14 story

954 105 0
                                        

Ini lanjutan ceritanya... :)
Happy reading...:)
Maaf kalau ada typo... :)














malam hari. di ruang makan.

"ayah... besok ada rapat guru dan orangtua. apa ayah bisa datang?" tanya chenle. "tentu saja. apa haechan juga begitu?" tanya junmyeon. haechan mengangguk sambil memakan makanannya. "tapi, jisung tidak. jadi jisung harus menunggu pulang sampai rapatnya siap?" tanya jisung. "iya. kalau tidak, kau naik bus saja." kata chenle. "tidak. aku akan menunggu. sekalian aku mau bermain dengan teman ku yang lain." kata jiusng sambil makan. chenle memutar bola matanya. akhir akhir ini jisung terlihat sering bermain dengan teman barunya. "apa dengan anak baru itu?" tanya chenle. jisung mengangguk. "kalau begitu kau juga harus memperkenalkannya kepadaku. aku juga ingin berteman." kata chenle. "tidak. cari saja teman kakak sendiri. lagi pula kakak pasti juga ikut rapat." kata jisung. "kau ini menyebalkan." kata chenle. "biarin." kata jisung sambil mengejek chenle. "sudah... kenapa jadi berantam?" kata mark menyudahi perkelahian mereka. mereka berdua menunduk dan kembali makan.

"ini gara gara mu." kata chenle yang masih menunduk dengan suara pelan. jisung malah mengejeknya lagi. yang lain hanya menggelengkan kepala mereka. mereka berdua akan terus bertengkar sampai matahari terbit nanti.

.

.

.

.

pagi hari.

"kami berangkat." kata jisung. "berhati hatilah." kata bibi. jisung mengangguk. jisungpun menutup kaca jendela mobil dan mobil pun perlahan berjalan meejauhi mereka.

"ayo, bibi bantu." kata bibi sambil memegang tangan renjun. renjun pun mengikuti arahan bibi dan masuk ke dalam rumah.

.

.

.

.

.

skip~

'tok tok' suara ketukan pintu*

"masuk" kata jeno sambil mengerjakan berkas berkas yang ada di depannya. "apa kau sibuk?" tanya junmyeon. "jeno melihat ke arah ayahnya. "ayah? ada apa?" tanya jeno. "tidak ada apa apa. ayah hanya mau bilang, kalau ayah akan pergi ke sekolah haechan dan chenle untuk rapat itu. jika ada tamu bisakah kau katakan kalau ayah sedang tidak ada? sekretaris ayah sedang sakit." kata junmyeon. "baiklah." kata jeno. "kalau begitu ayaha pergi." kata junmyeon. jeno hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.

.

.

'drrtt' suara hp*

"halo" kata junmyeon. "ayah? apa ayah sibuk?" tanya renjun yang berada di seberang telpon. "ayah akan pergi ke sekolah haechan dan chenle." kata junmyeon. "oh... bisakah aku ikut? aku bosan berada di rumah." kata renjun. "tapi ayah akan rapat bersama guru." kata junmyeon. "tidak apa apa ayah. aku akan berada di mobil sambil mennunggu. aku hanya ingin keluar dari rumah saja sebentar." kata renjun. "mm... baiklah. tapi renjun harus janji kalau renjun tidak akan lari kemana mana." kata junmyeon. "iya. renjun janji." kata renjun senang. "baiklah. tunggu di rumah. ayah akan menjemput mu." kata junmyeon. "baiklah." kata renjun. junmyeon pun mematikan hpnya dan menuju mobilnya.

"terima kasih bibi." kata renjun sambil mengembalikan hp bibinya. "baiklah. kalau begitu bibi kembali ke dapur ya." kata bibi itu. renjun mengangguk sebagai jawabannya.

.

.

.

.

.

di sekolah.

terlihat haechan yang sedang menunggu seseorang. "hei. sedang apa kau. sebentar lagi rapatnya akan di mulai." kata lucas yang kebetulan lewat dari situ. "aku sedang menunggu ayahku." kata haechan.

"kak haechan!" panggil chenle sambil berlari ke arah haechan. "ada apa?" tanya haechan. "apa ayah sudah datang?" tanya chenle. "belum." jawab haechan. "itu mobil kalian kan?" tanya lucas sambil menunjuk arah mobil yang baru saja datang.

"maaf ayah terlambat. ayah tadi menjemput renjun."kata junmyeon. heachan memasang wajah bingung dan melihat kedalam mobil. renjun tertidur. "kenapa kak renjun ikut?" tanya chenle. "katanya dia bosan di rumah. tapi, dia malah ketiduran di perjalanan." kata junmyeon. "sudalah. sekarang ayo ke kelas. rapatnya sudah mau di mulai." kata haechan. "baiklah." kata junmyeon. mereka pun meninggalkan renjun yang tertidur di dalam mobil..

.

.

renjun membuka matanya. "ayah? apakah kita sudah sampai?" tanya renjun. tidak ada jawaban. "ayah?" kata renjun sambil meraba kusi yang ada di depannya. "mungkin sudah sampai." kata renjun dalam hati.






"astaga... aku mau buang air kecil..." kata renjun entah pada siapa. "bagaimana ini.. kalau aku keluar nanti ayah mencariku.. tapi..." renjun berdepat dalam hatinya. "ya sudahlah... aku keluar saja..." kata renjun.

renjun keluar. renjun menutup pintu mobilnya. "oh iya... aku tidak tahu dimana tempat kamar mandinya.. mm..." kata renjun dalam hati. renjun hanya berjalan kedepan tanpa tahu arah dan dia dimana.

"akh!" renjun terjatuh. "perhatikan jalanmu." kata seseorang yang menabrak renjun sambil mengambil komiknya. Dia yuta. "ma-maaf. bisakah kakak menunjukkan dimana toilet?" Kata renjun sambil berusaha berdiri. Yuta melihat renjun dan melambaikan tangannya kedepan wajah renjun, karena renjun tidak menghadapnya saat berbicara. "Hei. Aku disini." Kata yuta. Renjun yang mendengar suara itu, menghadap ke arahnya. "Maaf." Kata renjun lagi. " Apa kau buta?" Tanya yuta karena melihat tatapan kosong renjun. "I-ia. Bisakah kakak menunjukkan arah jalan toilet?" Tanya renjun lagi berharap yuta mau membantu renjun.

"Baiklah." Kata yuta. Renjun tersenyum. Akhirnya dia bisa ke kamar mandi. Renjun meraba yang ada di depannya. Renjun memegang tangan yuta. Yuta hanya melihat tangan renjun dan melihat renjun balik yang masih tersenyum.
Mereka pun berjalan ke arah kamar mandi.
.

.

.

.
"Kakak bisa pergi. Tidak apa apa." Kata renjun sambil masuk ke dalam kamar mandi. "Bagaimana bisa di mengatakan seperti itu. Apa dia tidak merasa kalau dia buta?" Kata yuta dalam hatinya.
Yuta menunggu renjun di luar toilet.
Renjun keluar. " Ayo. Aku akan mengantarmu lagi ke tempat tadi." Kata yuta. " Apa itu kakak? Kenapa tidak pergi? Apa kakak bukan dari sekolah ini?" Tanya renjun. "Ayo..." Kata yuta menarik tangan renjun pelan tanpa menjawab pertanyaan renjun. Renjun hanya mengikuti arahan yuta.

" Oh iya, siapa namamu?" Tanya yuta. "Renjun. Kalau kakak?" Tanya renjun lagi. "Aku yuta." Kata yuta. Renjun mengangguk sambil tersenyum...


























Happy SHOTARO day.... :)

Maaf ya aku gantung :')... Karena aku mau buat banyak moment renjun sama yuta ;)

(Btw, di bab ini kayaknya gak ada konflik ya:) aku harap gak ngebosanin :'). )

Tetap ikuti cerita ini ya:)

Bye... :)

FROM HOME || RENJUN VER.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang