29. PERJALANAN

4.9K 371 15
                                        

"Saling rangkul bukan mukul"-geng Brital.


***

( Geng Inti Brital )

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian:) komen juga biar ak semangat:)

Happy reading

***

Syarlin berdecak kesal melihat lelaki dihadapannya dengan tampang menyebalkan. Bagaimana tidak? Ini masih jam 05:15 dan Bara bilang kemarin akan menjemputnya jam 6. Dimana warga +62 ketika akan menjemput jam 6 tapi malah baru bangun dan menyebabkan ngaret. Jam indonesia kan jamnya karet. Xixixi. Tapi berbanding kebalik dengan Bara yang bahkan menjemput lebih awal.

Bahkan Syarlin baru saja selesai menunaikan solat subuh, dan Bara sudah datang dengan setelan celana jeans dipadukan dengan kaos hitam. Oh jangan lupakan jaket jeans yang melekat ditubuhnya. Ah sangat tampan!

"Ck, lo jemputnya ke pagian tau gak!."decak Syarlin saat menghampiri Bara yang sedang duduk santai di ruang tamu.

Bara terkekeh pelan. "Gak tau gue juga. Gue tuh selalu gercep kalo soal menyangkut lo."

Syarlin menghela napasnya malas. Sangat malas jika Bara sudah membuat hatinya jedag jedug tidak karuan.

"Udah beres?."tanya Bara pada Syarlin. Gadis itu mengangguk sebagai jawabannya.

Bara langsung mengambil alih tas ransel milik Syarlin yang didalamnya ada keperluan untuk menginap. Lelaki itu langsung menggendong tasnya tanpa malu, sebab tas Syarlin itu berwarna pastel yang pastinya sangat dominan untuk warna perempuan.

"Eh gak usah. Cuma ransel doang mah biar gue aja."tolak Syarlin.

Memang, Syarlin hanya membawa satu tas ransel dan juga tas selempang. Tidak perlu membawa barang yang membuatnya repot, toh menginapnya hanya semalam.

"Udah ayo berangkat."Bara berjalan keluar melewati Syarlin dengan di ikuti gadis itu.

Namun Bara tiba - tiba putar arah dan berbalik ke arah ruang tamu, hal itu membuat syarlin menoleh bingung.

"Kenapa? Ada yang ketinggalan?."tanya Syarlin pada Bara.

Bara tidak langsung menjawab, lelaki itu menyapu sekitar seperti sedang mencari sesuatu, lalu menatap Syarlin.

"Calon mertua gue mana 'Lin? Calon mantu mau izin pamit sama calon mertua bawa calon istri."

Gantung Syarlin saja teman. Syarlin pusing dengan tingkah Bara yang... ah sudah lah.

"Apaan si lo, Papa masih dikam-."

"Udah mau langsung pergi?."sela Tama menghampiri dua remaja didepannya.

"Eh iya Om, kita ngumpul dibase camp dulu untuk nunggu yang lain datang. Sebelumnya maaf Om jemput Alin nya kepagian."ujar Bara sopan.

Tama tersenyum, menganggukan kepalanya pelan. "Gapapa."

"Kalau gitu saya izin pamit Om sama Alin."pamit Bara sekaligus menyalimi punggung tangan Tama.

AFFRAY (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang