31. JADI MILIKKU

3.5K 279 16
                                        

31. JADI MILIKKU

"Terimakasih telah singgah, menetaplah hingga kapal kita berlayar jauh tanpa ada masalah." - Figuran.

***

"Demi apa kak Daniel aslinya kayak gitu?"

Saat ini Zelin dan Alikka sedang berada di kantin, cewek itu menceritakan kejadian kemarin pada sahabatnya. Dan lihat, reaksi Alikka heboh sekali. Sudah seperti ibu-ibu yang dapat arisan.

Zelin mengangguk sekali lalu menelan cilok yang dia makan, "Dugaan lo bener, cowok itu kurang ajar."

"Tapi, lo nggak papa kan, Zel?!"

Rasanya Zelin sangat senang, bisa diperhatikan seperti ini. Tadi malam Satria sekarang Alikka.

"Lo salah nanya Al, harusnya nanyain itu ke kudanil! Yang terluka kan dia." ucap Zelin lalu terkekeh kecil, membayangkan cowok itu tergeletak di lantai tak berdaya.

"Hebat lo, Zel! Gue jadi nyesel deh waktu dulu nggak ikut karate. Coba aja kalo gue di posisi lo, pasti nggak akan bisa ngelawan."

"Aelah ntar juga penyelamat lo dateng sendiri." sindir Zelin membuat Alikka tersenyum malu. Penyelamat yang dimaksud adalah Genta. Berbicara tentang mereka, keduanya yang awalnya berstatus sebagai mantan kini berubah menjadi pacar. Hidup sesimpel itu.

"Al, lo tau nggak? Lo pasti bakal kaget setelah tau berita besar ini. Asli dah!!"

"Apaan tuh???"

Zelin memajukan wajahnya, berbisik takut jika ada orang lain yang mendengarnya, "Satria udah putus."

Sontak mata Alikka membelak sempurna, "Hah? Kok bisa? Padahal dia kan cinta mati sama kakak lo?"

"Gue juga nggak tau, tapi yaudah lah gue nggak tertarik soal alasan mereka putus. Yang terpenting gue masih punya kesempatan!" Zelin tersenyum gembira. Dia akan segera membuat Satria sadar akan perasaannya selama ini.

"Wahh!! Akhirnya! Pokoknya Zel, lo nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Pepet terus sampai dapat, oke?"

"Oke siap!"

Byurrr...

Tiba-tiba saja ada air deras yang membasahinya dari ujung rambut, membuat spontan cewek itu berdiri dan menoleh mencari siapa orang yang melakukannya. Zelin langsung mengepalkan tangan kala melihat seorang gadis yang ia kenal betul tengah tersenyum sarkas.

Tadi, dia sengaja menyiram tubuh Zelin dengan sebotol mineral.

"Maksud lo apa?!"

Clarin terkekeh kecil, lalu melangkah sejengkal mendekati Zelin. Raut wajahnya langsung datar, sorot matanya berubah tajam.

"LO YANG APA?! PAKE NGEREBUT COWOK GUE!!" pekiknya keras membuat seluruh pasang mata yang ada disana mengalihkan pandangan menyaksikan kegaduhan yang tercipta.

Aish! Ternyata itu alasan Clarin sampai membasahi seluruh tubuhnya. Cinta memang kebodohan!

"Lah apa hubungannya sama gue?" ucap Zelin pura-pura naif. Lagipula, bukan dia yang bersalah disini.

Clarin yang mendengar itu tersenyum miring, "Masih belum juga sadar posisi lo? Dasar Benalu!"

Zelin membuang napas kasar, kalau saja dia tidak memiliki hubungan darah dengan Clarin. Pasti sudah ia cabik-cabik mulutnya sedari tadi, enak saja mengatakan dirinya benalu, memangnya ada benalu secantik Zelin? Aih!

"Gue udah kasih peringatan waktu itu, masih juga nggak nyadar diri!" sindir Clarin sambil melipatkan tangannya di depan dada.

"Seneng lo? Udah berhasil pisahan kita berdua?!"

FIGURAN [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang