02 Desember 2017 —
Suasana di dalam aula olahraga indoor Yongsan International School begitu lengang dan dingin. Cahaya matahari sore menerobos tipis melalui celah jendela kaca atas, memantul di permukaan lantai kayu polished. Sudah cukup lama dua siswi berseragam sekolah itu berdiri dalam keheningan yang mencekam, hingga akhirnya Lisa memberanikan diri membuka suara.
" Sunbae... Aku tahu betul bahwa kejadian dua bulan lalu adalah ulah dan rencanamu. Ku mohon, apa pun alasannya, jangan pernah menggangguku lagi. Lebih baik kau doakan aku berhasil debut di acara 99 Girls, dengan begitu aku tidak akan berada di lingkungan yang sama atau melintasi jalan yang sama lagi denganmu," tutur Lisa dengan nada tenang namun menyimpan ketegasan mendalam.
Gadis bermata kucing yang berdiri di hadapannya terkekeh sinis, lalu memutar tubuhnya perlahan. Ia menatap Lisa dengan pandangan tajam penuh intrik.
"Aku kira kau itu gadis yang sangat bodoh, Lee Lisa," ucapnya dingin, memandang Lisa dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Aku tahu kau merasa posisimu sebagai siswa berprestasi terebut sejak aku masuk ke sekolah ini, Sunbae. Dan aku juga tahu kau menaruh rasa cemburu yang besar pada Hyunjin Oppa," sekilas wanita itu menoleh kaget ke arah Lisa, matanya membelalak tak menyangka bahwa rahasia terbesarnya terbongkar begitu saja.
"Pahamilah, Hwang Yeji-sshi... Aku tetap bisa bertahan sejauh ini. Bahkan kau sampai rela membayar para pembuli lama untuk mengunggah foto-foto manipulasi itu ke internet. Tapi aku akui, perbuatan kotor dan picikmu itu cukup berhasil... Kau berhasil membentangkan jarak dan membuatku menjadi anak serta adik yang sangat buruk di mata keluargaku sendiri," terang Lisa, pandangannya menerawang jauh menembus dinding aula. Hubungannya dengan ketiga kakaknya tak kunjung membaik. Lisa seperti tidak mendapatkan kesempatan sedikit pun untuk berjumpa dengan ketiga Eonnie-nya, atau sekadar bertukar kabar dengan kedua orang tuanya di luar negeri. Padahal, minggu depan adalah babak final sekaligus penentuan apakah ia berhasil debut sebagai idol atau tereliminasi.
"Baguslah kalau begitu! Aku sangat senang mendengarkan kenyataan bahwa hidupmu menderita!" balas Yeji kejam. Gadis itu telah berjuang keras menjatuhkan Lisa murni karena rasa iri yang menggerogoti jiwanya. Yeji bahkan sempat jatuh sakit karena histeris saat melihat Lisa tetap kokoh berdiri menempati peringkat atas di acara 99 Girls.
"Hahaha, aku sudah menduga kau akan merespons seperti itu. Tapi tenang saja, aku akan tetap merahasiakan perbuatan kotor dan keji ini dari siapa pun, Sunbae... Terutama dari Hyunjin Oppa," Lisa bangkit dari duduknya di bangku penonton, membenahi letak tas sekolahnya, lalu melangkah pergi meninggalkan Yeji sendirian di dalam aula.
Hwang Yeji hanya menyunggingkan senyum sinis, menganggap Lisa terlalu sombong dan berpuas diri. Yeji sangat percaya bahwa suatu hari nanti, bencana besar akan menghancurkan karier Lisa. Selama ini, Yeji adalah murid andalan dan 'anak emas' di Yongsan International School. Namun sejak Lisa masuk, Lisa merebut perhatian para guru sains dan senantiasa menjuarai kompetisi matematika tingkat nasional. Kebencian Yeji makin membara ketika Hwang Hyunjin—sahabat karib yang diam-diam dicintainya—memberikan perhatian lebih pada Lisa. Padahal Hyunjin murni mengagumi kecerdasan Lisa sebagai seorang jenius, tidak lebih dari sekadar teman belajar. Namun Yeji secara picik menarik kesimpulan bahwa Hyunjin telah jatuh cinta pada Lisa.
...
...
...
Tanpa disadari oleh Yeji, sosok pria berpostur tinggi berdiri mematung di balik dinding penyangga dekat pintu masuk lapangan indoor. Hyunjin berdiri di sana dengan raut wajah tidak percaya, merekam setiap kata yang diucapkan oleh gadis yang selama ini ia anggap sahabat sejati.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
