37

38.8K 1.9K 21
                                        

Biasanya ibu hamil selalu mengalami fase morning sickness & ngidam, tapi itu tidak berlaku padaku. Ya berlaku sih, tapi yang ngalamin mas Anu. Setiap pagi saat trimester pertama ku, mas Anu pasti mengawali paginya dengan morning sickness. Tapi semua itu berakhir saat usia kandungan ku telah memasuki trimester kedua. Namun semua itu bukanlah akhir dari penderitaan mas Anu, memasuki trimester kedua mas Anu tiba-tiba selalu menginginkan sesuatu yang sebelumnya ia benci.

"Pasti suaminya cinta banget deh sama istrinya, morning sickness sama ngidamnya aja suaminya yang ngalamin." ucap orang-orang saat aku menjawab bahwa aku tidak mengalami mual serta ngidam.

"Mau kemana mas?" tanya ku saat mas Anu yang sebelumnya tertidur lelap tiba-tiba bangun dan sedang memakai jaketnya.

"Mau beli nasi kuning, kamu darimana?"

"Abis dari dapur, laper. Jam segini mana ada yang jual nasi kuning sih mas." jawab ku heran.

"Cari dulu makanya, siapa tau ada. Mau ikut?"

"Pasti nggak ada mas, udahlah aku bikinin aja."

Ya, semenjak hamil entah kenapa aku yang anti memasak tiba-tiba jadi doyan banget masak. Jangankan aku, semua orang yang mengenal ku juga sama herannya. Selain itu aku juga sensitif dan kagetan parah, mas Anu juga ikutan sensitif sih walaupun tidak separah aku.

"Beli aja deh bè, kalo kamu yang bikin ntar kamu capek."

"Aku bikinin aja sih mas! Kenapa sih? Kamu nggak suka ya sama masakan ku?!" tanya ku sebal.

"Bukan gitu bè. Yaudah, kamu masak aja." jawab mas Anu melepas jaketnya.

"Udah deh, udah nggak mood. Kamu beli aja sana." ucap ku sambil membaringkan tubuh ku untuk kembali tertidur.

-
Sabar ga.

Hanya itu yang ku katakan dalam hati melihat tingkah laku Sasi saat ini.

"Yaudah mas keluar dulu ya." pamit ku sambil mencium Sasi yang sudah memejamkan mata dan berlalu keluar.

Sudah dua jam aku berkeliling dan tidak menemukan penjual nasi kuning yang buka. Jelas saja, saat ini sudah pukul 02.00 WITA. Memang lazimnya penjual nasi kuning baru berjualan baada subuh. Karna khawatir meninggalkan Sasi yang tengah hamil sendirian dirumah, aku memutuskan untuk pulang. Saat mampir ke dapur untuk minum, dipintu kulkas terdapat note.

Gatau kamu udah menuhin ngidam nasi kuning mu atau belum, yang pasti kamu lama banget mas, aku keburu ngantuk. Nasi kuningnya di rice cooker terus lauknya di meja makan.
-Kia Cantik

Aku tersenyum membaca note tersebut dan segera memakan nasi kuning buatan Sasi. Sehabis mencuci piring, aku bergegas ke kamar dan menemukan Sasi yang tengah tertidur.

"Terima kasih ya, sayang. Maafin ya kalau tadi mas ngeselin. Sekali lagi terima kasih ya mami, love you." ucap ku sembari mengelus kepala Sasi dengan sayang dan mengecupnya.

-
"Haduh gue nggak bisa sa, lo tau sendiri gimana posesifnya mas Anu semenjak gue hamil." ucap ku untuk kesekian kalinya pada Salsa yang meminta ku untuk memberikan surprise pada Nanda yang kini bekerja di perusahaan minyak swasta asing yang ada di Balikpapan.

"Yah, kalo bukan lo siapa lagi ia. Risa kan nggak disana."

"Kenapa lo nggak kesini aja sih? Lagian mendadak banget lo minta tolongnya."

"Lo lupa ya hari ini gue sidang?"

"Duh, gue mau aja bantu lo. Tapi lo tau sendiri lah gimana posesifnya mas Anu. Udah gitu lo tau lah mas Anu sensi banget sama Nanda." ucap ku yang tiba-tiba pusing memikirkan permintaan Salsa.

Stuck With UTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang