Malang, pukul 23.35 WIB.
Mas Anu
Saskia, sudah tidur?
"WOY STOP!" teriak ku pada kumpulan teman-teman ku yang sedang menertawakan Hali yang sedang menjalani hukuman kalah main uno.
"Asli dah lo ia, bikin kaget hue mulu sih! Apalagi kali ini?!" jawab Salsa emosi.
Ku tunjukkan layar handphone ku yang menampilkan chat dari mas Anu.
"Anu? Bukannya nama calon lo Arga?" Tanya Hali.
"Ya kan Arganta Kanu, yaudah gue singkat aja." Jawab ku
"Yailah aneh banget dah lu, ambigu tau kalo namanya gitu." ucap Mona.
"Yauda sih suka-suka gue. Ini balas apa woy?" tanya ku tak sabaran.
"Tinggal bales aja ribet banget deh lu, tau ah. Ayo lanjut guys." jawab Tika.
Saskia Putri
Belum mas, ini lagi nongkrong sama temen. Ada apa ya?
Mas Anu
Kamu nongkrong diluar jam segini? Bahaya Saskia, apalagi kamu perempuan.
Saskia Putri
Huft, kita belum kenal dekat anyway. Jadi stop menggurui gue.
Mas Anu
Bukan menggurui Saskia tapi memang itu kenyataannya. Yasudah kalau kamu merasa terganggu, saya minta maaf. Selamat malam, hati-hati pulangnya nanti.
"UDAH GITU AJA?" ucap ku tidak percaya.
"Apaan lagi sih ia?! Lo bisa nggak sih santai aja gausah teriak-teriak?!" jawab Salsa.
Karna tidak kunjung mendapatkan jawaban, Salsa kemudian langsung merebut hp ku dan membaca chat ku dengan mas Anu.
"Wah keterlaluan sih lo ia, baik gini orangnya lo malah ngelunjak." ucap Hali yang hanya ku sinisin saja.
"Gue nggak mood lagi buat nongkrong. Sini hp gue! Gue mau pulang aja." jawab ku sambil berlalu.
Di pelataran parkir aku melihat Nanda baru saja melepas helm nya, "Loh ia, mau kemana? Aku baru aja dateng." tanya Nanda yang hanya ku jawab dengusan kesal. Rupanya Nanda masih mengejar ku hingga ke parkir mobil.
"Udah deh nggak usah ikutin gue! Gue mau pulang tau, minggir." Ucap ku membentak Nanda. Nanda hanya terdiam ketika aku membentaknya. Hingga Momo (fortuner abu kesayangan ku) pergi Nanda masih terdiam ditempat yang sama.
"Kia kenapa?" tanya Nanda.
"Biasa mood swing mo halangan." jawab Salsa.
"Aku serius guys, Kia kenapa? Kenapa kalian nggak nahan dia buat stay disini?" tanya Nanda.
"Habis diceramahin dia sama calonnya, kamu tau sendiri lah dia kan nggak suka diceramahin sama orang lain." Jawab Risa.
"Yoi, lagian percuma kita tahan dia disini. Nggak bakal bisa." Jawab Mona.
Sepanjang nongkrong Nanda hanya melamun memikirkan Kia, dia baru kelar rapat organisasi jadi baru bisa nyusul.
Sementara itu...
"Bangsat, belum kenal aja udah sok nyeramahin. Aku nggak suka!!" ucap Kia sambil memukul stir mobilnya.
Ya begitulah Kia, dia paling nggak suka kalau ada yg ceramahin dia. Apalagi orangnya nggak deket-deket banget sama dia. Tanpa sadar mobil fortuner abu Kia sudah terparkir didepan rumahnya. Setelah membersihkan diri aku membawa serta guling serta boneka kesayangan ku ke kamar mbatar.
Tok..tok..
"Mbak, lagi sibuk nggak?" ucap ku lesu
"Buka aja dek, mbak lagi repot ngurusin nilai anak-anak ini" jawab mbatar.
"Kia mau tidur sini ya, besok bangunin Kia jam 6 soalnya Kia ada kelas pagi." Jawab ku langsung menyelimuti diri tanpa menunggu persetujuan mbak ku.
"Kamu ada masalah?" Tanya mbatar sambil menghentikan kegiatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stuck With U
CasualeKebanyakan kriteria ideal para lelaki ketika mencari pasangan itu rata-rata pasti pada nyari yang; 1.Cantik 2. Langsing 3. Pintar 4. Putih 5. Lemah lembut Tapi sepertinya semua hal itu tidak didapatkan oleh Arganta Kanu Wibisana. Arga dengan sifat...
