Hellow!
Sebelum membaca, harap Vote lebih dulu yaw ')
***
"Saat otak dan hati kamu beda frekuensi, maka satu-satunya yang bisa mengendalikan keadaan adalah diri kamu sendiri." - Figuran
19. TANPA STATUS
"Zel, gimana keadaan tante Resti?"
Zelin yang sedang membereskan buku-bukunya untuk di masukkan kedalam tas berhenti sejenak. Cewek itu menoleh kearah sahabatnya yang terlihat sudah siap untuk pulang.
"Ya gitu deh, lo tau sendirikan kan nyokap gue kayak gimana. Bukannya istirahat malah beres-beres rumah. Padahal nggak boleh, masih dalam tahap pemulihan kalau kata Dokter." balas Zelin. Lalu berjalan keluar kelas bersama Alikka. Mereka berdua adalah makhluk terakhir yang keluar dari ruangan itu.
"Gue baru tau. Ternyata sifat keras kepala lo turun dari tante Resti."
"Emang iya gue keras kepala?" tanya Zelin yang tak menyadarinya dari dulu. Perasaan, Zelin biasa-biasa saja selama ini.
Alikka mengangguk kuat, "Udah bebel, lemot, galak pula. Paket komplit."
"Blak-blakan banget sih Al, malu-maluin tau kalau ada yang denger gimana?"
"Aelah, semua orang juga udah tau kali gimana watak buruk lo." balas Alikka yang diakhiri kekehan kecil.
"Kurang satu!" sahut seseorang yang tiba-tiba sudah berada ditengah mereka, seolah tau apa yang sedang mereka berdua bicarakan sejak tadi. Namanya juga menguping.
"Gampang marah," ucapnya lalu tertawa lebar tanpa dosa.
Zelin dan Alikka yang terkejut dengan kedatangannya sama-sama menyerngitkan kening.
"Lo belum pulang?" tanya Zelin, membuat cowok itu menoleh lalu mengulum bibirnya.
"Nih mau pulang."
"Tumben, perasaan lo pulang cepet. Bel istirahat aja udah minggat." sindir Zelin.
"Tau dari mana lo?" tanya Satria.
Zelin memutar bola matanya, "Siapa sih yang enggak tau kelakuan Pandawa. Iya nggak Al?"
Alikka mengangguk menyetujui ucapan sahabatnya. Sedangkan Satria hanya tersenyum sekilas.
"Eh, jemputan gue udah dateng." ujar Alikka saat melihat ada mobil hitam terparkir di depan gerbang, "duluan ya Zel, Sat!"
Keduanya mengangguk bersamaan. Detik itu, Alikka melangkahkan kakinya memasuki mobil jemputannya. Ah, kalau dilihat-lihat enak sekali rasanya menjadi orang kaya, tidak perlu capek-capek jalan kaki apalagi sampai merasakan yang namanya naik angkot bersama ibu-ibu yang habis pulang dari pasar. Baunya engap!
"Jemputan lo mana? Belum dateng?" tanya Satria, membuat lamunan Zelin seketika buyar.
Dia ini, sebenarnya benar-benar tidak tahu atau sedang pura-pura sih?Apa Satria tidak bisa melihat kondisi ekonomi keluarganya? Boro-boro dijemput untuk naik angkot saja dia harus puasa jajan.
"Jangan ngeledek deh!"
Satria mengangkat sebelah alisnya, "Siapa? Orang gue nanya."
"Lo sendiri ngapain? Bukannya bawa motor tiap hari?" ucap Zelin membalikkan pertanyaan.
"Di pinjem Juan tadi buat nganterin ceweknya, nih gue mau ke bascamp." balas Satria seadanya. Gara-gara cowok bucin yang satu itu, Satria jadi harus berjalan kaki. Tadi, teman-temannya juga sempat menawarkan tumpangan tapi Satria menolak karna ada urusan mendadak.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN [COMPLETED]
Novela Juvenil[#WWC2020 WINNER] HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Selama ini tidak ada yang tahu, bahwa kehidupan yang dijalani Yunara Zelin tidak jauh berbeda dengan seorang tokoh figuran. Yang hanya memainkan peran kecil dan sering kali dianggap tidak penting. Bera...
![FIGURAN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/245085503-64-k400643.jpg)