Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

41. Epilog

2.7K 120 7
                                        

1 Februari 2025

Pagi itu, gelak tawa dan riuhnya suara anak kecil memenuhi setiap sudut ruang tengah mansion utama keluarga Lee. Lisa tampak menggendong seorang balita laki-laki yang sangat menggemaskan di punggungnya, berlarian kecil mengitari sofa. 

Kedatangan bocah mungil bernama Jaxon itu selalu berhasil menghidupkan suasana rumah. Ditambah lagi dengan persiapan acara pernikahan Jisoo dan Seokjin yang tinggal menghitung satu bulan lagi, mansion Lee seolah tak pernah sepi dan menjadi pusat berkumpulnya seluruh anggota keluarga serta para sahabat.

"Yaaa! Lalisa! Kau menculik anak ini dari rumahnya lagi, ya?!" seru Rose yang baru memunculkan dirinya di tangga, melangkah gontai dengan piyama sutra. Ia baru saja puas mengistirahatkan tubuhnya setelah jadwal konser dan promosi yang luar biasa padat di akhir tahun kemarin.

"Eonnie!! Aku bukan penculik yaaaa!" protes Lisa tidak terima, seraya terus memutar tubuhnya untuk menghibur sang keponakan di punggungnya.

"Cih! Awas ya, jangan sampai kau membuat Kaeun Eonnie pusing karena kau menularkan kepintaran otak ajaibmu itu pada Jaxon!" celetuk Rose lagi. Ia mendekat, menunduk sejenak untuk mendaratkan ciuman gemas di kedua pipi tembam bocah kecil itu.

"Ayahnya sendiri yang menularkan DNA genius itu padanya, Chaeng-ah," sahut Jisoo dari arah meja makan, sibuk menata hidangan sarapan hangat.

"Gomawo, Eonnie," balas Rose sedikit membungkukkan badannya dengan sopan saat menerima sepiring sarapan yang disodorkan oleh Jisoo.

Tak lama kemudian, Jungkook melangkah masuk ke ruang tengah dengan pakaian kasualnya. Matanya berbinar melihat bocah kecil di punggung Lisa.

"Come here, Baby! Kekeke," panggil Jungkook riang. Dengan cekatan, ia mengoper dan merebut Jaxon dari gendongan Lisa. Lisa hanya tersenyum manis membiarkan kekasihnya mengambil alih sang balita.

"Mau bermain apa hari ini dengan Uncle Jeon, hmn?" tawar Jungkook seraya mengangkat tubuh Jaxon tinggi-tinggi.

Jaxon memiringkan kepalanya, berpikir sejenak. "Hmmm... Can we play random dance??"

Jawaban polos yang keluar dari mulut balita yang belum genap dua tahun itu seketika membuat semua orang yang berada di ruang tengah menoleh serentak. Mereka tertegun membisu. Namun beberapa detik kemudian, pandangan mata menuntut dari para Oppa dan Jennie perlahan terarah penuh pada Lisa.

"Wae?! Kenapa kalian melihatku seperti itu?! Aku sama sekali tidak pernah mengajarinya!" protes Lisa membela diri, paham betul arti tatapan curiga dari kakak-kakaknya.

"Lisa-ya... Dia bahkan belum genap berusia dua tahun!" komentar Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir.

"Oppaa! Ayahnya, Seongmin, adalah seorang center hebat dulu, dan Kaeun Eonnie adalah leader grup! Do you forget guys?!" tangkis Lisa cepat.

"Nde, kau benar. Tapi kau sendiri adalah main dancer utama SevG, Lisa-ya! Are you forget?" balas Taehyung tak mau kalah, membalikkan ucapan Lisa.

Lisa memanyunkan bibirnya sebal. "Cih! Jungkook Oppa, gendong Jaxon! Ayo kita ke ruang dance saja! Mereka semua di sini menyudutkanku!" rajuk Lisa manja. Ia menarik lengan baju Jungkook, menyeret dua laki-laki beda generasi itu menuju pintu elevator.

Melihat kepergian pasangan muda itu bersama sang balita, Seokjin terkekeh pelan. "Mereka berdua rasanya tidak perlu repot-repot membuat anak sendiri nanti, kekeke."

"Benar, Hyung. Kaeun Noona belakangan ini terlalu sering menitipkan anaknya pada Lisa," timpal Jimin menyetujui.

"Jimin-ah, bukan Kaeun Noona yang menitipkan, tapi memang Lisa yang hobi menculik bocah itu dari mansion Seongmin," koreksi Taehyung menjelaskan fakta sebenarnya.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang