28 Agustus 2019
Sudah genap satu minggu lamanya grup SevG beserta seluruh tim manajemen dan kru agensi berada di Jepang. Hari ini merupakan hari yang sangat padat sekaligus emosional, sebab mereka harus menyelesaikan proses pengambilan gambar untuk Music Video (MV) lagu utama dari album perpisahan mereka.
Gaun-gaun berdesain elegan yang sangat pas untuk nuansa musim gugur tampak melekat sempurna pada tubuh ketujuh anggota. Warna-warna earth tone, kain brokat halus, dan lapisan tulle yang melambai ditiup angin dingin Tokyo membuat mereka terlihat anggun luar biasa.
Dalam dua tahun belakangan ini, proses pendewasaan terjadi begitu cepat pada diri mereka. Ketujuh gadis yang dulunya pemalu kini telah bertransformasi menjadi sosok-sosok wanita muda yang mahir berpose dan mengekspresikan emosi di depan kamera industri.
Lihat saja Lalisa. Meskipun di dalam dokumen resmi keluarganya ia baru saja menginjak usia 18 tahun (menurut perhitungan usia Korea), ia menunjukkan profesionalisme yang luar biasa. Dengan cekatan dan tanpa ragu, Lisa mengikuti setiap instruksi terperinci dari sutradara dan tim kreatif, bergerak anggun di bawah sorotan lampu syuting.
"Kerja bagus untuk hari ini, Lisa-ya. Pengambilan gambar solo-mu benar-benar sempurna," puji Hoseok yang berjalan mengekori Lisa di koridor lobi hotel yang megah. Manajer pribadi yang setia itu memegang botol air mineral dan selembar handuk kecil, membimbing langkah Lisa menuju area kamar penginapan mereka.
" Gomawoyo, Hoseok-hyung," sahut Lisa lembut. Wajahnya tampak sedikit pucat, namun senyuman tipis tetap terulas di bibirnya. "Apakah jadwal besok sudah keluar?"
"Besok pagi-pagi sekali kita akan bergerak ke area pesisir pantai untuk pemotretan album konsep terakhir," jawab Hoseok mengingatkan. "Ah, benar. Jangan lupa untuk menghubungi Nona Jisoo terlebih dahulu malam ini. Beliau tadi sempat mengirimkan pesan padaku, menanyakan keberadaanmu."
" Nde, hyung," Lisa mengangguk pelan sembari melangkah perlahan. "Aku sudah mengirimkan pesan pada Jisoo Eonnie tadi sore. Eonnie bilang dia sedang menemani Mommy di mansion. Besok pagi sebelum kita berangkat ke pantai, aku juga berniat menyapa mereka lewat panggilan video. Hyung tidak usah khawatir berlebihan, nde."
Langkah kaki Lisa terhenti tatkala ia menyadari Hoseok tidak lagi berjalan di sampingnya. Lisa membalikkan badan dan mendapati pria itu berdiri mematung beberapa langkah di belakangnya. Sorotan mata Hoseok menyiratkan keraguan yang sangat besar—seolah ada sebuah pertanyaan berat yang mengganjal di tenggorokannya namun enggan untuk diutarakan.
Lisa mengikis jarak di antara mereka, menatap lurus ke dalam iris mata sang manajer. " Wae geureyo, hyung? Ada apa? Mengapa menatapku seperti itu?"
Hoseok menarik napas panjang, menimbang-nimbang keputusan sebelum akhirnya bersuara pelan, "Apakah... apakah Seongmin pernah bercerita kepadamu mengenai rencananya setelah kontrak SevG ini benar-benar berakhir?"
Lisa tersenyum miris mendengar pertanyaan itu. Pandangannya menerawang menatap ujung sepatu ketsnya. "Seongmin? Hmm... dia sempat menceritakannya sedikit kemarin saat kami duduk berdua di ruang tunggu studio."
"Apa katanya?" chase Hoseok penasaran.
"Dia bilang, dia ingin beristirahat sejenak dari dunia hiburan," tutur Lisa dengan nada suara yang berangsur meredup. "Dan dari apa yang kudengar langsung dari mulutnya... sepertinya dia berniat untuk pindah dan menetap di Brazil. Untuk jangka waktu yang sangat lama... atau mungkin untuk selamanya. Dia tidak bisa menentukan kepastiannya."
Hoseok menyipitkan matanya, keterkejutan terpancar jelas di wajahnya. "Brazil? Kenapa harus negara sejauh itu?"
Lisa mengedipkan matanya pelan, mencoba menahan rasa sesak yang tiba-tiba datang. "Dia sangat mencintai negara itu, hyung. Entah apa alasan pastinya, tapi matanya berbinar setiap kali menceritakan tentang kota Rio de Janeiro. Apakah ada masalah lain terkait hal ini, hyung?"
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
