rumah adalah tempat kita untuk pulang...
satu kata dan gerakan kecil sangat berpengaruh dengan kehidupan yang ada di sekitar...
keegoisan hanya akan menghancurkan semua hal baik...
kadang, masalah hidup pun datang dari rumah...
jadi, pilihan ada...
terlihat lucas yang sedang menulis di bukunya. "hei..." tiba tiba haechan datang dan duduk di kursi-nya. "haechan... mm... apa kau sudah siap pr?" tanya lucas. "kenapa? kau belun siap?" tanya haechan. "hehe... belum." kata lucas. haechan memutar bola matanya malas dan mengambil bukunya di dalam tas. haechan tahu kalau lucas pasti ingin meminjam bukunya. "ini." kata haechan sambil memberi bukunya. lucas mengambilnya dan kembali mengerjakan pr-nya. haechan mengambil hpnya dan memainkannya.
skip~
jam istirahat.
seperti biasa haechan dan lucas hanya duduk di kelas dan bermain game. "untung tadi kau cepat datang, kalau enggak, munkin pr-ku gak siap." kata lucas sambil memainkan game di hpnya. "lain kali kalu mau minjam pr itu jangan seperti tadi... seharusnya kau memintanya satu atau dua haru sebelum prnya di kumpul. untung aku cepat datangnya." kata haechan yang juga memainkan game di hp-nya.
'BRAKK' *suara pintu dibuka dengan keras
"eh! ya ampun.. aku jadi kalah." kata haechan sambil terkejut. "kak haechan!" panggil chenle sedikit berteriak sambil masuk, menemui haechan. "kenapa?" tanya haechan. "itu... jisung lagi di ganggu.." kata chenle dengan wajah khawatir. haechan berdiri dari duduknya. lucas yang sedikit tersentak, juga berdiri. "siapa yang ganggu?" tanya haechan. "itu.. kak yuta..." kata chenle. haechan yang mendengar nama 'yuta' langsung berlari yang di ikuti chenle dan lucas. "dimana mereka?" tanya haechan sambil berlari. "di kantin." kata chenle.
di kantin.
"hei... kenapa kalian menunduk?" tanya yuta sambil menangkat dagu jisung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.