yang menjual anaknya demi sebuah perusahaan." Aira pergi meninggalkan Setyo dengan mulut menganga lebar.

"AIRA PUTRI ELENA," teriak Setyo menggema diseluruh sudut ruangan.

Nenek, Lestari dan Ayman keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri Setyo dengan wajah datar. "Berani sekali kamu menginjakkan kaki disini setelah apa yang kamu perbuat dengan anak dan cucu saya." Nenek menatap sengit Setyo.

Ruang tamu yang cukup luas itu terasa sempit, untuk bernapas lega saja sulit apalagi bergerak. Ayman hanya menatap bingung, "saya gak punya urusan sama wanita tua ini." Setyo dengan berani menunjuk nenek tepat didepan wajahnya.

"Ey pak, jangan gitu sama orang tua." Ayman maju satu langkah didepan sang nenek.

"kamu siapa lagi, jangan ikut campur urusan orang tua." Setyo mengepal tangan kuat sampai ruas ruas jarinya memutih.

"urusan bapak sama keluarga ini, jadi saya berhak ikut campur," sarkas Ayman.

"Lestari, dalam waktu satu minggu kamu tidak bisa membujuk Aira, saya gak akan segan segan menyelakainya." Setyo beranjak pergi dari rumah itu.

Lestari menghelai napas Panjang, bahunya menurun tatapannya sendu "tenang aja tante, Ayman bakal jagain Aira." Senyuman tulus kembali tercetak dibibir ranumnya.

Setyo baru saja ingin tancap gas tetapi ponselnya berdering menunjukan sang klien menelponnya. "Halo, selamat siang ?"

"..."

"Jangan dong pak, omset perusahaan saya lagi turun."

"..."

"saya lagi usahakan ini, pak. Kasih saya waktu pak buat bayar semuanya."

Sambungan telpon diputuskan membuat Setyo semakin geram. Kemudian bergegas meninggalkan rumah tua itu.

Ponsel setyo terus berdering sedari tadi dengan penelpon yang berbeda. Beberapa pesan dan E-mail masuk. Namun, tangannya enggan untuk mengangat atau sekedar membaca pesan itu. tujuan tak menentu hingga mobil itu berhenti disebuah tempat club didaerah terpencil.

Dentuman musik sangat keras menyeruak masuk ke telinga Setyo. Wanita – wanita berpakain seksi langsung menggoda dengan berbagai macam cara. Lampu remang remang membuat matanya yang sudah minus semakin buram. "Vodka satu," ucap Setyo.

Seorang pelayan cantic mengantarkan sebotol vodka "selamat menikmati."

Setyo meneguk sebotol vodka tanpa jeda layaknya minum air mineral. Kepalanya mulai pusing, pandangan mata muter muter serta berbayang. "Aira, lo anak durhaka. Gue bakal buat lo sengsara, gue gak akan ngebiarin perusahaan gue bangkrut gitu aja. Aira anak setan!" Setyo meracau tak jelas. Sumpah serapah keluar semua dari mulutnya.

Beruntungnya tempat ini ramai sehingga tidak banyak orang yang mendengar ucapan kasarnya itu "loh Aira ngapain lo disini ?" Setyo melihat wanita lain seperti melihat Aira.

"gue bukan Aira, lepasin tangan gue." Wanita itu mencoba membrontak.

"lo gak akan bisa lari, Aira. Gue bakal nikahin lo sama om om berduit demi perusahaan gue." Setyo mendekatkan wajahnya dengan wanita itu.

"Tolong, tolong." Wanita itu kelimpungan.

Bruk

Setyo ditendang oleh seorang laki – laki hingga terpental jauh dari meja bar. "makasih, mas." Wanita itu langsung lari. "sial," umpat Setyo.

Saat dirinya mencoba untuk berdiri, ia malah kembali jatuh lalu memuntahkan isi perutnya yang disertai darah akibat tendangan laki – laki itu. para pengunjung club kembali seperti awal setelah setyo ditangani oleh satpam juga manajer club.

"gue gak akan biarin uang lo berkuasa atas hidupnya." Seringai iblis dan tatapan tajam ditujukan ke pria tua bangka itu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*hargailah karya seseorang dengan tidak menjiplak ceritanya serta jangan lupa tinggalkan jejak kalian. terimakasih.

Sekolah MiliterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang