Seharian Zelin uring-uriang memikirkan perkataan Satria tadi siang. Mencoba untuk mencernanya dan memahami maksud perkataannya itu.
"Pergi dan jangan ganggu gue."
Apa itu sebuah kode agar Zelin menjauh?
Hm, Zelin jadi curiga ada wanita lain di hati Satria selain dirinya.
Tapi, siapa?
Clarin? Oh, no! Tidak mungkin sekali.
"Arghhh!" Zelin mengacak rambutnya kasar.
Satria menyebalkan, bisa-bisanya membuat anak orang menjadi gila seperti ini. Belum lagi berbagai prasangka buruk yang bergantian datang memenuhi kepalanya.
Tring!
Zelin langsung mencari ponselnya saat mendengar sebuah pesan masuk. Bangkit dari kasur dan menuju ke meja rias dimana letak ponselnya berada.
Matanya membulat sempurna saat melihat nama Satria yang tertera disana. Dirundugi rasa penasaran yang mendalam Zelin langsung membuka isi pesan tersebut.
Bang Sat!
Dateng ke Allezo Café sekarang juga, gue mau ngomong sesuatu.
Bagai mendapat lotre, Zelin langsung bangkit saat itu juga. Bergegas mengambil cardigan milo dibalik pintu dan pergi segera meninggalkan rumah. Tidak peduli kalau langit sudah gelap. Persetan, dia hanya ingin segera menemui Satria di Cafe milik tantenya itu.
"Berhenti pak!"
Taxi berwarna biru itu langsung berhenti, dan Zelin turun dari sana. Cewek itu sempat menarik napas panjang sebelum akhirnya masuk kedalam cafe itu.
Mengedarkan pandangan kesegala arah, Zelin tidak menemukan keberadaan Satria. Aish! Apa cowok itu hanya mengerjainya? Dasar pantat kebo tukang tipu, awas saja nanti!
Ah, mungkin Satria ada di lantai dua, batinnya. Tanpa berpikir panjang ia menaikki anak tangga menuju kesana.
Gelap, hal pertama kali yang Zelin temui disini. Hampir tidak ada penerangan membuat lantai dua ini terkesan seperti sebuah rumah yang tidak berpenghuni. Lihat, bahkan bulu kuduknya sampai berdiri.
Aneh, biasanya lantai dua yang justru di penuhi pengunjung. Tapi kini berkebalikan, Zelin menjadi tidak yakin kalau Satria berada di tempat ini.
"Sebenernya tuh anak dimana sih?!" decaknya.
Tepat saat itu semua lampu yang ada disana menyala, dan hal yang paling mengejutkan bagi Zelin adalah kehadiran semua orang terdekatnya satu persatu, mereka menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun' bersamaan yang membuat Zelin membuka mulutnya tak percaya saking terkejutnya. Terlebih saat melihat Satria berdiri diantara mereka dengan senyuman lebar.
Aish! Jadi, Satria mengerjainnya seminggu ini?
"Happy Birthday Zelin, Happy Birthday Zelin, Happy birthday happy birthday, Happy birthday Zelin....."
Sungguh, Zelin langsung Specleess. Tidak menyangka mereka akan membuat kejutan seperti ini.
Alikka yang membawa kue mengadahkannya agar cewek itu bisa meniup lilin-lilin yang terpasang disana. Zelin menutup matanya, mengajukan doa dan permintaan sebelum mulai meniupnya.
"Selamat ulang tahun ya anak Mama." ucap Resti lalu mencium kedua pipi putrinya bergantian.
"Makasih Ma, karena udah ngelahirin Zelin ke dunia ini." balas Zelin lalu memeluk Mamanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Lihat, dia berubah menjadi emosional sekali.
"Happy sweet seventeen my bestie!" Alikka memeberikan ucapan selamat. Dia memeluk Zelin dengan sumringah. Tak lupa menarik pipi Zelin gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN [COMPLETED]
Teen Fiction[#WWC2020 WINNER] HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Selama ini tidak ada yang tahu, bahwa kehidupan yang dijalani Yunara Zelin tidak jauh berbeda dengan seorang tokoh figuran. Yang hanya memainkan peran kecil dan sering kali dianggap tidak penting. Bera...
![FIGURAN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/245085503-64-k400643.jpg)