malam, lontong!
ada yg dukung malah seneng yoonhyun cerai dan ada yg berharap mereka lanjut.
aku jadi keinget cerita The Way di akun sebelah alias Deer_Keroro
di sana ada dua kubu, yoonrene shipper dan yoonhyun shipper. wkwkwkw.
*
*
"Tolong... to-tolong ceraikan aku!"
Wajah Yoona terhenyak sesaat mendengar lontaran tidak berlandaskan apapun, tapi sekian detik kemudian dia terkekeh seakan Seohyun baru saja membuat lelucon. "Muach. Kau tidak pandai menjadi komedian tak peduli seberapa keras berusaha. Atau mungkin salah kelas, hahahaha."
"Eonnie," panggil Seohyun menyentuh ujung dagu Yoona di bawah bibir yang masih terperingis. "Ini bukan candaan. Kita... sebaiknya berada di jalan masing-masing karena..."
"Seohyunnie," potong Yoona membuang napas berat seraya mengubah posisi duduk bersila menghadap Seohyun.
Entah apa yang terbesit di benak sang istri, tapi dia memang menemukan raut gelisah itu sedari tadi. Hanya saja sejauh ini Yoona tak menemukan alasan yang menjadi landasan permintaan barusan. Bisa jadi Seohyun terpengaruh drama atau film lantaran paling sering di rumah menemani Yeri. Sangat mungkin di sela-sela Yeri bermain atau tidur, Seohyun bosan lalu menonton tayangan keluarga kemudian beberapa adegan terlalu diresapi.
"Hyunnie, sepertinya kau terlalu lelah di rumah. Hampir tiga tahun kau berada di rumah karena menemani putri kita, jadi pasti merasa bosan dan ingin keluar memiliki waktumu sendiri. Aku mengerti, sungguh, dan lagipun kau sangat boleh pergi bersama temanmu saat kami sudah pulang. Kau sangat mengerti waktu jadi tak pernah mendapat laranganku, tapi mungkin ada rasa tidak enak hati. Hanya saja-"
"E-eonnie, tolong dengar dulu!"
"A-ani ani ani. Kita tidur, ok?" Yoona beringsut dari ranjang mengunci pintu dan berucap lagi, "Berbaringlah! Aku akan mengunci jendela, menutup tirai, menyalakan lampu, dan menghidupkan lampu tidur."
Seohyun lekas menghampiri Yoona, menahan tangan yang sibuk menarik tirai menghalau cahaya dari luar. "Eonnie, kita tidak bisa begini selamanya!"
"Hyunnie, sudah cukup!"
"Aku ingin cinta."
Sunyi. Sekujur tubuh Yoona mematung tak terkecuali bola mata terpaku pada seraut wajah Seohyun. Pikiran berputar mengulang kembali ucapan barusan, seputar perasaan yang tak pernah dibicarakan bahkan seolah tak pernah menjadi hal penting di hidup mereka. Dalam pernikahan yang lewat tahun ke lima, tak sekalipun ada dari mereka yang mengatakan 'aku mencintaimu'. Tidak pernah tersibak pula di benak Yoona jika Seohyun akan berkata seperti tadi karena sebelum menikah mereka telah membicarakan ini.
"Keadaan banyak berubah, Eonnie, hingga seiring waktu aku mulai mendambakan cinta. Kau tak akan bisa mencintaiku sebagaimana dirimu mencintai Irene. Bahkan memberikan sedikit cinta pun mustahil kau lakukan karena seluruh hati ini, pikiran ini, juga raga ini telah kau berikan semua untuk dia."
Bibir merapat agak bergetar bak memaksakan diri merobek jahitan ini. Bola mata pun perlahan membulat menoleh ke pigora foto pernikahan mereka.
"Aku ingin dicintai dan dijadikan satu-satunya, tapi tidak akan bisa didapat darimu. Eonnie, kau tidak bisa mendapat dua raga dan berharap semua baik-baik saja. Hal paling tepat adalah kita bercerai dan kau menjalani hidup bersama anak dan istrimu. Biarkan aku pergi menemukan jalan sendiri ya?" tutur Seohyun memandang penuh permohonan diselimuti titik-titik air. "Eonnie harus melepas hubungan ini karena... karena aku juga ingin sepertimu, hidup bersama orang yang dicintai dan mencintai. Kau... kau ti-dak bisa... mencintaiku."
YOU ARE READING
Sore Itu Lonceng Berbunyi
Fanfic'Maukah kau menjadi sahabatku lagi?' -Yoona- 'Saat mataku terpejam kebersamaan ini akan berakhir dan waktu berlalu sangat cepat.' -Seohyun- 'Biarkan aku menjadi ibu dari anak-anakmu!' -Irene- 'Aku adalah orang yang mencintaimu tanpa henti, tanpa lel...
