32. THE KING & QUEEN

2.9K 245 16
                                        

32. THE KING & QUEEN

Sejak tadi Zelin kurang fokus mengikuti pelajaran terakhir di kelasnya. Persetan, pikiran cewek itu justru melayang di angkasa, mengingat kembali momentum terindah yang tidak ia duga sebelumnya. Senyum merekah turut menghiasi wajah cantiknya. Bagaimana tidak terus kepikiran? Cowok yang ia suka baru saja menembaknya tadi. Aish! Kalau memikirkan Satria terus Zelin bisa gila.

Alikkka yang melihat itu menggelengkan kepala, perasaan sewaktu dirinya dan Genta jadian tidak selebay Zelin. Efek digantungin kelamaan, mungkin.

"Zel! Nggak mau pulang lo?"

Zelin tersentak dan langsung mengangkat alisnya, "Hah? Emang udah bel?"

Lihat, cewek itu sampai tidak mendengar bunyi bel pulang sekolah. Terlalu tenggelam dengan dunianya.

Alikka memutar bola matanya, "Dari tadi kali, lo bengong mulu sih."

Zelin menampilkan cengiran sekilas, lalu memasukkan buku-bukunya kedalam tas dengan gerakan cepat. Setelah selesai dia menoleh kearah sahabatnya.

"Yuk!"

"Gue ada bimbingan,"

"Yah... jadi gue pulang sendiri dong." lesu Zelin.

"Alah kayak nggak biasanya." sindir Alikka seraya terkekeh pelan.

Zelin memakai tasnya, lalu bangkit, "Gue duluan, Al." pamitnya yang langsung dibalas anggukan singkat oleh sahabatnya itu.

Tepat saat cewek itu keluar kelas, dia dibuat terkejut dengan kedatangan kelima cowok yang sudah berdiri membentuk formasi disana. Sudah seperti mau tempur saja.

"Hai pacar!" sapa Satria yang membuat Zelin bergedik ngeri. Ah, kata itu, dia masih belum terbiasa.

"Eh hai!" balas Zelin agak canggung.

"Pulang sama gue ya?" ujarnya.

Zelin mengangguk sekali membuat Satria mengangkat ujung bibirnya.

"Wah, kalo udah jadian tuh beda ya... Yang awalnya barbar sekarang jadi malu-malu gitu." sindir Billy.

"Makanya tembak janda-janda lo dong Bil, ngapain cuma buat pajangan!" sahut Juan.

Billy menggelengkan kepala, "Nggak semudah itu Ju, gila sih tanggungan berat. Bisa-bisa celengan jago gue dibobol buat belanjain mereka!"

Juan yang mendengar itu terkekeh.

"Alikka mana, Zel?" tanya Genta.

"Dia nggak pulang ada bimbingan katanya."

"Waduh! Yang ini beda lagi, padahal udah jadian tapi masih jadi sad boy!" seru Iko diakhiri kekehan kecil.

"Efek punya cewek pinter Ko," tukas Satria yang ikut meledek. Namun, karena secuil perkataan itu berhasil membuat hati Zelin tersentil.

"Tau diri lah, gue nggak sepinter Alikka!" ucap Zelin membuat Satria menoleh terkejut.

"Eh, eh! Bukan gitu maksud aku, pacar!" Satria kalang kabut. Aih! Padahal baru beberapa jam mereka berpacaran tapi sudah membuat Zelin kesal.

"Walaupun kamu nggak dapet peringkat satu, tenang kamu tetap nomor satu dihati aku."

"Anjayyy! Muka gilee bang! Belajar gombal dari bapak kau, Sat?" ledek Iko sambil tertawa lebar.

"Diem lo Ko! Nggak usah merguru lagi lo!" decak Satria.

"Jangan gitu dong, Sat. Gue kan kakak lo... Jahat bener!"

FIGURAN [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang