Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

03. Surprise???

3.5K 299 2
                                        

16 September 2017

Udara dingin musim gugur mulai menyelimuti pelataran luar Terminal Kedatangan Internasional Bandara Incheon. Lisa berdiri tegak, memegang dua gelas porselen kertas berisi cokelat hangat yang asapnya perlahan membumbung ke udara. Matanya yang tajam menatap fokus ke arah pintu keluar area kedatangan, menantikan sosok kakak keduanya.

"Kenapa lama sekali, sih? Apa kopernya tertukar lagi seperti perjalanan ke Milan waktu itu?" menggerutu Lisa pelan.

Ia mulai merasa risih. Orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar terminal terus melemparkan tatapan aneh padanya. Tampilan Lisa saat itu memang terbilang kelewat santai—atau bahkan lusuh bagi standar keluarga berada Lee. Ia hanya mengenakan kaos oblong longgar yang sedikit kusut dan celana olahraga training abu-abu. 

Pasalnya, jam tujuh malam tadi ia baru saja menyelesaikannya sesi latihan dance yang melelahkan dan langsung menancap gas menuju bandara atas perintah mendadak dari rumah. Lisa benar-benar lupa bahwa memasuki pertengahan September, angin musim gugur akan berembus jauh lebih menusuk begitu matahari terbenam.

Plak!

Sebuah tamparan cukup keras mendarat tepat di belakang kepala Lisa yang terbungkus topi beanie hitam.

Sontak Lisa tersentak hebat. Tatapan matanya yang tadi datar berubah menjadi garang saat ia menoleh cepat ke belakang, siap menyemprot siapapun yang berani memukulnya. Dadanya berdenyut perih secara mendadak—jantungnya berdetak kencang akibat efek terkejut yang melukai ritme dadanya.

"Yaiiissshh... se—" Kalimat makian Lisa terhenti seketika begitu pandangannya bertemu dengan sosok ramping berkacamata hitam di hadapannya.

"Ya!! Neo michosseo?!" Jennie berteriak lantang tanpa peduli tempat. Teriakan tajam itu seketika membuat beberapa calon penumpang di sekitar mereka menoleh, menjadikan mereka pusat perhatian.

"Eonnie! Lanjutkan marah-marahmu nanti saja di dalam mobil. Jangan membuat diriku semakin malu di tempat umum seperti ini, hmm... Kajja," bisik Lisa terburu-buru. Ia memindahkan dua gelas cokelat hangat ke satu tangan, lalu dengan sigap mengambil alih tas tangan serta koper besar yang dipegang Jennie. Ia menyerahkan satu gelas cokelat hangat ke tangan sang kakak.

Bukan berarti tidak ada pengawal pribadi yang ikut; dua bodyguard berbadan tegap keluarga Lee sudah berbaris di belakang mereka sembari membawakan dua koper berukuran sangat besar milik Jennie yang lain.

"Kopermu selalu saja berkembang biak setiap kali pulang dari luar negeri, Eonnie," omel Lisa sembari berjalan memimpin jalan menuju area parkir VIP.

Jennie tak langsung membalas omelan itu. Ia meneguk sedikit cokelat hangat pemberian Lisa, namun matanya tetap menatap adiknya dari atas ke bawah dengan raut kesal yang amat sangat. Di mata Jennie, tampilan Lisa malam ini benar-benar tidak mencerminkan statusnya. Jennie tahu Lisa memiliki ratusan kaos mahal dan celana bermerek di lemarinya, tetapi mengapa dari sekian banyak pakaian bagus, justru kaos paling lusuh dan celana olahraganya yang dipakai untuk menjemputnya di tempat sekelas bandara internasional?

"Eonnie benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana nasib penampilanmu saat memasuki masa karantina nanti, Lisa-ya. Bisa-bisa kau dianggap sebagai trainee paling gembel dan lusuh di antara yang lainnya saat latihan!" Jennie memulai rentetan omelannya begitu mereka berdua sudah duduk rapi di dalam kabin mobil. Lisa mengambil alih kemudi.

"Salahkan Jisoo Eonnie dan Rosé Eonnie yang memaksaku menjemputmu tepat di tengah-tengah jadwal latihanku!" balas Lisa tak mau kalah, memutar kunci kontak hingga mesin mobil menderu halus.

"Setidaknya rapikan dulu rambutmu yang berantakan itu! Pakai masker, kacamata hitam, atau jaket kulit milikmu yang tertinggal di bagasi!" Jennie menegaskan. Ini bukan karena Jennie malu memiliki adik dengan penampilan apa adanya. Sama sekali bukan.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang