5 Februari 2019
Setahun lebih Lalisa menekuni dunia dance profesional dengan jadwal super padat, hingga tanpa sadar ia agak mengesampingkan minat dan pelajaran matematikanya. Dalam kurun waktu tersebut, sudah sekitar 20 kota besar di berbagai belahan dunia ia singgahi bersama keenam anggota SevG. Setiap panggung, kilatan cahaya kamera, dan riuh sorak penggemar menjadi makanan sehari-harinya.
Hari ini, Lisa kembali melangkah keluar dari kenyamanan Mansion Lee menuju asrama grup setelah menghabiskan masa liburan singkatnya bersama keluarga. Di dalam benaknya, masih terbayang jelas wajah sang Mommy, Daddy, serta ketiga kakaknya yang memperlihatkan raut tidak rela saat melepas si bungsu pergi jauh dari rumah.
" Nde, Eonnie... Aku tidak akan melupakan hal yang baru saja kau ucapkan, padahal belum ada 37 menit berlalu sejak aku melangkah keluar dari pintu rumah," keluh Lisa jengah mendengarkan suara Jisoo di balik sambungan telepon yang terus-menerus mengulang kalimat nasihat yang sama.
"Siapa suruh kau tidak menjaga pola makanmu dengan benar selama tur? Bahkan Seongmin kesayanganmu itu bilang sendiri kalau kau terlihat makin kurus saat kalian video call beberapa minggu lalu!" cercea Jisoo mengingatkan ucapan anggota termuda grup yang tak sengaja ia dengar.
" Nde, nde... Aku sudah sampai di depan kamar asrama, Eonnie. Annyeong!" Lisa memutuskan sambungan telepon secara sepihak sebelum Jisoo sempat melayangkan omelan panjang lainnya.
Ia menarik koper besarnya menyusuri lorong apartemen tempat ke-tujuh anggota SevG tinggal. Sejauh kaki melangkah masuk, tidak ada suara atau tanda-tanda keberadaan penghuni lain di sana. Suasana terasa sangat lengang dan hening.
" Yahooooo! Apakah ada orang di rumah? Anybody here?" seru Lisa dengan suara sedikit lantang.
Tidak ada sahutan. Namun, mata Lisa menangkap pintu kamar sang leader, Lee Kaeun, yang terbuka sedikit. Ketika Lisa mengintip ke dalam, ruangan itu kosong. Hanya ada sebuah koper terbuka yang tergeletak begitu saja di atas karpet dengan beberapa pakaian yang belum sempat dirapikan.
"Mungkin Kaeun Eonnie sedang ada urusan mendadak di kantor agensi. Sebaiknya aku lanjut mencermati jadwal kegiatan SevG untuk minggu ini," gumam Lisa pelan.
Jemari lentiknya membuka berkas digital di ponselnya sembari melangkah menuju ruang tengah. Lisa mendudukkan dirinya di atas sofa empuk, membiarkan tubuhnya rileks sejenak setelah perjalanan singkat dari rumah.
...
...
...
Sementara itu di Mansion Lee, suasana ruang keluarga tampak sedikit emosional. Kim Jisoo sibuk mengelus punggung Rose yang masih saja terisak pelan di atas sofa. Rose merasa sangat sedih dan kehilangan setiap kali Lisa harus kembali ke asrama untuk menjalani rutinitas sebagai idola.
"Rose-ya... Berhentilah menangis. Kau bisa kelelahan dan merugikan persiapan perlombaan menyanyimu minggu depan. Bukankah kau bilang hari ini ada latihan vokal di kampus, hmm?" bujuk Jisoo dengan nada paling lembut.
"Apakah... apakah adikku tidak akan jatuh sakit lagi di luar sana, Eonnie? Dia tidak akan berubah menjadi dingin dan menarik diri lagi dari kita, kan?" racau Rose dengan mata sembab dan hidung yang memerah.
Jennie yang sejak tadi memperhatikan dari sudut ruangan hanya bisa memutar bola matanya malas. Sikap protektif Rose terkadang berada di luar batas naluri wajar.
"Dengar baik-baik, Rose-ya," pangkas Jennie melangkah mendekat dengan kalimat yang tajam dan tegas. "Adikmu itu kemarin hanya batuk biasa dan tidak sampai sehari penuh! Kau lihat sendiri kan saat kita berada di Italia? Dia sangat lincah, antusias, dan bersikap sangat manis pada kita semua. Kau sendiri yang bilang bahwa perjuangan kita selama kurang dari satu tahun ini untuk melunahkan hatinya sudah membuahkan hasil yang manis. Apa perlu Eonnie ambilkan kamera dan memutarkan rekaman video Lisa sekarang agar kau sadar?"
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
