HARAP VOTE
SEBELUM MEMBACA!
***
21. PERHATIAN KECIL
Zelin membuka loker nomor 137 kemudian mengambil kaos olahraga dari dalam sana. Kebetulan hari ini kelasnya ada jam olahraga. Namun saat menutup kembali, dia dikagetkan oleh suatu hal. Ada sesosok cowok yang tiba-tiba sudah berada disamping lokernya, menyenderkan punggungnya seraya melipatkan tangannya di depan dada. Siapa lagi kalau bukan Satria.
Cewek itu berdesis pelan, "Ngagetin tau nggak!"
"Kenapa hp lo nggak bisa dihubungi?"
"Mati," balas Zelin asal.
Katanya berbohong demi kebaikan itu tidak apa-apa dan sekarang Zelin melakukan hal yang sama. Belakangan ini cewek itu memberi sedikit jarak pada Satria. Sebelum semuanya terlambat dan rasa yang tercipta semakin dalam, Zelin harus secepat mungkin untuk bisa menghapusnya. Lagipula sebentar lagi genap satu bulan, itu artinya dia sudah tidak terikat perjanjian itu.
"Masa tiap hari?" titahnya, manik mata hitam pekat itu menatap lurus kearah cewek didepannya, "Belakangan ini lo susah dihubungi. Jangan karna bentar lagi selesai, lo lari dari tanggung jawab."
Satria merasa kalau Zelin sedang menghindarinya. Beberapa hari belakangan dia bahkan tidak bertemu atau sekedar berpapasan dengan cewek itu. Terlebih saat mengirimkan pesan, tidak pernah dibaca. Padahal dirinya sangat membutuhkan bantuan Zelin saat ini.
"Sorry, gue sibuk akhir-akhir ini." ujar Zelin lalu melangkahkan kakinya pergi dari sana, yang otomatis diikuti Satria. Dia ini sedang diajak berbincang malah melengos.
"Oke gue maafin!"
"Pulang sekolah lo ada acara?"
Zelin menoleh seraya mengangkat kedua alisnya, "Emangnya kenapa?"
"Temenin gue beli bunga." tutur Satria lantas menampilkan cengiran khasnya, "Gue mau kencan sama Clarin."
Zelin tampak kaget dengan perkataan Satria barusan. Namun sebisa mungkin cewek itu menutupinya. Dia tidak tahu hubungan Satria dan Clarin sudah sedekat itu, mungkin karna beberapa hari belakangan dia mangkir dari tugasnya jadi sampai melewatkan hal yang satu ini.
"Bunga? Lo mau nembak Clarin?" tanya Zelin yang langsung dibalas anggukan singkat oleh cowok itu.
Zelin meneguk ludahnya kasar. Lagi, perasaan ini mulai berkecambuk di hatinya.
"Tenang aja, gue udah mikirin ini matang-matang." tukas Satria memastikan.
"Mungkin gue belum sempet cerita soal ini, tapi yang jelas semenjak kejadian di club kita berdua jadi deket. Clarin udah mulai menerima keberadaan gue." timpalnya menjelaskan.
Sedangkan Zelin memilih untuk menyimak saja, lagi pula dia sudah tau dari nenek lampir.
"Tapi masalahnya," Satria menggantungkan perkataannya, "Clarin lagi deket sama cowok lain. Makanya gue harus lebih dulu dapatin dia sebelum keduluan cowok sialan itu."
Ah, rasanya saat kembali mengingat foto yang Genta kirimkan api cemburu mulai berkobar lagi. Ingin sekali dia mengetahui siapa cowok itu. Berani-beraninya dia mendekati Clarin, Satria tidak akan tinggal diam.
"Jangan nembak Clarin."
Perkataan itu lolos begitu saja dari mulut Zelin. Aish! Lihat bahkan belum apa-apa bicaranya sudah melantur, apakah ini yang dinamakan efek cemburu buta?
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN [COMPLETED]
Teen Fiction[#WWC2020 WINNER] HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Selama ini tidak ada yang tahu, bahwa kehidupan yang dijalani Yunara Zelin tidak jauh berbeda dengan seorang tokoh figuran. Yang hanya memainkan peran kecil dan sering kali dianggap tidak penting. Bera...
![FIGURAN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/245085503-64-k400643.jpg)