11. Speak Up

2.2K 186 1
                                        

"Jadi bagaimana dengan agenda untuk besok, Sajangnim?" tanya Seongmin sembari menatap lurus ke arah Ji Changwook yang sedang berdiri di tengah ruang tamu penthouse miliknya.

"Jadi bagaimana dengan agenda untuk besok, Sajangnim?" tanya Seongmin sembari menatap lurus ke arah Ji Changwook yang sedang berdiri di tengah ruang tamu penthouse miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua orang penting yang dimaksud Seongmin telah berkumpul secara lengkap di ruang tamu yang luas dan bernuansa modern tersebut. Terdapat sekitar lima pria dan tiga wanita, termasuk Lisa dan Seongmin di dalamnya. Suasana ruangan terasa amat formal, berbanding terbalik dengan pemandangan malam kota Seoul di balik dinding kaca tembus pandang.

"Hoseok, Lisa-sshi, pengacara agensi, serta pemilik tempat makan akan ikut serta besok di hadapan awak media," jelas Changwook dengan vokal yang tegas dan mantap. "Dalam rekaman video mentah yang dibawa oleh Hoseok, posisinya sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan: Lisa sama sekali bukan pelaku perundungan, melainkan korban yang dijebak dan diintimidasi."

Mendengar kata-kata 'rekaman video' dan 'tempat makan', Hoseok yang duduk di samping Lisa secara refleks meraih telapak tangan si bungsu, menggenggamnya erat guna memberikan ketenangan. Hoseok tahu betul bahwa kenangan akan kejadian di rumah makan kecil itu mengusik trauma dan rasa takut mendalam yang telah lama terkubur di dalam jiwa Lisa.

Seongmin menganga tak percaya, menatap interaksi mereka dari sudut sofa. Lisa Eonnie takut? Takut akan hal apa sebenarnya? batin Seongmin penuh kebingungan. Padahal seharian penuh ia menghabiskan waktu bersama Lisa, namun keyakinannya untuk menjaga perasaan sang Eonnie menahannya untuk tidak bertanya secara lancang.

"Baiklah, Sajangnim. Besok siaran resmi konferensi pers ini harus tersebar luas dan menjadi liputan utama di seluruh penjuru Korea," tegas Seongmin, menatap tepat ke arah manik mata Changwook. Changwook mengangguk mengerti, memahami betapa seriusnya keponakannya itu membela Lisa.

"Sekarang... bisakah kau memanggilku Samchon lagi? Dan kalian semua bisa keluar terlebih dahulu," panggil Ji Changwook seraya menyuruh para pegawai dan tim hukumnya menunggu di luar ruangan. Changwook merasa canggung dan seperti orang asing jika Seongmin terus-menerus memanggilnya dengan sebutan 'Sajangnim'.

"Samchon??" Lisa bertanya-tanya dengan alis bertaut, menatap bergantian antara Seongmin dan dua pria di hadapannya.

"Dia adalah adik kandung dari ibuku, Eonnie," jelas Seongmin singkat dan padat. Tanpa menunggu balasan lagi, Seongmin beralih melangkah ke area dapur untuk mengambil kemasan makanan hangat yang sempat dibelinya tadi.

"Dan aku adalah Oppa kandung dari Seongmin," beritahu Hoseok secara tiba-tiba ketika punggung Seongmin sudah menghilang di balik sekat dapur.

Kata-kata itu menghantam kesadaran Lisa. Dengan gerakan cepat dan spontan, Lisa melepaskan genggaman tangan Hoseok yang sejak tadi bertengger hangat di tangannya.

"Jadi... kau adalah orang yang tega meninggalkan adikmu sendiri di masa lalu??" tanya Lisa dengan tatapan tidak percaya, menatap Hoseok yang kini tertegun.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang