Semua peserta ujian sunyi dengan pikiran sendiri bersama angka-angka mereka menghitung beberapa angka diatas garis dan angka kecil di pucuk angka beberapa kali juga semua murid mendengkus nafas pasrah dengan angka yang tak masuk akal.
Beberapa kali juga Devos tolah toleh ke-belakang mencari sosok Sagara yang tidak ada di kelas kemudian ia berbisik ke arah Garva yang tak menemukan seekor SAGARA.
"Lupa Sagara kan ke ruang isolasi"
Setelah melihat Alana berjalan di dampingi BK otak Sagara menuju ke ruang isolasi ruangan yang di penuhi pengawas dan murid akan mengerjakan soal dihadapan belasan pengawas sendirian ketika murid itu ketahuan nyontek atau tidak membawa kartu ujian.
Sagara melipat kecil kartu ujiannya menaruh kertas itu pada sepatunya mengangkat tangannya dan memanggil pengawas "Kartu saya hilang pak".
"Langsung ke ruang isolasi hanya membawa soal dan lembar jawaban" Sagara mengangguk dan keluar dari ruangan temannya pun kebingungan seorang Sagara bisa menghilangkan kartu ujian.
Sagara berjalan menuju ruang isolasi yap benar Alana tengah duduk di tengah bundaran meja pengawas terlihat Alana yang cengar cengir karena kebingungan dengan soal matematika di depannya.
"Loh ngapain?" Tanya Alana ketika melihat Sagara duduk di depannya.
"Ngerjain soal lah ngapain lagi" Cuek Sagara dan mulai mengerjakan soalnya tapi dia menulis jawabannya di dua kertas tak butuh waktu lama Sagara meneyelesaikan soalnya Alana dibelakang Sagara pun ternganga ini soal matematika loh nggak sekelibat itu langsung di otak.
Tapi ini Sagara beda dengan mudah melihat angka dan cepat dengan rumusnya membuat ia lebih cepat mengerjakan soal dengan mudah.
Sagara menyelipkan kertas di bawah papan ujian Alana sang empu pun mengerutkan dahi apa yang Sagara selipkan setelah Sagara keluar Alana mengambil kertas itu ternyata jawaban essay dari angka 1 sampai akhir sungguh baik tuan Sagara memudahkan seekor Alana.
Sagara kembali ke ruangannya mengambil tas nya dan kembali menyelipkan kertas di belakang papan devos dan sama isinya adalah jawaban essay karena nilai essay berpengaruh besar dalam nilai kalau PGB bisa di capcipcup tapi essay tidak akan bisa.
"Kamu menyelesaikan 50 soal dalam 15 menit Sagara?" Tanya pengawas.
"Mungkin,saya permisi" Pamit Sagara meninggalkan ruangannya ia menuju ruang osis yang jarang ia kunjungi setelah masuk ia melihat tabel data anggota osis.
Nama dan wajahnya terpampang paling atas sampai sekarang belum di tetapkan siapa pengganti Sagara padahal umur Sagara di sekolah tinggal sebentar beberapa kali juga Sagara menanyakan hal ini kepada kepala sekolah tapi tetap jawabannya "belum ada yang bisa seperti kamu".
Harus seperti apa untuk menjadi ketua osis apakah harus tampan?kaya?tidak.
Itu yang ada di pikiran Sagara sebenarnya Sagara lelah mengurus murid karena dia adalah ketua osis dirumah juga ia harus mengurus beribu karyawannya yang bekerja di perusahaannya cukup lelah dengan hari-harinya tanpa kata istirahat.
Sagara berjalan ke lemari berkas mencari beberapa sisa foto murid kelas 11 sisa foto raport ia mengambil berkas itu dan mencari seseorang yang ia cari yap dia menemukan foto orang itu.
Pilihannya pada seseorang laki-laki berkaca mata.
GANESHA
Sagara mencabut fotonya dan mengganti kedudukan itu dengan foto Ganesha anak 11 IPA ia mantap dengan pilihannya karena beberapa kali Ganesha membantu urusan sekolah.
Sagara mengambil handphonenya mengetik beberapa kalimat di grup osis dan mengirimkan kalimat itu anggota osis pun siap untuk hadir di meeting dadakan yang di selenggarakan Sagara.
Setelah menunggu lama akhirnya meeting pun dimulai semua anggota ois sudah berkumpul suasana sangat ramai karena tiba-tiba Sagara mengadakan meeting.
"Maaf sebelumnya karena saya mengadakan meeting secara tiba-tiba jadi saya sebagai ketua osis hendak mengundurkan diri dari jabatan saya mengenal waktu saya di sekolah tinggal beberapa minggu lagi sebaiknya lebih tepatnya secepatnya ada seseorang yang bisa menggantikan saya menjadi ketua osis berhubung kita sekarang sedang melaksanakan ujian dan saya tidak ingin menganggu waktu belajar kalian jadi saya putuskan...untuk memilih Ganesha Adhitama menjadi ketua osis periode tahun pelajaran berikutnya hingga masa itu selesai" Semua anggota osis terkejut bukan main tanpa ada musyawarah terlebih dahulu Sagara langsung menunjuk seorang murid bandel di kelas 11 IPA.
"Bercanda Lo gar?bentukan Ganesha Lo jadiin ketua osis?" Tanya Satria.
"Emang Ganesha bentukan apa?dia adek gua dia manusia" Bela Garu tak terima adiknya di sepelekan.
"Walapun adek gua bandel dia punya otak kagak kaya Lo" Marah Garu.
"Jadi cowo kok baperan ru ru" Decak Satria membuat amarah Garu memuncak.
"Setan Lo ASU" Garu membogem rahang kanan Satria tak terima dengan serangan Satria membalas pukulan ke pelipis Garu.
"Berhenti..." Bentak Sagara membuat dua orang itu diam dan saling menatap musuh.
"Atau kalian saya keluarkan dari ruangan ini" lanjut Sagara.
Semua anggota kembali diam mendengarkan kembali sang ketua osis untuk berbicara "Saya memilih Ganesha bukan tanpa alasan karena Ganesha dapat mengatur murid dia bisa menenangkan riuh-an siswa jadi saya memilih Ganesha bukan karena dia saudara teman dekat saya bukan...Karena saya memang mantap memilih Ganesha sebagai new chairman"
"Assalamualaikum" Seseorang laki-laki bertubuh tinggi masuk ke ruangan osis memakai dasi yang ia lilit di kepalanya.
"Bukan adek gua" Menyesal Garu membela adiknya memang benar bentukan Ganesha rada nyeleneh.
"Ada apa bang?"
"Lo jadi ketua osis bodo" Jawab Garu.
"Gua?ketua osis?Ogah" Tolak Ganesha.
"Ganesha" panggil Sagara dan seketika juga Ganesha bilang kalau dia siap menjadi ketua osis setelah rapat dadakan itu selesai Ganesha menghentikan Sagara yang hendak keluar.
"Bang yang bener lah gua jadi ketua osis?"
"Menurut Lo?"
"Ayo lah bang gua gasuka becandaan" Ganesha menarik rambut kepalanya.
"Gua pernah bercanda sama Lo?"
"Kagak"
Sagara memakaikan tanda ketua osis di tangan Ganesha dengan pasrah Ganesha menerima jabatan barunya sebagai ketua osis walau Kepala sekolah belum melantiknya.
"Tapi bang..." Tangan Sagara menepuk bahu Ganesha.
"Keputusan gue jarang salah" Sagara tersenyum dan meninggalkan Ganesha.
•°•°•
h
ttps://t.me/+An5abNkWqoZmYzY1 buat lebih deket sama author and pemain Sagara.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A G A R A
Teen Fiction[PROSES REVISI] welcome to my fictional world sedikit cerita seorang sagara dengan kehidupan sehari-hari nya yang bahagia tanpa ada musibah yang menimpa bagaimana hidup sagara?let's read this story selamat membaca dan jangan lupa vote beserta kome...
