17. Debut Show

1.9K 156 0
                                        

18 Januari 2018 

Dentuman bass dari lagu debut bergemuruh memenuhi ruangan studio berlantai kayu yang dilapisi cermin besar. Ke-tujuh gadis di dalam gedung agensi itu bergerak dalam satu ritme yang sempurna, mengayunkan tubuh mereka dengan kompak sembari melantunkan lirik lagu secara langsung demi mengasah ketahanan vokal saat menari.

" Great!! Latihan untuk sesi ini selesai!" panggil sang pelatih vokal sembari mematikan pemutar musik.

" Kamsahamnida, Ssaem!" sahut ke-tujuh gadis itu serempak. Dengan rambut basah oleh keringat dan napas yang terengah-engah, mereka membungkukkan badan penuh hormat sebelum sang pelatih melangkah keluar ruangan.

" Ahhh... lelahnya setengah mati..." Seongmin, anggota termuda sekaligus center grup, langsung merobohkan tubuhnya terlentang di tengah-tengah lantai kayu studio yang dingin.

" Yoksi... center kita ini memang luar biasa. Kau sengaja membaringkan badan tepat di tengah-tengah kami, hem?" Lee Kaeun, leader resmi SevG, tertawa kecil lalu mendudukkan dirinya di dekat kepala Seongmin. Ke-lima anggota lainnya menyusul, membentuk lingkaran kecil.

" Ani! Kalian sendiri yang membuat lingkaran dan menempatkanku tepat di tengah," balas Seongmin santai sembari menggeser kepalanya, meletakkannya di atas paha Kaeun tanpa rasa canggung.

Lisa, yang duduk bersila di sebelah Kaeun, mencibir pelan melihat tingkah manja adiknya itu.

"Seminggu lagi kita akan resmi melangsungkan panggung debut. Apakah ada hal yang ingin kalian sampaikan satu sama lain sekarang?" Sejeong, anggota tertua kedua, membuka pembicaraan. Matanya menyusuri wajah rekan-rekannya satu per satu.

Lisa menoleh, menatap Sejeong dengan pandangan bertanya.

"Bagus kalau begitu," lanjut Sejeong tersenyum. "Ungkapkan saja jika ada kekesalan, rasa ganjal, atau kekurangan yang harus kita perbaiki bersama. Bagaimana kalau kita mulai dari main dancer kita dulu? Lisa-ya?"

Lisa mengangguk paham. Ini adalah evaluasi internal yang sangat dibutuhkan sebelum mereka melangkah ke atas panggung besar.

"Menurutku, kita semua sudah berlatih dengan sangat keras selama beberapa bulan terakhir," ujar Lisa dengan suara mantap. "Pesan utamaku hanya satu: pastikan untuk selalu melakukan peregangan dengan benar sebelum dan sesudah latihan keras. Jangan meremehkan pemanasan."

Mata Lisa melirik tajam ke arah Seongmin yang sedang tiduran. Kalimat itu adalah sindiran halus yang sangat jelas, mengingat Seongmin adalah anggota yang paling sering mengeluhkan rasa nyeri pada pergelangan kakinya akibat terburu-buru latihan tanpa pemanasan yang cukup.

Seongmin pura-pura tidak mendengar. Ia malah menatap Kaeun di atasnya. "Kaeun Eonnie... Apakah ada yang ingin Eonnie bagikan mengenai tugas berat sebagai seorang Leader?"

Di saat anggota lain mengangguk-angguk mencerna perkataan Lisa, Seongmin dengan cerdik mengalihkan pembicaraan. Lisa melayangkan tatapan mata yang tajam pada Seongmin, namun kemudian ia ikut menoleh pada Kaeun.

" Nde, Eonnie... Aku juga terkadang khawatir Eonnie merasa lelah tapi sungkan untuk bercerita atau membagi beban itu pada kami," tambah Lisa lembut.

Kaeun tersenyum hangat, mengelus pelan rambut Seongmin yang ada di pangkuannya. " Gwenchana, tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Kalian semua anak-anak yang sangat baik dan penurut. Jadi, bertugas mengawasi dan mengatur kalian adalah hal yang sangat mudah dan menyenangkan buatku."

Lisa menyunggingkan senyum lega mendengarkan jawaban Kaeun. Menjadi leader bagi grup dengan tujuh kepala tentu bukan hal yang mudah, namun melihat ketenangan Lee Kaeun, Lisa selalu bersyukur mereka dipertemukan dalam satu grup yang sama.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang