Tak terhitung hari-hari telah di lewati 3 tahun kebersamaan akan berpisah di hari ini tepat hari ini siswa-siswi kebanggaan SMA TARUNA BUMI akan menghadapi hidup sebenarnya tidak ada kata main-main hanya masa depan dan kelak jadi apa mereka di masa depan.
Semua kelas 12 berkumpul di Aula mereka memakai baju yang senada dengan Siswa memakai tuxedo hitam dan siswi memakai kebaya berwarna senada dengan siswa mereka datang dengan wajah yang ceria kecuali Alana matanya sembab menangisi Sagara yang tak kunjung kembali ini hari terakhir mereka di masa SMA dan Alana ingin memberikan sesuatu.
Bahu Alana di pegang Jelita entah Alana menjadi nyaman dekat Jelita padahal dulu mereka sama-sekali tidak pernah damai memang tuhan bisa membolak-balikkan hati manusia,tangan Jelita merengkuh tubuh Alana seketika tangis Alana pecah.
"Sagara nggak dateng ta" ucap Alana degan suara lirih.
"Sagara pasti dateng na Sagara pasti kesini kok,Garva sama lainnya mencoba menghubungi Sagara" Jelita menenangkan Alana tubuh Alana sangat lemas garis hitam di bawah mata Alana semakin jelas.
"Kalau Sagara nggak dateng gimana ta...?"
"Do'a terbaik untuk Sagara na semoga Sagara baik-baik aja" Garva datang melirik Alana yang masih anteng di peluk Jelita.
Garva menggeleng menandakan tidak ada kabar dari Sagara semua nihil tidak ada yang bisa menelfon Sagara bahkan apartemennya tetap terkunci dan tidak ada orang di dalamnya.
"Untuk para tamu bisa menempatkan diri Acara Kelulusan SMA TARUNA BUMI akan dimulai" ucap MC dan Alana pun mendudukkan tubuhnya "Ta ini make up ku gimana?" Adu Alana wajahnya sangat tidak cocok ketika dipanggil ke depan.
"Kamu bertanya ke orang yang tepat,GARVAAAA" Garva datang membawa tas besar dan Jelita membuka tas itu puluhan make up tertata di tas berwarna pink itu jadi Garva membawa tas itu sambil menutup wajahnya dengan jas-nya.
Jelita dengan telaten merias wajah Alana hanya tambahan foundation maskara dan lipstik membuat wajah Alana jauh lebih segar dari sebelumnya tepat saat itu juga Acara penyerahan ijazah di laksanakan dimulai dari kelas paling depan mereka bergantian maju banyak juga yang sedang membuat trend ada yang melihatkan tulisan ez kepada kamera,berfoto dengan kepala sekolah dan beragam trend yang sedang booming bulan ini.
Ketika nama Alana di panggil tangan Alana terasa dingin ia dengan anggung maju ke depan di pasangkan toga oleh kepala sekolah di berikan selamat karena ujian Alana ikut dalam 10 besar sungguh pencapaian yang tidak terduga semua berkat Sagara.
Alana kembali duduk dan nama Sagara di panggil tidak ada si pemilik nama itu tapi malik yang maju ke depan lagi-lagi air mata Alana turun perlahan
Sesakit itu kah omongan ku kemarin?
Batin Alana mencengkram kuat ijazahnya menunduk meredam tangisnya membenci diri nya sendiri itu bukan Alana ia hanya menyesal mengatakan kalimat itu kepada Sagara.
Kini ia berjanji membuktikan Alana harus berhasil tanpa ada Sagara.
Ia berjanji.
Acara demi acara telah di laksanakan sesi foto bersama akan dimulai Alana tersenyum pahit seharusnya ia akan foto bersama dengan Sagara denga memakai baju yang senada ini hanya sekali seumur hidup.
Senyum tipis ketika fotografer menghitung angka mundur di akhiri semua murid melempar toga semua bersorak.
"SELAMAT DATANG KESUKSESAN"
Mereka tertawa bersama saling foto bersama Alana berfoto dengan Jelita mengupload di media sosialnya dengan membelakangi kamera beberapa caption tercetak di postingan Alana.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A G A R A
Novela Juvenil[PROSES REVISI] welcome to my fictional world sedikit cerita seorang sagara dengan kehidupan sehari-hari nya yang bahagia tanpa ada musibah yang menimpa bagaimana hidup sagara?let's read this story selamat membaca dan jangan lupa vote beserta kome...
