02 Oktober 2017
Suasana di aula utama studio penyiaran 99 Girls diselimuti ketegangan mendalam. Lampu sorot redup mengarah ke podium utama tempat Kim Heechul berdiri memegang amplop hasil voting resmi pertama dari para produser nasional.
"Peringkat ke-7, trainee independen... Lee Lisa!" seru Heechul dengan suara mantap.
Sorak-sorai dan tepuk tangan spontan membahana dari seluruh sudut ruangan. Lisa tersentak kaget, lalu gummy smile-nya yang khas terkembang cerah. Ia membungkuk hormat ke arah rekan-rekan peserta di sekelilingnya sebelum melangkah dengan anggun menuju panggung utama untuk menerima mikrofon.
"Aku... sejujurnya tidak pernah menyangka akan berhasil menduduki jajaran line debut pada evaluasi pertama ini," ucap Lisa dengan vokal yang sedikit bergetar emosional. "Melihat betapa banyaknya trainee yang memiliki bakat luar biasa di tempat ini, aku merasa sangat bersyukur. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh anggota timku di battle group, dan terima kasih untuk para produser nasional yang telah memercayai serta memilihku."
Lisa melangkah naik menuju tangga jajaran kursi peringkat. Saat ia menduduki kursi nomor 7, rasa haru membuncah di dadanya. Ia memejamkan mata sejenak, memanjatkan doa tulus di dalam hati agar diberi kekuatan untuk mempertahankan—bahkan meningkatkan—posisinya hingga babak akhir demi mengamankan impian debutnya.
"Sungguh luar biasa... Sudah bisa ditebak," gumam Lisa pelan saat perhatiannya teralih ke bawah panggung. Di sana, Seongmin terlihat berjalan tertatih-tatih dibantu penyangga, berusaha melangkah menuju podium sebagai kandidat peringkat pertama.
"Kasihan sekali uri Seongmin, harus berjalan seperti itu di momen bahagianya," bisik Lisa prihatin.
Begitu penutupan acara selesai, Lisa segera berhambur turun menghampiri Seongmin. Karena kondisi kakinya yang cedera, Seongmin memang tidak dipaksakan untuk duduk di kursi puncak yang terletak di posisi paling tinggi.
"Kau sangat hebat hari ini, Seongmin-a!" seru Lisa sembari memeluk hangat tubuh adik angkatnya itu.
"Eonnie juga sangat luar biasa!" balas Seongmin penuh antusias. Ia kemudian mengacungkan jari kelingkingnya ke udara dengan mata berbinar. "Berjanjilah padaku kalau kita akan berhasil debut bersama di panggung akhir nanti!"
Lisa tersenyum tulus, mengaitkan jari kelingkingnya ke jemari Seongmin tanpa ragu. "Aku berjanji akan selalu menampilkan panggung terbaik agar para produser nasional terus memilihku."
Pada pengumuman evaluasi pertama ini, sebanyak 54 trainee harus berlapang dada menerima eliminasi, menyisakan 45 peserta yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya.
"See you next week, Eonnie!" seru Seongmin melambaikan tangannya sembari berjalan mundur perlahan, meninggalkan Lisa di area lobi luar yang sedang menunggu jemputan.
Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan perak berhenti di hadapan Lisa. Ia masuk ke dalam dan duduk di kursi samping pengemudi.
"Maaf ya membuatmu menunggu lama, Lisa-ya. Tadi di persimpangan jalan aku harus membantu seorang anak kecil yang tersenggol sepeda motor," tutur Hoseok penuh penyesalan saat Lisa memasang sabuk pengaman.
"Tidak apa-apa, Hyung. Kebajikanmu jauh lebih penting," sahut Lisa penuh pengertian.
"Nah, sekarang... Kita mau pergi ke mana untuk merayakan keberhasilanmu?" tanya Hoseok antusias sembari menginjak pedal gas.
"Aku ikut Hyung saja, mau ke mana pun aku siap," jawab Lisa tersenyum manis.
"Bagaimana kalau kita pergi berburu kuliner malam di Myeongdong? Kau pasti merindukan makanan jajanan pasar, kan?" tawar Hoseok. Lisa mengangguk cepat; sudah berbulan-bulan ia tidak menikmati jajanan jalanan karena ketatnya menu makanan karantina.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
