Sagara tengah melempar-lemparkan handphonenya merasa bosan tidak ada yang memulai pembicaraan pada tongkrongannya sekarang karena yang lain tengah sibuk dengan makanan masing-masing.Setelah kematian Anthoni semua teman-teman Sagara pulang ke indonesia untuk melayat berbeda dengan Alana yang ditinggal di Amerika dengan Jelita.
Seperti biasa tempat tongkrongan mereka dahulu di apartemen Sagara sekarang mereka berada di rumah Sagara setelah kerja bakti membersihkan rumah yang hampir berbulan-bulan tidak ada yang menghuni."Rencana Lo nanti tinggal sini?"Anggukan dari Sagara.
"Nelfon calon istri deh"Ucap Sagara menekan kata istri membuat semua teman-temannya bergidik ngeri melihat perubahan Sagara yang semakin ubnormal mungkin dia tengah melihatkan sifat aslinya.Alana berhasil mencairkan Sagara.
"Heh lo lagi di pingit ngebet banget"Teriak Atlas melempar sendalnya kearah Sagara memang kakak adik tidak jauh berbeda."Yang mau nikah mah beda".
Setelah sambungan tersambung Sagara memanggil nama seseorang itu tidak ada jawaban bagaimana ada jawaban orang di seberang masih tidur hanya dia berisik dengan nada dering dan menggeser layar itu."Alana sayang..."Mata Alana terbuka memandang siapa yang menelfon.
"Enek Sagara ih"Sagara tertawa lepas.
"Pengennya si apa mas gitu kaya pas kemarin"Alana berteriak membuat Sagara menjauhkan handphone-nya.
"Sehat-sehat ya cinta-nya Sagara"Alana menaruh handphone-nya di nakas Ia menjauh dari nakas berteriak tanpa suara yang hanya bisa dilakukannya tidak mungkin Ia benar-benar teriak se-keras mungkin hanya mendengar ucapan Sagara.
Ia mendekat kearah handphonenya"Sehat-sehat juga ayang-nya Alana".
Sagara tersenyum tipis tanpa disadari beberapa makhluk hidup lainnya tengah menatap jengah Sagara.
"Maklum yang udah punya calon"
"Ini sih Sagara nya full senyum teros"
"Heh kalian ngapain disitu?"Ucap Sagara sambil menunjuk 3 manusia yang sedang mengintip Sagara dari jendela dalam."Sini"mereka mendekati Sagara.
"Bersihin tuh kandang dominic"Mereka membulatkan matanya serempak memandang Dominic tang tengah tertidur di dalam kandang bersama dominia dan domastic."Apa-apaan kenapa kagak Lo aja"tolak Alpha.
"Gua 1 minggu lagi mau nikah dan pihak kebun binatang mau bawa dominic ke alam bebas"Mereka ber-oh dan pasrah ketika Sagara sudah memaksa mereka untuk membersihkan kandang Singa itu.
"Woy Sagara.Gua kaga mau dimakan Singa woy"Teriak Alpha saat dia sudah masuk ke dalam kandangan berbeda dengan Garu dan Vincen mereka asik bermain dengan domastic yang makin besar mereka menguncir bulu kepala Dominic membuat singa itu mengaung semua yang ada di kandang keluar ketakutan mendengar aungan Dominic.
Singa itu diam saat tangan Sagara memukul-mukul besi kandang Dominic langsung duduk di depan Sagara berdiri tapi Garu sepertinya juga ingin memelihara singa karena sedari tadi Ia tidak mau melepaskan domastic dari gendongannya menimang-nimang seperti bayi mengajak bermain bola sungguh ayah idaman.
Sementara Vincen membersihkan tempat yang dekat dengan dominia erangan domininc kembali terdengar "Santai bos Gua kaga-
WRAAAAAAA" Vincen berteriak sambil berlari keluar kandang.Tangan Sagara kembali memukul-mukul besi kandang membuat Dominic kembali tenang.
"Keinginan apa sih Lo melihara beginian"Ucap Alpha dengan wajah kusam.Garu datang dengan domastic dan Domastic Ia hadapkan dengan Alpha membuat suara keras dari laki-laki melihat singa tepat didepannya.
"Lucu imoet gini kok takut"Ejek Alpha yang sudah terkapar di rumput.
"Jadi 2-3 hari-an nanti dari kebun binatang kesini buat ngambil mereka teros nanti kalian bakal bantuin tukang buat mindahin kandang ini biar disini nanti jadi playground anak-anak gua nanti"Mereka semua bertepuk tangan setelah mendengar ucapan Sagara.
"Sudah dipersiapkan dari dini anak berapa Om"
Sagara melihatkan semua jari di tangannya membuat Garu menimpuk kepala Sagara dengan kaki domastic."Lo kira anak kucing gampang banget bilang"lanjut Garu dan kembali menimang-nimang Domastic.
"Sedikasihnya tuhan"
•°•°•
K
ini Alana tengah duduk manis menunggu deretan gaun yang akan Ia kenakan pada akad juga resepsi nya sang desainer mengeluarkan gaun-gaunnya tentu dengan harga fantastis berhubung tema pernikahan adalah warna putih dan biru laut gaun sesuai warna pun diperlihatkan.
Hanya satu yang menarik perhatian Alana gaun sederhana berwarna broken white menjadi pemenang dan setelan hijabnya menambah anggun ketika Alana mencoba gaun tersebut.
"Bunda ini ya"Ririn dan Raga terdiam melihat cantiknya anak perempuan mereka mengenakan gaun putih.
"Cantik-nya"puji Raga.
"Sekalian nyoba yang buat resepsi sayang"Ucap Ririn dan lagi-lagi Alana jatuh cinta dengan gaun di depannya.
"Alana suka yang ini bun"Alana menunjuk gaun mewah berwarna biru laut dengan manik-manik mengelilingi pinggang gaun itu.
"Dek ada telfon tuh"Ucap Raga menunjuk handphone Alana.
Nama Jeta pada layar handphone-nya Ia menggeser tombol hijau dan menempelkannya pada telinga-nya Ia dibuat terkejut saat Jelita menangis."Ta kamu kenapa?"cemas Alana.
"Nanti malem boleh nggak ke apartemen"ucap Jelita dari seberang tanpa basa-basi Alana mengiyakan ucapan Jelita karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam Ia meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk pulang ke apartemen.
Alana menyuruh Teman-nya yang kebetulan tinggal di dekat butik mengantarnya karena Ia ke butik dijemput oleh Raga setelah sampai di Apartemen tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Atlas,Ia langsung masuk kedalam Apartemen."AAAAAAAAAAA"Teriak Alana saat balon-balon diletuskan.
"Astagfirullah"Alana beristigfar dan pasrah saat teman-temannya mencoret-coret wajahnya dengan lipstik memasangkan samir bertuliskan bride to be berwarna pink.
"Thank you gays"Semua memeluk Alana.
"Semoga lancar"ucap Meflyn sedikit terbata-bata mengucapkan bahasa indonesia."Thanks mef"ucap Alana sambil memeluk Meflyn.
"Semoga lancar ya sampai sah pokoknya"Jelita ikut memeluk Alana.
"Make baby five"Jesslyn menggoda Alana."I'm not cat jess".
"One two three Cheese"Semua tersenyum bahagia sebentar lagi Alana akan melepas masa single nya dan akan menjadi seorang istri.
Semua saling memberi pelukan saling memberi pesan hingga hadiah yang unik-unik dimulai dari pempers Jelita bilang untuk jaga-jaga tiba-tiba punya bayi yang kedua ada yang memberi pil KB dan kado aneh lainnya yang cukup membuat Alana pusing.
"Semoga kalian cepat nyusul cepat dapetin pasangan supaya nanti anak-anak kita bisa reuni"
Mereka menikmati masa-masa mereka saling melempar candaan sampai lupa waktu hingga mereka tertidu satu ranjang untuk empat orang hingga pagi tiba.
Sagara terkekeh saat Garva melihatkan wajah Alana yang penuh dengan coretan lipstik."Gausah lama-lama karena Lo di pingit"Sagara menatap Garva malas.
"Itu acara apaan?"Tanya Sagara.
"Itu namanya Bridal shower"Mulut Sagara membulat"Kok gua kagak kalian kasih Bridal Shower?"semua menoleh kearah Sagara dengan tatapan mencurigakan.Sagara berteriak saat Garu,Garva,Alpha dan Vincen membopong tubuhnya dengan tidak tega hati mereka menceburkan tubuh Sagara ke kolam renang yang belum dibersihkan.
"TAI LO BANGSATTTT"Semua tertawa hingga suara-suara bariton itu menggema seisi rumah.
"Sakinah mawadah wah-kacau"
"Doa Lo jelek ya nyet"Sagara menarik tangan Garu hingga tubuh Garu juga ikut masuk kedalam kolam kotor itu.
"Gays kayaknya bekas pel nya gua buang kesini deh"Ucap Alpha dengan watados-nya menunjuk kolam renang.
•°•°•
KAMU SEDANG MEMBACA
S A G A R A
Teen Fiction[PROSES REVISI] welcome to my fictional world sedikit cerita seorang sagara dengan kehidupan sehari-hari nya yang bahagia tanpa ada musibah yang menimpa bagaimana hidup sagara?let's read this story selamat membaca dan jangan lupa vote beserta kome...
