28 September 2017 — Area Belakang Panggung 99 Girls
Suasana di area ruang tunggu dan tata rias 99 Girls begitu riuh dan penuh ketegangan. Puluhan trainee sibuk dirias oleh tim makeup artist (MUA). Hari ini adalah panggung evaluasi kelompok pertama bagi mereka untuk tampil secara langsung di hadapan publik dan direkam oleh kamera penyiaran.
Momen krusial ini menjadi ajang pembuktian atas segala keringat dan kelelahan yang telah mereka curahkan selama minggu-minggu karantina, sekaligus langkah awal meraih dukungan dari para produser nasional.
Di sudut ruangan dekat cermin berlampu neon, Lisa berdiri dalam balutan kostum panggungnya. Tangannya sesekali mengudara, mempraktikkan detail koreografi yang presisi sembari menggumamkan bait lirik lagu Russian Roulette.
"Nomu yeppo..."
Sebuah suara lembut tiba-tiba menyapa tepat dari sampingnya. Seongmin muncul sembari memegang sebuah kamera kecil yang merekam pantulan Lisa di cermin.
"Eng... Kau sudah selesai mendandani wajahmu?" Lisa mengabaikan pujian tersebut meski sudut bibirnya terangkat sedikit.
"Nde, Eonnie. Timku akan naik ke panggung tepat setelah timmu selesai," sahut Seongmin sembari tersenyum lebar.
Lisa memutar tubuhnya, lalu mengukur tinggi badannya dengan Seongmin. "Aku merasa sangat tidak adil setiap kali berdiri di sebelahmu. Kau memakai ganjalan sol sepatu di dalam sepatumu, kan?"
"Ehh?? Tidak kok!" Seongmin bingung, lalu mengarahkan lensa kameranya langsung ke wajah Lisa dari jarak dekat.
"Giant baby... Kau benar-benar membuatku harus mendongak tinggi," kekeh Lisa sembari mengambil alih kamera genggam tersebut dan mengarahkannya balik ke wajah Seongmin.
"Hahaha, mianhae, Eonnie~" Seongmin dengan sengaja menekuk kedua lututnya hingga tingginya berada jauh di bawah Lisa, membuat para trainee dan staf MUA di sekitarnya tertawa geli melihat interaksi manja kedua gadis tersebut.
Beberapa saat kemudian, kompetisi dimulai. Tim pertama yang naik ke atas panggung adalah tim yang dipimpin oleh Lee Ka Eun. Sorakan dan gemuruh penonton yang memadati studio membahana ketika mereka melangkah keluar dari balik tirai.
Sistem evaluasi kali ini mempertemukan dua tim yang membawakan lagu tema yang sama. Pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi suara keseluruhan anggota tim, di mana tim yang keluar sebagai pemenang akan menerima manfaat berupa tambahan 3.000 suara otomatis bagi setiap anggotanya.
"Woaaaah... Sexy, Eonnie!!" Lisa berseru antusias di ruang tunggu peserta saat menyaksikan penampilan karismatik salah satu tim di layar monitor.
"Chowon Eonnie benar-benar luar biasa di bagian vokal," komentar Seongmin yang duduk di sebelah Lisa. Lisa mengangguk setuju, mengagumi aura panggung rekan seperjuangannya itu.
Selang beberapa giliran, giliran Tim A dari lagu Russian Roulette—yang beranggotakan Lisa—dipanggil untuk naik ke atas panggung.
"Eonnie, fighting! Tunjukkan penampilan terbaikmu!" seru Seongmin melayangkan kepalan tangan ke udara, memberikan dorongan semangat. Lisa meremas jemarinya sendiri, membalas dengan senyuman tipis guna menutupi rasa gugup yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Sebagai Tim A, kelompok Lisa mendapat giliran tampil terlebih dahulu. Di balik panggung, Tim B yang menyaksikan dari layar monitor tidak mampu menyembunyikan kekaguman sekaligus ketegangan melihat betapa solidnya eksekusi koreografi dan vokal dari Tim A.
"Aigooo... kiyowo!" Seongmin memekik heboh di depan monitor saat kamera memberikan sorotan penuh (close-up) pada wajah Lisa yang menjadi center sementara di bagian chorus.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
