28 Juli 2019
Waktu berlalu begitu cepat, bagaikan kilat yang sering kali menyambar langit Seoul akhir-akhir ini. Tidak terlihat saat datang, namun bergerak cepat dan meninggalkan kejutan besar di akhir perjalanannya. Kontrak SevG dengan agensi kini hanya tinggal menghitung bulan sebelum mencapai batas akhirnya.
Situasi ini tentu membuat perusahaan yang menaungi SevG sangat sibuk menyiapkan segala hal demi memberikan perpisahan yang indah bagi para penggemar di seluruh dunia.
Para anggota SevG sendiri sebisa mungkin menyapa penggemar di tengah sela-sela waktu luang mereka lewat siaran Vlive. Sayangnya, jadwal kerja yang teramat padat itu berimbas besar pada hubungan Lalisa dengan anggota keluarganya.
Enam bulan telah berlalu sejak momen liburan indah keluarga Lee ke Italia. Kenangan manis itu kini seolah tertelan oleh tebalnya tumpukan rutinitas kerja dan rasa lelah yang memaksa mereka langsung terbaring tak berdaya setiap kali sampai di rumah. Setiap anggota keluarga Lee tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Tuan Lee Dongwook dan Nyonya Lee Inna merasakan suasana rumah yang kian hari kian sepi. Karir keempat putri mereka sedang berada di puncak kejayaan tahun ini. Untuk mengalihkan rasa sunyi di rumah yang terlalu luas itu, Tuan dan Nyonya Lee lebih sering melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri—bahkan bisa menghabiskan waktu tiga minggu dalam sebulan di luar Korea.
Sore itu, di salah satu mansion megah kawasan Gangnam, suasana terasa begitu hening. Inna duduk bersandar nyaman di dada bidang suaminya. Tangannya dengan perlahan membalikkan lembaran album foto tua yang sudah sedikit berdebu.
"Lihatlah ini, Yeobo... Anak-anak kita sangat lucu saat masih kecil," ujar Inna dengan tawa kecil yang mengalun halus. "Lihat bagaimana Chaeyoung dan Jennie sangat senang menggoda Jisoo saat liburan musim panas ini."
Dongwook ikut tersenyum nostalgia, menunduk untuk menatap foto-foto anak-anaknya yang menggemaskan. Namun, ketika tangannya membantu membuka lembaran terakhir album tersebut, dahi Tuan Lee sedikit berkerut.
"Yeobo... Kalau diperhatikan, foto Lisa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan foto ketiga Eonnie-nya, ya?" ujar Dongwook pelan.
Senyum di bibir Inna perlahan pudar. Ia menatapi wajah balita Lisa di foto terakhir itu dengan tatapan penuh rasa bersalah.
" Nde... Saat Lisa lahir, kita merasa sudah cukup puas mengabadikan momentum pertumbuhan ketiga putri kita sebelumnya. Kita pikir kita punya banyak waktu nanti. Dan sekarang aku sangat menyesalinya," nada suara Inna terdengar lirih di akhir kalimatnya. "Sebagai Mommy, mungkin akulah yang memiliki penyesalan paling banyak atas masa kecil Lisa yang terlewatkan..."
Dongwook merengkuh bahu istrinya lebih erat, memberikan kehangatan di tengah hawa dingin ruang tamu. " Gwenchana, Inna-ya... Kita memang tidak bisa mengulang waktu yang sudah berlalu. Tapi lihatlah sekarang, foto Lisa tidak hanya diabadikan di dalam kamera kita, bukan? Namanya dan wajahnya diabadikan di jutaan kamera penggemar yang tersebar di seluruh dunia."
"Tapi kamera penggemar tidak bisa menggantikan pelukan seorang Mommy, Yeobo," bisik Inna menahan sesak di dadanya. Pikirannya yang terlalu sering sendiri di rumah megah itu memang selalu memicu lontaran penyesalan masa lalu.
...
...
...
Di sudut lain kota Seoul, anak sulung keluarga Lee, Kim Jisoo, sedang berdiri di lantai atas sebuah bangunan megah. Ia fokus menatap kawasan taman hiburan yang kini sudah 100% selesai dibangun di pinggiran kota Seoul. Tempat itu sangat strategis, indah, dan megah. Taman hiburan ini adalah project impian Jisoo sejak ia masih kecil, dan seluruh perjuangan kerasnya selama bertahun-tahun akhirnya terbayarkan secara nyata.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
