"Cinta bukan hanya sekedar kata biasa, tapi suatu rasa yang akan menyatukan kita." - Figuran
1. PANDAWA CAKRAWALA
Pandawa SMA Cakrawala baru saja tiba di parkiran. Kelima motor sport dengan warna berbeda terjejer rapi disana. Para kaum hawa yang melihatnya langsung berkumpul dan menjerit histeris begitu menyaksikan detik-detik pelepasan helm full face. Cukup dramatis memang, tapi mau bagaimana lagi? Sekali sudah menjadi kebiasaan akan sulit dihilangkan. Lagi pula, seantero sekolah juga sudah mengenal betul siapa kelima cowok itu.
Julukan pandawa yang diberikan pada mereka awalnya hanya iseng, karna kebetulan mereka berlima dan selalu bersama-sama, seperti halnya dengan kelima tokoh pandawa dalam kisah pewayangan. Tapi lama kelamaan, hal itu menjadi kebiasaan, sampai pada akhirnya semua orang menyebut mereka dengan julukan itu, dan masih bertahan hingga detik ini. Kelimanya juga tidak masalah sama sekali, justru merasa sangat diuntungkan. Karna berkat nama itu mereka menjadi fomous.
Seperti yang disebutkan tadi, anggota pandawa ada lima- Satria, Genta, Billy, Iko dan Juan. Jika berpikir bahwa mereka anak baik-baik karna diberi julukan itu, maka salah besar. Justru berbanding terbalik dengan sifat asli dari para pandawa. Nyatanya mereka sering terlibat masalah dan berakhir mendapatkan hukuman.
"Untung aja kita sekelas ya bro, jadi enak ntar bolosnya. Kagak perlu janjian lagi." ucap Iko yang merasa gembira karena mereka berlima satu kelas tahun ini, tidak seperti tahun sebelumnya.
"Yoi, pokoknya mah surga dunia. Bolos bilek, nugas bilek. Pakarnya sekarang udah sekelas mantap bener." tutur Billy yang ikut menyahutinya.
Pakar yang dimaksud adalah Satria, karna diantara kelimanya cuma cowok itu yang memiliki otak berlian.
"Asik banget dah," seru Iko.
"Sat, gimana semalem? Dapet?" tanya Genta yang tiba-tiba teringat dengan cewek yang mereka temui di kelab.
"Boro-boro dapet nomernya, diajak kenalan aja kagak mau." balas Satria yang langsung membuat keempat temannya tertawa.
"Kasian bener lo Sat, belum juga berjuang udah mundur duluan, sad boy bener," celetuk Juan disertai cekikikan.
"Nih contoh gue, muka pas-pasan tapi laris manis." tukas Iko menyombongkan diri, "muka ganteng nggak menjamin kita laku atau nggak men!"
"Gaya lo Ko, gue jadi curiga jangan-jangan yang mau sama lo matanya katarak semua. Makannya kagak bisa bedain mana kambing mana cogan," cibir Juan lalu terkekeh.
Merasa tak terima Iko langsung menoyor kepala Juan, hal ini membuat si empunya merintih kesakitan.
"Udah lah Sat, mending pindah haluan aja kayak gue," ujar Billy yang mulai meracuni pikiran Satria.
Genta menghela nafas melihat sifat temennya itu, yang dari dulu tidak pernah berubah, Billy si pencinta jandes alias janda, "Ini lagi bocah satu, hobinya ngehasut mulu udah kaya syaiton. Yang ada di otak lo cuma jandes doang Bil?"
"Kenapa Gen, lo mau juga?" tanya Billy seraya menampilkan cengiran tak berdosa.
"Ogah!" tolak Genta langsung.
"Eh apaan tuh rame-rame," seru Satria saat melihat kerumunan siswa. Keempat temannya langsung mengikuti arah pandang cowok itu.
"Bukannya itu kelas baru cewek lo Ju," timpal Iko sambil menyipitkan mata. Memastikan bahwa penglihatannya tidak salah.
Juan mengangguk tanda ucapan Iko benar, detik berikutnya mereka pergi kesana.
"MINGGIR LO BERDUA!" teriak cewek berambut blonde sambil menatap tajam dua cewek dihadapannya. Dia tidak sendirian, ada kedua temannya yang juga ikut melakukan hal yang sama, Rena dan Dara.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN [COMPLETED]
Jugendliteratur[#WWC2020 WINNER] HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Selama ini tidak ada yang tahu, bahwa kehidupan yang dijalani Yunara Zelin tidak jauh berbeda dengan seorang tokoh figuran. Yang hanya memainkan peran kecil dan sering kali dianggap tidak penting. Bera...
![FIGURAN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/245085503-64-k400643.jpg)