Garva berlari dari bandara karena ia ketiduran menunggu Alpha menjemputnya setelah bola matanya melihat sebuah mobil civic berwarna putih yang terparkir tepat di depan pintu bandara seseorang di dalam mobil itu keluar "LAMA BANGET GILAK" Teriak Alpha.
"LO YANG LEBIH LAMA" Garva masuk ke dalam mobil Alpha tak hanya Garva dan Alpha yang berada di mobil Alpha ada Vincen juga Garu yang duduk di bangku belakang.Garva melemparkan berkas kearah Vincen dan Garu.
Mereka membulatkan mata serempak membaca satu kalimat ucapan hamdalah terdengar di dalam mobil Alpha "Akhir-nya tuhan kasus ini hampir selesai" Syukur Alpha mengadahkan tangannya ke atas.Alpha memeluk tubuh Garva memberikan ucapan selamat.
"Akhirnya Va Lo sama Sagara dapat keadilan" ucap Garu di angguki Garva mereka semua mengucapkan selamat pada Garva"Kalian belum ketemu Sagara?" Tanya Garva.
"Sagara di kantor pusat" dahi Garva berkerut "Sia-sia dong gua balik ke indonesia?".
"Kagak ada yang sia-sia kita disuruh Sagara bikin kejutan" Ucap Alpha disusul gelak tawa saat Garva memukul wajahnya dengan jaketnya.
"Teros ini balik ke Amerika lagi?" Alpha Garu dan Vincen mengangguk serempak dengan keras telapak tangan Garva mengusap wajah-nya menatap cecurut tiga itu dengan malas mereka menuju salah satu perumahan.
Butuh 1 jam lebih untuk sampai ke tujuan disuguhkam perupahan megah yang ada di suatu kota mereka turun di pimpin Garva karena Garva yang mengenali seseorang ini setelah mengetuk pintu seoranh wanita keluar sambil memegang penggaruk punggung berbahan kayu dan kipas lipat di tangan kirinya.
"Loh cucu-ku" ucap oma memeluk dan mencium Garva "masuk-masuk" ucap oma sambil melebarkan pintu rumahnya.Semua duduk di ruang tamu favorit semua teman-teman Sagara karena aroma biskuit menguar di ruang tamu karena jarak-nya cukup dekat dengan dapur.
"Oma tanpa mengulur waktu jadi gini-
Wong oma belum nyiapin cookie kok" Sela Oma sambil memukul lengan Garva.
"Nanti aja Oma jadi tuh Sagara mau tunangan?"
"HAH?KARO WEDOAN NDI?"
"HAH?SAMA PEREMPUAN MANA?"
Oma mengerutkan dahinya berbulan-bulan tidak ada kabar balik-balik malah mau tunangan.
"Jadi Sagara mau Oma dampingin Dia pas tunangan" Oma ber-oh mengangguk paham pada akhirnya Oma menyiapkan barang-barang nya yang akan dibawa ke amerika setelah kematian sang suami Oma tidak berani pergi jauh-jauh apalagi sampai luar negeri.
Mereka semua pun juga menyiapkan barang perlengkapan masing-masing dan bersiap untuk terbang ke Amerika.
•°•°•
Ini yang Alana nantikan pergi berdua dengan Sagara ke tempat yang Sagara bilang adalah tempat terindah kedua setelah bukit temuan Sagara mereka sampai di sebuah danau yang harus melewati berbagai rintangan untuk sampai dan pemandangannya sungguh indah ciptaan tuhan.Mereka duduk diatas batu besar Sagara memakaikan topi yang ia pakai ke kepala Alana karena sedari tadi tangan mungil itu tak henti-hentinya menutupi sinar matahari.
"Kamu marah nggak sama aku?" Alana tersenyum setelah mendengar ucapan Sagara."Sempet pengen aku cabik-cabik muka kamu waktu kamu ilang tanpa kabar tapi sekarang makin sayang ketemu kamu"Senyum Sagara merekah sempurna dan mencubit kecil hidung mungil Alana.
"Maafin aku ya"
"Nggak usah minta maaf terus malah makin ngerasa bersalah aku"Sagara lagi-lagi gemas dengan wajah Alana ingin rasanya menutupi wajah Alana supaya orang lain tidak ada yang bisa melihat wajah imut ini.
Sagara merebahkan kepalanya di paha Alana sempat Alana ingin menolak karena Geli tapi Sagara sudah nyaman dan Ia hanya bisa memainkan rambut halus Sagara."Tau nggak Gar aku tuh sempet ngerasa nggak pantes buat kamu".
"Aku manusia biasa Na"
"Iya aku juga manusia tapi kamu tuh pinter ganteng umur segini udah dapet penghasilan sendiri udah baik kalem" Sagara terkekeh mendengar ocehan Alana.Tangan Sagara mengusap halus dagu Alana"Kamu sempurna dengan apa yang kamu punya Na.Banyak orang di luar sana yang pengen jadi kamu cukup syukuri apa yang tuhan berikan".
"Gimana aku nggak cinta sama kamu kalau gini Gar" Tak sengaja Alana mendorong cukup keras hingga tubuh Sagara jatuh menghantam batu suara terpantuk pun terdengar.Alana langsung menarik tangan Sagara darah menjalar pada pelipis Sagara.
Alana menepuk-nepuk pipi Sagara karena mata Sagara tertutup"Sagara bangun dong jangan pingsan ini aku bawa kamu-nya gimana Sagara"Tangan Alana kembali mendorong tubuh Sagara gelak tawa dari seseorang yang sempat dia pikir pingsan itu sedang mengejek Alana.Dengan seribu amarah entah tangan Alana reflek memukul luka Sagara bukan kesakitan tapi Sagara mengangkat tubuh Alana dan Ia taruh di bahu lebarnya.Teriakan minta tolong sambil memukul punggung Sagara.
"TURUNIN NGGAK"
"Nggak"
"Bundaaaa" Sagara membopong Alana sampai ke parkiran sepeda tentu membuat semua orang menuju pada dua insan tersebut dan Sagara hanya menyebutkan "little sister" membuat Alana menarik telinga Sagara hingga me-merah.
Waktu sudah petang mereka memutuskan pulang setelah membeli es coklat yang berada di pinggir jalan tanpa di sadari cuaca sedang tak berpihak pada mereka berdua dengan terburu-buru mereka mencari tempat berteduh.Sagara yang memperhatikan Alana muram memandang eskrim tinggal cup-nya saja.
"Eskrim-nya ilang" kekehan kembali keluar dari mulut Sagara.Saat berlari kaki Alana tidak sengaja menghantam kaki Sagara karena memang kaki Sagara yang keras jadi lah Alana yang terjatuh dengan kondisi eskrim Alana dengan mengenaskan.
Sagara mengambil cup Alana dan menggantinya dengan eskrim-nya yang masih utuh "Aku gasuka varian ini" Alana mengembalikan kepada sang pemilik.
"Coba dulu" Sagara menyuapkam se-sendok eskrim sempat menolak tapi akhirnya Alana menerima suapan itu dari Sagara"Kaya rumput tapi enak"Alana mengejek varian matcha dengan toping regal pada akhirnya Ia mengambil alih cup tersebut dan melahapnya.
"Dosa ngatain matcha mirip rumput"Ucap Sagara mendapat cubitan kecil dari Alana.
"Matcha tuh ijo terus pernah nyoba rasanya kaya rumput"
"Itu kamu-nya yang sapi"Tangan Alana menarik rambut Sagara.
"Dosa ya ngatain aku sapi"
"Alana kaya orang"Alana tersenyum tak lama dahinya berkerut.
"Berati aku nggak manusia dong?"
"Curhat?"
"Bodo ah" Alana memunggungi Sagara dan punggungnya terasa berat karena Sagara bersandar pada punggungnya yang lebih kecil"Pengen bersandar ke orang yang aku cinta"Ucap Sagara.
"Kan ini udah nyender"
"Emang kamu orang yang aku cinta?" Alana terdiam mendengar ucapan Sagara.
"Kamu udah nemuin seseorang orang yang kamu cinta ya?"
"Iya"Alana menjauhkan tubuhnya dari Sagara menaruh cup eskrim yang sisa setengah di sampingnya.
"Cerita dong gimana orangnya?"
"Orangnya bawel,mungil,suka marah,suka nangis persis kaya seseorang di depan ku" Alana meraup wajah Sagara dengan tangannya.Ia mengira ada seseorang lain yang Sagara cinta.
"Hanya kamu Na"
"Alah prettt"
•°•°•
KAMU SEDANG MEMBACA
S A G A R A
Teen Fiction[PROSES REVISI] welcome to my fictional world sedikit cerita seorang sagara dengan kehidupan sehari-hari nya yang bahagia tanpa ada musibah yang menimpa bagaimana hidup sagara?let's read this story selamat membaca dan jangan lupa vote beserta kome...
