☆SAGARA 18☆

1.1K 70 3
                                        

Bunyi nyaring ketika gerbang di hantamkan pada kandang tiga singa tengah terbius sementara sang pelaku tertawa membersihkan debu dari tangannya "tiga ekor singa apa termasuk harta mu?" Remeh Anthoni memainkan kunci kandang.

Sagara mencengkram sebuah pistol di dalam saku jaketnya "ingin saya menembak isi kepala Anda tapi saya tidak mau melukai hewan".

"Kamu menganggap ayahmu seekor hewan?"

"Dan apa semua perbuatan ayah masih bisa di katakan sikap seorang ayah?RAGA SAGARA TUBUH INI YANG ANDA LUKAI APA MASIH PANTAS ANDA DI SEBUT SEBAGAI SEORANG AYAH?" Marah Sagara merobek kaosnya melihatkan banyak luka pada dada dan perutnya bahkan luka tusukan masih basah.

"Pria lemah" decih Anthoni membuang puntung tokonya.

Sagara mendorong tubuh Anthoni menghantamkan tubuh Anthoni pada kandang besi "Hidup tanpa kasih sayang seorang ayah kandung saat kecil di jadikan samsak dan sekarang masih hidup APA ANDA MASIH MENGANGGAP SAYA LEMAH?"

Mata Sagara di butakan dengan amarah tangan kanannya mencengkeram leher Anthoni "bila saja saya tidak mempunyai hati leher ini sudah patah dan Anda akan menuju neraka" Sagara melepaskan cengkraman tangannya membiarkan Anthoni meraup oksigen.

"Serahkan Dominic dan keluarganya pada saya"

"Serahkan anakku yang kamu kurung" Sagara mengerutkan dahinya siapa yang di sebut Anthoni 'anaknya' apakah ada seseorang yang juga dari darah Anthoni.

"Yang saya kurung tepat di samping singa adalah Jelita" celetuk Garva berjalan santai dari belakang.

"Anak dari simpanan anda Anthoni?" Tanya Sagara.

"Bunda mu lah yang sebenarnya simpanan saya Jelita anak kandung saya dengan hubungan yang sah"

Pukulan keras menghantam perut Anthoni mata Sagara memerah kepalan tangan Sagara semakin mengerat pukulan kembali di layang kan di wajah Anthoni seketika seluruh anak buah Anthoni keluar dari persembunyian mereka dengan pistol yang mengarah ke arah Sagara".

"Tembak saya tapi suara tembakan bisa membangunkan Dominic" Sagara melayangkan peluru ke atas suara tembakan menggelegar.

Singa jantan bangkit meraung membuat seluruh anak buah Anthoni mundur perlahan "Silahkan" Sagara menjatuhkan pistolnya mengangkat tangannya detik itu juga kandang terbuka singa jantan berjalan menuju sang pemilik berdiri di depan Sagara.

"Cabut" semua Anak buah Anthoni kalang kabut untuk mematikan diri.

"Gar polisi udah Dateng" Garva menepuk bahu Sagara.

"Suruh mereka bawa pria ini gua ngamanin singa gua" ucap Sagara menggiring Dominic dominia dan domastic pergi truk besar sudah Sagara siap kan untuk mengangkut singa-singa nya.

Tujuan Sagara adalah menemui Jelita di markas Garva sampai di sana Jelita tertidur di pojok kurungan Sagara sempat terkejut di samping Jelita adalah seekor singa jantan.

"Diluar otak Lo" ucap Sagara kepada Garva di jawab dengan jempol.

Sagara menendang kurungan Jelita perempuan itu bangun dan berdiri "ng-ngapain kamu disini?" Tanya Jelita dengan gugup.

"Menyapa saudari saya yang sekarang saya anggap menjadi MUSUH saya" Sagara menekankan kata musuh mencengkeram jeruji besi.

"Kamu tau semuanya gar?"

S A G A R ACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang